Antara Lady Gaga dan Musik Klasik

Sahabat udah tahu dong akhir-akhir ini berita-berita di tv diramaikan oleh apa? Yup, siapa lagi kalau bukan Lady Gaga yang fenomenal. Awalnya, gua hanya mengikuti perkembangan berita yang ada. Sampai mana kira-kira pokok persoalan yang akan dibahas. Namun, karena lama-kelamaan polemik tersebut makin meruncing. Mau tidak mau gua juga ikut-ikutan menulis posting-an soal si Mother Monster tersebut.

Actually, gua udah lama tau Gaga. Sejak jaman Video Klipnya Bad Romance bergaung malah. Bahkan jika sahabat iseng ngacak-ngacak isi blog gua, sahabat bisa menemukan di tulisan ini gua juga sudah membahas soal si Lady Gaga ini. Gua pribadi, kagum dengan keberanian dia. Dia berani tampil beda dan tidak ikut arus. Tentunya, musik yang diusung juga patut di acungi jempol dong. Lagu-lagunya berkali-kali merajai puncak tangga Billboard yang mengantarkan ia mengantongi banyak penghargaan. Baik dari MTV Music Award , hingga ajang prestisius sekelas Grammy Award.

Nah, belakangan heboh soal kedatangan Lady Gaga yang akan datang ke Indonesia sampai banyak yang mencekal kedatangannya. Di sini bulu ketek gua jadi tergelitik buat berkomentar. Sebenarnya, apa sih yang menyebabkan beberapa pihak menentang konsernya?

(Ada yang bilang kalau) Gaga itu pemuja setan

Oke, yang mengeluarkan statement seperti ini berarti belum tau siapa itu Gaga. Gua pribadi salut dengan kreatifitas seorang Gaga. Dia selalu bekerja mati-matian untuk membuat video berkualitas demi fansnya (little monster). Nah, yang jadi masalah adalah beberapa orang menganggap kalau video-video klip Gaga tersebut mengandung pesan tersembunyi dari Illuminati. Asal tau aja, ya. Gua udah ngebaca buku-buku soal Yahudi sejak jaman semester pertama. Jadi sebelum gua kenal Gaga(semester empat), gua udah tahu trik-trik yang dilakukan kaum Yahudi untuk menyisipkan simbol-simbol mereka dimana saja. Jangankan di lagu Gaga, desain Kota Jakarta juga mengandung simbol Illuminati! Sebab yang merancang beberapa tata ruang Kota Jakarta awalnya adalah orang barat (yang bisa saja anggota Illuminati). Kembali ke Gaga, jika memang dia mengambil beberapa simbol Yahudi tersebut, lalu apakah lantas kita akan terhipnotis dengan hal tersebut? Tidak, kan? Makanya, kalau kita bodoh tidak tahu apa-apa, banyak membaca!

(Ada yang bilang kalau) aksi panggung Gaga itu seronok

Lha, yang berkomentar kaya gini selama ini pernah menikmati hiburan di luar rumah ga? Ga bisa dipungkiri, toh di beberapa daerah banyak aksi-aksi panggung yang lebih parah dari Lady Gaga. Di kampung gua aja contohnya, kalau udah ada kenduri, pasti bakal ngundang orgen tunggal. Nah, acara malam harinya biasanya ditunggu-tunggu para pemuda. Sebab lagu-lagunya lebih hot dan artis-artisnya mulai “berani”. Yang bikin gua bergidik, pernah gua lihat sampai ada kakek-kakek dan anak di bawah umur yang ikut bergoyang bersama si artis seksi. Nah, kalau si Gaga konser apa hal tersebut bakal terjadi? Ga, kan? Dan masih banyak contoh-contoh aksi seronok di daerah-daerah lain jika kita mau membuka mata.

Oke, mungkin tulisan gua terkesan kalau gua membela mati-matian Gaga. Sebenarnya inti permasalahan gua menulis tulisan ini bukan karena kekecewaan karena Gaga bakalan batal konser. Bukan sama sekali. Meskipun gua seorang little monster, gua masih punya akal sehat. Ketika gua ga punya duit buat nonton konser, gua ga bakal sampe nangis darah atau galau selama seminggu.

Yang membuat gua kecewa adalah cara beberapa orang menentang kehadiran Gaga. Masa ada seorang ulama di salah satu ormas keislaman yang bilang kalau “Fans Gaga bukan orang islam. Kalau islam maka dia tidak ngaji.”

