[Movie] Black Swan and Polling

movie black swann

Sahabat pernah mendengar tentang tari balet? Tarian yang lahir di negeri Eropa ini namanya sudah tersohor hingga kemana-mana. Bahkan Jepang yang notabene bukanlah negara Eropa, sering menjadikan tari balet sebagai ide cerita untuk manga-manga di sana. Contohnya saja Swan, Toe Shoes, Karina, dan masih banyak lagi judul-judul manga lainnya yang mengangkat balet sebagai ide cerita.

Memang, kisah kehidupan para penari balet maupun balet itu sendiri sangat menarik untuk disimak. Baik sebagai komik, cerpen, novel, dan tentu saja film. Satu dari sekian banyak film yang mengisahkan tentang balet adalah Black Swan (2010).

Black Swan menceritakan tentang seorang penari balet profesional bernama Nina (Natalie Portman) di Kota New York. Ia tinggal dengan seorang ibu yang juga mantan penari balet, Erica (Barbara Hershey). Erica mengontrol hidup Nina dan begitu terobsesi untuk menjadikannya penari balet terkenal. Suatu hari, seorang artistic director terkenal, Thomas Leroy (Vincent Cassel) memutuskan untuk mementaskan tarian Swan Lake kembali dan mengganti pemeran utama sebelumnya. Seorang pemain balet senior bernama Beth Mac Intyre (Winona Ryder). Pilihan pertama jatuh kepada Nina.  Namun, Nina juga mempunyai pesaing. Lily (Mila Kunis), seorang penari balet pemula yang juga memukau Leroy. Lily sendiri merupakan seorang penari yang spontan, agresif, dan penuh semangat.

Tarian Swan Lake membutuhkan seorang penari yang bisa bermain ganda. Seorang penari yang dapat merepresentasikan Angsa Putih yang suci dan anggun, sekaligus menjadi Angsa Hitam yang penuh gairah dan tipu muslihat. Nina dapat menarikan Angsa Putih dengan baik, akan tetapi Leroy lebih menyukai tarian Angsa Hitam yang dibawakan oleh Lily. Menurut Leroy, Nina terlalu bermain terlalu aman. Nina tidak berani menunjukkan sisi keliaran dirinya dalam tarian sebagaimana Angsa Hitam seharusnya. Nina yang tidak terima dengan keputusan Leroy melakukan segala cara untuk mendapatkan peran tersebut. Tanpa Nina sadari, ia perlahan-lahan semakin mendekati sisi gelap dirinya. Mirip seperti Angsa Hitam!

Film ini berbeda dengan film-film yang bertemakan balet lainnya. Perbedaannya adalah film ini tidak sekedar menggambarkan kehidupan penari balet, tetapi juga persaingan di antara mereka, kedengkian antara satu dengan lainnya, bahkan kelicikan hanya untuk mendapatkan peran tertentu. Film ini menggambarkan, bagaimanapun seorang penari balet tetaplah manusia yang mempunyai sisi gelap.

Bagi saya sendiri, film ini cukup menghibur. Bukan karena tarian-tariannya, sebab Black Swan tidak terlalu banyak menampilkan tarian-tarian. Namun lebih kepada permainan psikologis yang disuguhkannya. Penonton akan dibuat terbengong-bengong dan mengerutkan kening dengan plot di dalamnya. Ketika suatu saat Nina membunuh Lily, ternyata yang terjadi adalah dia menusuk dirinya sendiri. Bahkan ada satu scene yang menunjukkan di punggung Nina tumbuh bulu-bulu hitam seperti seekor Angsa Hitam.

Selain itu, akting para pemain di film Black Swan tidak bisa dibilang main-main. Natalie Portman sampai mati-matian belajar balet dan berusaha agar badannya lentur layaknya pemain balet. Tidak heran kiranya jika Black Swan diganjar Oscar tahun lalu. Black Swan juga dinominasikan untuk beberapa kategori dalam ajang prestisius tersebut. IMDB sendiri memberi ganjaran 8,3 untuk Black Swan. Nah, mulai sekarang mungkin sebaiknya kita berhati-hati dengan sifat obsesi yang kita miliki.

Oh, ya. Saya ingin mengadakan sedikit jajak pendapat tentang ulasan-ulasan film yang saya tulis. Jika sahabat tidak merasa terganggu, ikuti jajak pendapat ini ya. Berhubung koneksi lagi jelek, saya juga mohon maaf belum bisa berkunjung ke blog sahabat ataupun membalas komentar-komentar yang masuk. Salam persahabatan.

About these ads

36 pemikiran pada “[Movie] Black Swan and Polling

  1. aku belum nonton film ini, karena pas liat trailernya kok agak serem, ada tusuktusukkan >,< ditambah lagi katanya agak sedikit vulgar yah? itulah kenapa saya belum nonton sampai sekarang
    sooo terima kasih ulasannya Lung :D

  2. ini agak-agak gimana ya?
    terakhirnya kan bilangnya it was perfect *_* tuing
    banyak kejadian yang tak bisa dijelaskan secara logika
    permainan mentalnya kental sekali, memang memukau

  3. Saya belum pernah menonton film ini. Kebetulan saya juga jarang nonton film :D
    Btw, film ini tampaknya menarik ya, soalnya ada permainan psikologis gitu, yg biasa ada dalam setiap persaingan.
    Jujur, saya jadi penasaran!

  4. saya tahunya ini cerita fabel … cerita tentang sekawanan angsa yang suka beraksi menari dan dimanfaatkan oleh si harimau jahat hehehe :D

    ternyata ada film-nya juga :D
    referensi bagus nih …

  5. jadi inget dulu waktu TK pernah membaca komik di majalah Bobo yang berjudul: Catatan Harian Penari Balet. dengan sukses membuatku ingin menjadi ballerina, hahaha.

    anyway, aku blm nonton film ini. ga terlalu tertarik juga sih.

  6. Sebenernya gue ga terlalu suka nonton film film yang serius kaya gini. Gue lebih suka film film comedy ala will smith. Tapi gara” liat sinopsis yang lu tulis, gue malah jadi penasaran pengen nonton. Hahahaha…

Biasakan Berkomentar Setelah Membaca, Ya.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s