Apa kabar sahabat blogger semua? Semoga masih berpuasa (bagi yang menjalankan) dan senantiasa dalam lindungan Tuhan Yang Maha Esa. Omong-omong, ga terasa udah beberapa hari bulan yang penuh berkah ini kita lalui. Gimana dengan puasa sahabat? Masih semangat kan menjalaninya?
Oh ya, jadi di Kota Padang ada keputusan dari pemerintah bahwa semua bentuk PBM (proses belajar mengajar) ditiadakan dan diganti dengan Pesantren Ramadan di sekitar rumah masing-masing siswa. Namun, sekolah tempat saya mengajar menerapkan kebijakan tersendiri bahwa siswa-siswanya tetap sekolah sekaligus pesantren ramadan. Dan tentu saja para teacher-nya mesti datang ke sekolah.
Pesantren ramadan merupakan bentuk program pemerintah Kota Padang (atau mungkin Sumatera Barat) untuk menanamkan kembali kecintaan anak-anak terhadap mesjid. Jika tahun lalu difokuskan pada menghapal surat-surat pendek, maka tahun ini siswa-siswi yang ikut pesantren ramadan mesti menghapal hadis nabi yang telah ditentukan sebelumnya. Selain itu, masing-masing siswa juga mendapat buku agenda ramadan. Siswa-siswa diharuskan mengisi buku tersebut dengan amalan-amalan yang mereka lakukan serta mencatat ringkasan ceramah ramadan.
Sebenarnya, saya merasa kasihan dengan siswa-siswi di sekolah tempat saya mengajar. Sudahlah puasa, mereka mesti tetap pergi ke sekolah serta ikut pesantren ramadan. Tapi mau bagaimana lagi, kebijakan tersebut ditetapkan oleh ibu pimpinan yayasan yang ingin tampil beda dibanding sekolah-sekolah lain.
Sering kali siswa-siswi tersebut mengeluh pada saya betapa capeknya mereka dan betapa tidak adilnya kebijakan yang telah ditetapkan. Betapa tidak, mereka mesti hadir di sekolah pukul delapan, belajar hingga pukul sebelas, lalu istirahat satu jam, baru kemudian ke mesjid untuk ikut pesantren ramadan hingga pukul empat lewat. Mereka mengeluh kalau mereka tidak mempunyai waktu istirahat lagi. Sampai di rumah pukul lima, mereka hanya punya waktu satu jam untuk istirahat sebelum berbuka.
Sebenarnya saya beserta guru yang lain sudah berusaha memperjuangkan nasib anak-anak tersebut, namun sang pimpinan tetap keukeuh. Jadilah saya dan guru lain cuma bisa membesarkan hati mereka. Padahal waktu saya sekolah dulu pun, saya cuma diharuskan ikut pesantren ramadan saja.
Lalu untuk menghibur keletihan dan kejenuhan para siswa, maka kami para guru melakukan segala macam agar mereka tidak merasa berat dengan puasa yang mereka jalani. Selain proses belajar mengajar yang lebih santai, kami juga kadang mengganti pemberian materi dengan games-games ringan, bermain ludo, hingga pijit-pijitan berbarengan. Program pesantren ramadan ini berlaku selama tiga minggu ke depan dan baru berakhir tanggal 13 Agustus.
Kegiatan pesantren ramadan tersebut, mau tidak mau juga menyedot tenaga saya. Puasa (agak) lebih berat saya rasakan karena mesti menenangkan anak-anak, menemani mereka, sampai mengajar. Jadilah tenaga saya habis di sekolah, pulang sekolah pun setelah berbuka saya sering tertidur. Saya jadi merasa ramadan kali ini tidak terlalu maksimal saya jalani.
Saya juga mohon maaf kepada sahabat sekalian karena mungkin Pengumuman Hajatan Anak Pertama belum bisa saya lakukan sesuai jadwal yang telah saya tuliskan sebelumnya. Saya tidak ingin menilai tulisan sahabat yang ikut kontes tersebut asal-asalan, karenanya saya mohon sahabat bersabar. Saya akan usahakan menilai tulisan yang masuk di sela-sela waktu luang saya. Mohon do’anya ya, sahabat.
