[Beberapa] Puisi Siswa Yari Junior High School

Oke, jadi ceritanya saya masih belum mood buat ngisi blog ini. Sampai kapan? Sebenarnya ide-ide tulisan banyak. Akan tetapi, kesibukan di sekolah seperti menguras tenaga saya. Ah, sudahlah. Daripada jadi curcol, mending dinikmati beberapa puisi karya siswa-siswi saya. Berikut ini beberapa puisi yang saya kategorikan unik, bagus, dan indah dari tugas menulis puisi bebas. Selamat menikmati.

Saus Sambal

Karya: Dzaki Afifi Giskard

Tahu dicolek saus

Dikunyah

Perih di mulut

Teringat perihnya dahulu

Saat hidup tersiksa

Dicambuk dan dipukuli

Air mata mengalir

Sakit menghentak-hentak

Menyayat lidah

Baca lebih lanjut

gadis penjaja jagung bakar

di tengah deru napas pantai
meringkuk seonggok tubuh
dingin
mencari sepercik kehangatan yang tersisa, dari
diangan bara api, sesekali
tangan mungilnya bergerak
mengipasi sang bara, agar
smangat menyala
rona mukamu terlihat kuyu
terbayang hangatnya selimut emak
langit makin kelam
pun udara kian mengigit
sedikit pupus kau berharap, tapi
tiap kau ingat keluargamu
gerak kipasmu makin bergelora
do'amu makin berdengung
"angin, bawalah aroma jagungku
tebarkan ke penjuru dunia
smoga mereka tergoda karenanya"

rongga-rongga ilmu kampus ungu

Aku sering termenung di sudut ruang kelas
Menemani hari-hari ketika ilmu bercerita
Menguak tempurung kepala, isi berbeda-beda

Sekejap mata, aku pernah bertanya pada dosenku
itu: dengan sopan, aku bertanya, “Untuk apa, aku,
mereka, engkau, menuntut ilmu?” Dia menjawab
“Kau kenapa? Tanyalah pada orang tuamu…”

Ah, padahal aku masih belum mengerti cara
melunasi biaya pendidikanku, semakin lambung meninggi
aku masih ingin bertanya di lamunan sekejap itu