Arsip Tag: puisi
Cinta, Maha Nikmat
gadis penjaja jagung bakar
di tengah deru napas pantai meringkuk seonggok tubuh dingin mencari sepercik kehangatan yang tersisa, dari diangan bara api, sesekali tangan mungilnya bergerak mengipasi sang bara, agar smangat menyala rona mukamu terlihat kuyu terbayang hangatnya selimut emak langit makin kelam pun udara kian mengigit sedikit pupus kau berharap, tapi tiap kau ingat keluargamu gerak kipasmu makin bergelora do'amu makin berdengung "angin, bawalah aroma jagungku tebarkan ke penjuru dunia smoga mereka tergoda karenanya"
kursi
kursi kursi goyang kursi makan kursi tamu kursi plastik kursi kayu kursi antik kursi kekuasaan dengar? pekik di atas sana? "kursi.. kursi.. kursi.." "butuh berapa?"
ketupat
sehari menjelang lebaran di antara ratusan istana kardus seorang gadis kecil berlari kecil, pulang bermain, wajahnya penuh tanda tanya di hadapan ibu, ia bertanya "Bu, ketupat itu apa?"
rongga-rongga ilmu kampus ungu
Aku sering termenung di sudut ruang kelas Menemani hari-hari ketika ilmu bercerita Menguak tempurung kepala, isi berbeda-beda Sekejap mata, aku pernah bertanya pada dosenku itu: dengan sopan, aku bertanya, “Untuk apa, aku, mereka, engkau, menuntut ilmu?” Dia menjawab “Kau kenapa? Tanyalah pada orang tuamu…” Ah, padahal aku masih belum mengerti cara melunasi biaya pendidikanku, semakin lambung meninggi aku masih ingin bertanya di lamunan sekejap itu