Sumpah, gua waktu denger hal tersebut rasanya sedih banget. Kok ya seorang alim ngomongnya kaya gitu. Apa dia ga nyadar kalau kata-katanya itu menyakitkan umat agama lain? Lagipula, masih banyak orang islam yang menyukai Gaga tapi pakai akal sehat. Gua suka sama Lady Gaga, tapi toh gua tetap ngaji. Tetap ikut liqo’. Karena gua menyukai Gaga karena karya-karyanya, kreatifitasnya.

Yang lebih perih lagi. Banyak orang-orang yang (mengaku) islam, tapi berkomentar kasar soal si Gaga. Komentar-komentar tersebut bertebaran di jejaring sosial. Mbok ya kalau memang tidak suka dan tidak ingin Gaga datang ke Indonesia, berkomentarlah dengan baik. Namun jika takut berkomentar tidak baik, lebih baik kalian diam. Ngomongnya aksi panggung Gaga tidak sesuai dengan budaya Indonesia. Lha, apakah ketika berkomentar kasar soal kedatangan Gaga ke Indonesia, kita telah menunjukkan keluhuran budaya kita?

Sampai-sampai gua baca status temen gua di Bandung sana yang beragama Hindu bilang gini, “Dulunya gua mengira kalau Indonesia adalah negara yang menjunjung tinggi keragaman dan bertenggang rasa. Ternyata perkiraan gua salah. Suatu saat, gua bakal pergi dari negara ini.” Tuh, kan. Seharusnya yang menentang kedatangan Gaga di Indonesia tu sadar, ga semua yang menonton konser tersebut beragama islam. Lalu apakah kita akan menindas hak mereka hanya karena beberapa pihak yang mengaku menjaga moral bangsa? Waktu jaman Nabi aja, orang-orang islam bisa menjamin keberadaan orang-orang non muslim di wilayah mereka.

Sungguh, gua bukannya ga suka dengan pihak-pihak yang (mengaku) menjaga moral bangsa dengan menolak kedatangan Gaga. Akan tetapi, gua kecewa dengan cara-cara mereka menyampaikan aspirasi mereka. Dengan banyaknya berita-berita soal penolakan kedatangan Gaga ke Indonesia, baik di media nasional maupun internasional, Indonesia pula lah yang merugi.

Ke depannya, tentu artis-artis luar negeri bakal pikir-pikir lagi jika konser di Indonesia. Mereka akan beranggapan kalau Indonesia bukan negara yang aman. Tambahan lagi, sejak kisruh kedatangan Gaga, malah para aparat dan penegak hukum seolah-olah lupa dengan masalah utama negara kita. Ingat, masalah Lady Angelina Sondakh belum selesai! Belum lagi masalah-masalah lainnya.

Ah, udahlah. Gua ga mau berpanjang lebar soal kisruh Madame Monster. Mendingan gua cerita soal pengalaman gua nonton konser musik klasik, rabu lalu.

Di tulisan yang ini, sahabat pasti bisa menangkap betapa gua haus akan sajian musik klasik. Bagaimana tidak, soalnya musik-musik klasik sangat jarang bisa gua konsumsi. Nah, beruntunglah gua pernah menimba ilmu di Fakultas Bahasa dan Seni.

Rabu lalu, kebetulan jurusan Sendratasik (seni-drama-tari-dan-musik) mengadakan konser yang bertajuk Home Concert, Classic and Pop. Jadi di konser tersebut, dimainkan beberapa komposisi dari komposer ternama. Misalnya: Baurree dari Johan Sebastian Bach, Carnival of Venice dari Nicolo Paganini, Minuet in G dan Furelise dari Ludwig van Beethoven, Nocturno Tomadam Playel dari Frederic Chopin, Eine Kleine Nachtmuzic dari Wolfgang Amadeus Mozart, serta lagu-lagu lainnya.

Lagu-lagu tersebut dibawakan oleh anak-anak Sendratasik 2010 dipandu konduktor dari pihak dosen dan mahasiswa sendiri. Namun, dari sekian banyak sajian. Yang paling berbekas di ingatan gua adalah penampilan dari beberapa pemain saxophon yang membawakan lagu Ayah. Sumpah, gua ga nyangka kalau permainan saxophon bisa sebegitu mempesona. Tidak kalah dengan permainan biola dan piano yang gua sukai.

