Dia: Lady Gaga. Saya: Little Monster

Masalah musik emang masalah selera. Begitu juga selera bermusik gua. Gua sendiri cenderung lebih menyukai lagu-lagu Barat sono. Bukan berarti gua sok kebarat-baratan ataupun bernostalgia dengan kampung halaman (taela), hanya saja menurut gua lagu-lagu Barat musiknya lebih variatif. Selain itu, mereka pun lebih kreatif dalam menulis lirik lagu. Lirik mereka g melulu tentang cinta, patah hati, ato minta dicariin jodoh kaya lagu-lagu Indonesia. Tapi juga lagu-lagu yang liriknya memotivasi orang lain dengan diksi (pilihan kata) yang tak biasa. Hal tersebut yang jarang ato malahan tidak ditemukan pada lagu-lagu Indonesia yang liriknya sering asal jadi. Apalagi sekarang lagi musim-musimnya Boyband-Girlband yang membuat mereka lebih mementingkan tampang si penyanyi daripada musik/liriknya.

Lanjutkan membaca “Dia: Lady Gaga. Saya: Little Monster”

Pump It Up: Nyoba sekali, anda bakalan nyandu selamanya!!

Kamu pernah ngedance? Bukan, yang gua maksud bukan dance yang nari-nari gitu. Tapi main game dance. Di mall pasti ada yang namanya tempat bermain, kan? Nah, biasanya di sana ada mesin permainan dance. Dengan layar monitor dan tempat buat nginjak kakinya. Mesin ada dua macam, ada yang namanya DDR (dance-dance revolution). Kalo DDr ini adanya di Time Zone, dengan empat panah sejajar dan menyerupai tanda tambah (+). Satu lagi namanya Pump It Up. Kalo yang ini bentuk panah buat kakinya kaya’ tanda silang (x) ditambah satu tombol di tengah (dibilang tombol juga ni mesin diinjak).

Lanjutkan membaca “Pump It Up: Nyoba sekali, anda bakalan nyandu selamanya!!”