Oh ya, alhamdulillah saya baru saja dapat kabar baik. Tulisan saya yang berjudul It’s My Music, It’s Me memenangi kontes yang diadakan oleh Mas Dany Gnasher. Saya ucapkan terima kasih kepada Mas Dany Gnasher. Semoga semakin rajin mengadakan kontes. Hehe. Salam persahabatan.
Saya juga pernah merasakan bagaimana rasanya mengikuti pesantren ramadhan sampe sore, apalagi sekolah saya dulu merupakan sekolah Islam.
Tetep semangat pak Guru walaupun puasa hehe
iya, mesti semangat. biar siswanya tetap semangat juga. hehe
makasih mas kukuh
Semangat ya kakak guru (o^—^o)
semangat jugaaa
Jadi penasaran, apakah kebetulan semua siswa di sekolahnya itu Muslim Lung? Dan kalau seorang siswa itu bukan Muslim, apakah mereka juga harus ikut Pesantren Ramadhan juga?? Kalau enggak, mereka “libur” gitu?? Hmm…
ga semuanya dong, Zil
bagi yang nasrani, mereka ikut pastoral. tapi stelah pastoral selesai, mereka mesti ke skolah.
buat belajar, tentunya nyantai
jdi ingat pesantren ramadhan bbrpa tahun yg lalu..mklum generasi pertama, yg wajib ikut Psntren Rmadhan..:D Tpi, kbijkan skrg, krg efektif lung mnurut ane..slama 3 minggu, full psntren rmdhan, mlai dri SD mpe SMA. pngurus msjidnya, pasti kwalahan..
jman ane dlu, skul 2 minggu, 1 minggu wajib ikut Psntren. Sprti itu, tiap msing2 tngktan skolah. jdi slma sminggu kita full kgiatan di msjid..hoho
apalgi siswa diskul lw itu, pasti cpek bgtzz..yaa..hoho
capeeek bangeett,, yur.. btw, pesantren ramadan ni cm di padang ya?
yg full libur slma ramadan, kyknya kota PDG aja lung. di Lubas, si mama ttp skolah 2 minggu trus, seminggu trakhir diisi acara keagamaan, kyk psntren gtu. tpi di skolah..hoho
Karena (sok) sibuk di dunia nyata, saya gak sempat ikut GA-nya Bang … tanpa mengurangi rasa persahabatan, saya ucapin happy bday catatang Sulung deh pokoknya. Keep exis yaaa =)
iya, ga apa2. ntar kontes yang berikutnya ikutan ya
Oke, insya Allah
Wuih, kagum sama Mas Sulung. Titip salam ya buat murid-muridnya. Semoga guru dan murid diberikan kesabaran ekstra dan waktu yang menyenangkan selama Ramadhan.
terima kasih, mas. sama2
Thanks for that awesome posting. Useful, and it saved MUCH time!
Ya, Aku tahu apa yang kamu rasakan dan apa yang kamu pikirkan. Memang,,, keterlaluan….. hanya saja apa yang bisa kita lakukan selain membalas keluhan mereka dengan senyum dan kata-kata membesarkan hati… (dan juga marah-marah, hehehe). walau bagaimanapun, tetap semangat….
waktu sekolah dulu (di Aceh) tiap ramadhan juga ada pesantren, bahkan sampai menginap segala di sekolah utk SMP dan SMA. seru!
wah jadi bernostalgia
Tetap semangat Mr. sulung. ingat dalam kesusahan pasti ada kesenagan dan dalam kecapean pasti ada kebahagian… ambil hikmahnya aja… belajar dari pengalaman adalah guru yang terbesar… beerbesar hatilah, dan gunakan ilmu ikhlas yang seutuhnya… saya yakin semua pasti bernuah manis…
tetap semangat…. Cahyo…. Cahyooooo…
Waaahh. klo aku dulu namanya pesantren.kilat lung.. cuma seminggu.. tapi pake nginep segala gt..
Ping-balik: Pengumuman Pemenang Hajatan Anak Pertama « Catatannya Sulung
Wow, incredible blog layout! How long have you been blogging for? you make blogging look easy. The overall look of your web site is wonderful, as well as the content!. Thanks For Your article about Pesantren Ramadan Catatannya Sulung .