Terakhir, gua agak sebel aja dengan beberapa penontonnya. Penonton sih banyak, tapi mereka tidak mengetahui aturan menonton musik klasik. Misalnya, tidak boleh ribut atau tidak boleh bertepuk di tengah pertunjukkan. Tapi gua maklum aja. Mungkin karena mereka ingin masuk tv (karena waktu itu kebetulan diliput oleh sebuah stasiun tv). Meski gua jadi ga puas nontonnya.

Ah, harapan gua. Suatu hari gua bisa nonton musik klasik plus-plus. Plus dengan nyanyian opera. Plus dari tempat asalnya di Eropa sana. Seperti si Zilko lah kira-kira (yang sering bikin gua iri dengan liputan konser musik klasiknya langsung dari Eropa sana). Kapan-kapan, kirimin gua tiket gratis nonton konsernya dong Zil. Gratis semuanya tentunya. Hehe.

source images: tumblr.com

30 thoughts on “Antara Lady Gaga dan Musik Klasik

  1. mudah-mudahan konser Lady Gaga nya tetep jadi.. suka pada aneh2 aja deh org2 itu.. kaya gak ada kerjaan lain selain bikin heboh TV. apalagi kalau nonton debat2nya mereka.. aku jd mikir, jgn2 mereka gt krn mereka ga ada dana buat nonton apa ya? hahaha.. jd karena ga bs nonton jd lebih baik bikin rusuh aja.. kkk~~

    ngmg2 soal musik klasik.. emang adem ya :)

  2. Wahaha.. keluhan tentang penonton yang gak ngerti aturan nonton musik klasik itu keluar lagi di postingan ini…

    Masalah lady Gaga, iya. Angelina Sondakh jadi terlupakan!!! Hashhh

  3. akhirnya sulung brsuara jugaa..hehe

    Brhubung bkan fans brat gaga, tpi krg suka jga klo caranya bgini.
    brhubung gw ada mata kuliah geopolitik dan bljar dkit.gw mw mnganalisa dkit (azze) jiwa poliMouse gw. mnurut gw kontoversi gaga ini mrupakan suatu bntuk pnglihan isu. Manjmen konfliknya bagus bgtz. orang2 pda sbuk mncari2 isu atau konflik apa lagi yg mau di blow up untuk mnghlangkan ingatan ksus yg sdang brjalan.Msalah yg stu blum klar sdh ada lgi isu yg lainnya. jdi kita lupa deh ama mslah yg lain, bhkn yg lbih pnting. ujung2nya, gag ada stu ksus pun yg beres..hadewww..#kabuurr

  4. Hal remeh temeh gini aja jadi isu besar. Kalo mau konser ya biarin aja. Toh juga ga semua orang bisa nonton konsernya, tiketnya aja mahal, 400rb paling murah kalo ga salah. Jadi kalo memang tuh ibu2 monster ngerusak moral (kalo emang gitu), kan ga semuanya rusak. Ngomong2 soal moral yang rusak, tanpa ibu monster pun moral anak mudah udah banyak yang rusak. Tawuran itu apa budaya kita? Mending pada ngurusin hal yang lebih besar deh.

  5. di tempatku sini tiap minggu ada konser musik klassik, sayang jauh sih dr tempatku, hrs nginap di sana kalau nonton, tapi soal musik klassik, pagi , siang, sore, malam, fajar, yang kudengar adalah musik klassik, dr radio lokal sini khusus buat musik klassik , 24 jam non stop

  6. Pusing aku kalo udh ada berita Lady Gaga ini Lung, bisa jadi sumpah serapah kalo ga cepet2 kabur, dan kalo udh senewen kek gitu emang asyiknya dengerin musik klasik hihihihi….

  7. sihendri berkata:

    hahhahaha…orang (yg katanya) alim yg nolak si gaga berarti dakwahnya gagal..klo dakwahnya sukses..jangankan (katanya) satanic, setan sendiri yg konser ga bakal ada umat islam yang nonton

  8. musik klasik benar2 menentramkan…
    beberapa wktu lalu saya sibuk mendownload musim klasik..tapi pas tau kalau ada teman pnya satu file musik klasik..jd bahagia nggak karuan…musik klasik menentramkan….

