Beranda » Kontes » Memelihara Mainan

Memelihara Mainan

Banyak cara mengajarkan seorang anak akan pentingnya tanggung jawab, salah satunya dengan memelihara hewan peliharaan. Dengan memelihara hewan peliharaan seorang anak akan belajar bertanggung jawab bagaimana memberi makan, membersihkan kandang, mengganti air minum, dan hal-hal lainnya. Akan tetapi, tidak semua orang tua mempercayakan pemeliharaan hewan kepada anak mereka. Selain dikarenakan tidak semua anak mampu dibebankan tanggung jawab, para orang tua juga takut menyiksa hewan peliharaan tersebut. Maka ditempuh cara lain untuk mengajarkan tanggung jawab kepada anak. Misalnya, dengan memberikan mainan yang bisa dipelihara yakni tamagochi.

Tamagochi berasal dari bahasa Jepang, yakni Tamagotch (たまごっち). Tamagotch sendiri berarti telur (bahasa Jepang: tamago) dan jam tangan (bahasa Inggris: watch). Memang sih tamagochi ini berbentuk telur dan juga sekilas seperti jam tangan. Ada banyak macam hewan tamagochi, ada yang seperti ular, dinosaurus, ayam, dan lain-lain. Cara memainkannya pun cukup simpel. Kita cukup memelihara si tamagochi tersebut, misalnya dengan memberi makan, membersihkan kamar, bermain dengan tamagochi, memberi obat jika tamagochi sakit, dan hal lainnya. Pokonya benar-benar mirip seperti memelihara hewan peliharaanlah.

Saya sendiri jadi ingat, waktu kecil pernah punya mainan ini. Hewan tamagochi saya waktu itu jenisnya ayam. Bentuknya tentu saja bulat telur dan berwarna putih dengan tombol warna biru. Tamagochi tersebut hadiah ketika saya memperoleh peringkat pertama (entah kelas berapa, saya lupa). Sewaktu mendapat hadiah tersebut, saya melonjak-lonjak kegirangan. Terang saja, waktu itu tamagochi juga sedang booming-booming-nya. Saya bawa tamagochi itu kemana-mana.

Kalau menurut saya sendiri, tamagochi itu mainan peliharaan yang benar-benar praktis. Kita bisa membawanya kemana pun, memberinya makan kapan pun, dan mengajaknya bermain sesibuk apapun (meskipun konteks sibuk dalam dunia anak-anak tentu berbeda dengan orang dewasa). Akan tetapi, jangan sekali-kali kita meremehkan temagochi milik kita. Sebab mereka juga bisa marah jika tidak diurus dengan baik. Dan yang lebih parahnya, mereka bisa mati. Jika mereka mati, tampilan yang keluar di layar mainan ini benar-benar gambar kuburan. Saya jadi ingat, saya sendiri pernah ceroboh tidak memberi makan si tamagochi. Alhasil, tamagochi milik saya pun mati. Dengan polosnya, saya menangis dan berjanji memelihara tamagochi baik-baik jika hidup lagi. Padahal untuk menghidupkan kembali tamagochi tidak sulit, cukup memasukkan plastik keras ke celah kecil di bagian sampingnya.

Banyak yang bilang kalau mainan canggih atau teknologi telah melengserkan mainan-mainan tradisional. Saya sendiri kurang sependapat. Sebab menurut saya, banyak mainan canggih berteknologi tinggi yang juga bermanfaat bagi tumbuh kembang anak. Bahkan play station yang sering dianggap biang keladi kemalasan seorang anak, dapat membawa pengaruh baik bagi seorang anak jika dimainkan dalam pengawasan orang tua. Begitu pula tamagochi, meskipun mainan ini terbilang mainan berteknologi dan menjauhkan anak-anak dari memelihara hewan yang sebenarnya. Toh mainan tamagochi bisa dijadikan acuan sejauh mana tanggung jawab seorang anak sebelum orang tua benar-benar memberikan hewan peliharaan kepada anak mereka.

*           *             *

Artikel ini diikutsertakan pada Mainan Bocah Contest di Surau Inyiak.

56 thoughts on “Memelihara Mainan

  1. Saya hanya tahu mainan tamagochi ini, tapi belum pernah memainkannya..

    Terima kasih sudah mengirimkan artikelnya, Sulung..
    Saya sudah catat sebagai peserta dalam MAINAN BOCAH CONTEST

  2. kyaaa Tamagochi aah mainan favoritku tuh, lucu ya klo pup bunyi kaalo lapar juga bunyi kalo mati pun bunyi :D sampe aku bawa tidur tuh tamagochi takut kesepian dan tengah malem kelaperan #absurd
    masih ada gg ya sekarang :D

  3. aku juga dulu punya tamagochi!! hahaha. Tapi lupa binatangnya apa :P Cuma yang aku inget banget adalah, beberapa tahun setelah tamagochi itu booming, ada versi lainnya yang mana piarannya itu adalah: DIGIMON! Nah, ini favoritku banget waktu itu soalnya aku dulu ngefans banget sama Digimon, hahaha. Alhasil kemana-mana tamagochi Digimon itu aku bawa deh. Dan yang Digimon ini, digimonnya bisa bener-bener berubah gitu lho, haha. Dan kalau kita nggak merawat dengan baik, dia berubah jadi Sukamon (digimon berbentuk kotoran, hahaha :lol: ). Kalo udah gini biasanya aku restart lagi deh, wkakakaka :lol:

  4. sekeluarga pernah punya tamagochi : alien, kucing dan anjing dalmatian, hehe. jadi ada 3 tamagochi. tapi satu persatu angota keluarga mulai bosan, apalagi aku, hehehe… ngurusin peliharaan yg beneran aja males, apalagi yg digital :P

  5. Alhamdulillah, akhirnya saya pun selesai juga mengerjakan tulisan untuk kontes ini. Semoga ikhtiar ini bisa membuahkan hasil maksimal . Amin. Saling mendoakan, insha Allah.

    Oh ya, saya juga sedang mengadakan kontes menulis Endorsement for Abi Sabila. Mohon doanya, dan saya tunggu partisipasinya. Terima kasih.

  6. Wahh, jadi inget pas main tamagotchi dulu. gara” lupa ngasih makan, eh dinosaurus yang udah berhari” dipelihara malah mati. padahal love nya waktu itu udah penuh dan udah gede juga. terpaksa deh miara ulang dari telur lagi. Hahahaha

    btw, selamat hari blogger nasional ya, Bro. hehehehe…

  7. Ping-balik: SURAU INYIAK » Blog Archive » sudah tutup

  8. Adikku dulu pernah main tamagochi, dibawa sampai kemana-mana. Tapi, emang benar gak semua permainan anak yang berbau tekhnologi mengakibatkan kemalasan. Ambil contoh Sim di playstation, permainan itu justru mengajarkan anak tentang berinteraksi dengan orang lain.

  9. Ping-balik: PR Kisah Masa SD « Catatannya Sulung

Biasakan Berkomentar Setelah Membaca, Ya.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s