  9. Komparasi Lady Gaga dengan artis orgen tunggal sangat dangkal dan mencerminkan kepayahan dalam mengikat hipotesa.

    Tetap Indonesia tanpa Sekulerisme, Liberalisme :)

  10. haha…kagak kenal saya sama Lady Gaga
    jadi no comment dah, lagu2nya juga saya gak punya

    saya cuma prihatin sama siapa tuh Little Monster yang rela beli tiket 750 rb-2 jt hanya demi sebuah konser (tapi yah…sekali lagi kembali pada orangnya sih, toh duit juga duitnya mereka)

    cuman ya, klo disedekahin uang segitu kan luar biasa :D

  11. Konser lady gaga jadi seheboh ini. Setuju sih emang, Indonesia juga yang banyak menanggung rugi. Padahal penonton Lady Gaga ato secara lebih luas penduduk Indonesia bukan cuman orang Islam. Negara ini toh bukan negara Islam kan?

    Apa ya kalo misalkan Bang Haji yang konser bisa jamin kalo di pojokan lapangan ga ada yang mabok? Ah sudahlah, mending nyalain CDnya beethoven. Hehehe..

  12. setuju bangeeetttt.. kalau tidak bisa berbicara dengan baik mending diam. Miris kadang melihat orang mengaku alim, tapi tidak menjaga sikap dan kata- katanya, bukankah Islam itu rahmat bagi seluruh alam.. Apalagi berada di Indonesia, yang menjunjung tinggi adat- adat ketimuran, keluhuran sikap dan tutur kata..

  13. Kasus Lady Gaga ini memang sangat bikin sebal dan gemas sekali ya Lung, hahaha :) Biasa kan, tong kosong nyaring bunyinya. Dan karena nyaring gitu, semua mata tertuju padanya dan jadi perhatian publik deh, hehehe :)

    Musik klasik, aku nonton biasanya cuma kalau dipaksa banget ama temen sih Lung, hahaha. Kalo pergi sendiri seh nggak pernah deh. Sebenarnya weekend lalu aku diajak nonton satu konser musik klasik gitu dan ada harga buat pelajar yg nggak mahal. Tapi nggak pergi deh saya, hihihi :D

  14. hahahahhaa.. pasti ada berita heboh yg ditutup dengan berita gaga ini deh :p

    soal musik klasik? aaahh aku gak pernag dengar!! gak ngerti juga ~_~

  15. hahaha, aku setuju banget ttg tata kota Jakarta yg mengandung unsur Illuminati.
    soalnya kapan hari abis liat di google map sih, pemandangan bunderan HI dr atas.
    scarrrryyyy … go check by yrself deh :D

  16. Berita tentang Lady Gaga di Indonesia udah nyampe Swedia loh.. hahaha.. Salah satu temen sekolah sampe nanya2 emangnya kenapa sih sampe protes segitunya. Aku jadi bingung sendiri mau jawab gimana. Akhirnya cuma bisa cengar cengir doang deh.

    Haaaah.. cita2 deh pingin nonton konser orchestra. Tahun lalu nyaris nonton, tapi karena ngeremehin minat orang sini (ingetnya kayak di Indo yang jarang penontonnya) jadi santai2 aja dari rumah. Sampai tempatnya udah full.. yuk mariii..

  17. Lucu ya kadang-kadang ngelihat tingkah laku orang-orang tertentu di negara kita ini. Aku bukan penggemar Lady Gaga, tapi that’s OK klo dia mau konser disini, kenapa diurusin soal dia begini dia begitu, kecuali klo dia memang jelas2 menyebarkan aliran sesat itu lain hal. Ampe suamiku bilang, kenapa sih para ulama sibuk banget? dangdut seronok kayak trio macan aja gak diurusin tuh!

    Bener kan? Ckckck….

    Ironis banget deh!

  18. kalo saya, waktu tau para ulama yg jadi pemimpin umat dan juga polisi yang jadi pelindung masyarakat bilangnya yang nonton ga berimanlah, takut jadi terbawa dan merusak akhlaklah dan sebagainya, merasa sakit hati dan kecewa…

    ini kok pada merasa masyarakat gampangan dan cetek banget gampang kepengaruh sama satu orang artis doang sih? ga percaya sama kadar keimanan orang yang emang beda beda tapi bukan berarti tipis banget juga kali… so so so stupid… gampang banget disetir dan kalah dengan golongan tertentu… oh well..

    hm… masih belum akan bisa jadi penikmat musik klasik kayanya :D but then again, selera musik orang kan beda2 ya ;)

Biasakan Berkomentar Setelah Membaca, Ya.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s