Apa Kabar Kartun Indonesia?

Belakangan ini setiap sore gua punya kebiasaan baru yaitu duduk manis di depan tv. Sejujurnya gua bukan tipe orang yang hobi nonton, sih. Kecuali buat nonton berita biar g ketinggalan informasi. Nah, selain nonton berita, gua tiap sore juga suka nonton kartun. Yup, kartun. Terkesan kekanakkan memang, tapi menurut gua nonton kartun bagus buat menghilangkan kejenuhan. Ada beberapa kartun yang mesti gua ikutin ceritanya.

Shaun the Sheep

Kartun ini berkisah tentang kehidupan domba-domba di sebuah peternakan. Nah, dari sekian banyak bintang di langit, pasti ada satu yang paling bersinar. Dari sekian banyak domba di peternakan, ada seekor yang paling menonjol (duile, pake peribahasa segala Lung). Dialah Shaun si Domba. Kalau ditilik dari jambulnya yang oke punya, sepertinya si Shaun ini tergolong domba remaja. Tapi dia bukan remaja ababil kaya kebanyakan remaja Indonesia sekarang, justru dia domba remaja yang banyak akal. Banyak permasalahan di peternakan yang dipecahkan oleh Shaun. Baik yang terjadi di lingkungannya sesama domba, maupun antara dia dengan majikannya dan anjingnya. Shaun pun tipe domba pemimpin, bisa dibilang selalu dia yang turun tangan pertama kali jika ada permasalahan di peternakan. Selain karena alasan-alasan di atas, gua juga suka dengan kartun Shaun the Sheep karena suara para domba yang lucu. Suara embik mereka melengking tinggi sehingga terkesan aneh. Belum lagi ketika mereka tertawa. Sampai-sampai adik-adik gua suka meniru suara mengembik di kartun tersebut.

gambar diambil dari sini
gambar diambil dari sini

Oscar’s Oasis

Nah, film kartun berikutnya judulnya Oscar’s Oasis. Kartun ini juga masih mengisahkan tentang dunia binatang. Namun yang jadi pemeran utama di kartun ini adalah si Oscar, seekor kadal yang tinggal di gurun pasir yang panas. Selain mesti berjuang untuk tetap hidup di gurun yang panas, dia juga mesti bertahan dari gangguan musuh-musuhnya yaitu Poppy si Rubah; Buck si Burung Kondor; Harchi si Serigala, ayam-ayam yang senantiasa bernafsu memangsa dirinya; bahkan buaya-buaya dari Oasis (sampai sekarang gua g habis pikir, kok bisa di gurun bisa hidup buaya? Meskipun mereka tinggal di Oasis, tetap saja terkesan janggal. Tapi apa mau dikata, namanya juga kartun). Karena tinggal di gurun yang terik, maka fokus kartun ini berkisar pada Oscar dan teman-temannya yang mencari makan atau minum. Kelucuan sering terjadi dalam usaha mereka mendapatkan makanan dan minuman.

gambar diambil dari sini

Oscar meskipun mempunyai sifat ingin tahu, namun dia terkesan bodoh karena tidak mengetahui bagaimana cara membuka tutup botol ataupun kaleng minuman. Bahkan dia juga tidak tahu kalau makanan kaleng mesti dibuka terlebih dahulu agar kita bisa memakan isinya. Namun, menurut gua sendiri justru di situlah letak realilistis kartunnya. Seekor hewan tetaplah hewan yang mempunyai tingkat kecerdasan yang rendah. Selain (lagi-lagi) dikarenakan suara Oscar yang lucu, satu hal yang paling gua suka dari kartun ini adalah sifat pantang menyerahnya. Ya, untuk dapat tetap hidup di gurun yang tandus, Oscar mesti melakukan berbagai cara dalam hal makan dan minum. Hal ini mengingatkan gua sama sifat manusia sendiri. Seorang manusia juga akan melakukan berbagai cara untuk dapat bertahan hidup. Meskipun terkadang hal yang ia lakukan tak dapat dibenarkan, namun bagaimanapun ia melakukannya karena ingin tetap hidup.

gambar diambil dari sini

Lalu bagaimana dengan kartun Indonesia? Jujur, gua kurang tau dengan perkembangan kartun di Indonesia. Satu-satunya kartun Indonesia yang gua tahu, cuma si Unyil (itu pun kalau masuk kategori kartun). Padahal Indonesia kaya dengan cerita yang bisa dijadikan kartun. Masih ingat soal fabel? Yup, fabel merupakan cerita rakyat yang mengisahkan tentang hewan-hewan yang bisa berbicara layaknya manusia. Nah, kartun-kartun di atas kalau menurut gua bisa dikategorikan dengan fabel. Lalu bagaimana dengan fabel Indonesia? Indonesia kaya dengan fabelnya. Salah satunya adalah si cerdik Kancil. Seandainya saja ada kartunis Indonesia yang mau mempublikasikan si Kancil, mungkin kita mempunyai pilihan lain dalam hal menonton kartun.

Selama ini, kartun-kartun di Indonesia didominasi oleh kartun-kartun jepang (anime) dan barat. Jika kita mau meluangkan waktu setiap minggu pagi, maka di beberapa stasiun tv kartun-kartun dari Jepang dan Baratlah yang banyak menghias layar kaca. Sayangnya, terkadang kartun tersebut tidak cocok dengan rentang usia anak-anak Indonesia. Contohnya anime, di negerinya anime mempunyai rating yang berbeda. Jadi anime A hanya boleh dinikmati kalangan remaja, sementara anime B dapat dinikmati oleh semua umur. Di Indonesia, stasiun tv kurang memperhatikan hal tersebut. Makanya ada beberapa anime yang dihentikan penyiarannya karena mengandung unsur-unsur SARA, seks, ataupun kekerasan yang tidak pantas ditonton oleh anak-anak.

Kembali ke kartun Indonesia, setahu gua Indonesia juga banyak mempunyai kartunis-kartunis handal. Masyarakat Indonesia pun sebenarnya tidak kalah kreatif dengan orang-orang Jepang sana. Hanya saja, apresiasi terhadap karya-karya mereka masih sangat kurang. Tidak jarang, orang-orang menganggap remeh pekerjaan mereka yang membuat kartun. Jangan heran kalau banyak kartunis kita yang memilih berkarya di luar negeri dibandingkan di negeri sendiri. Ke depannya, mari kita berharap kartun-kartun Indonesia akan lebih dihargai di ranah sendiri. Sehingga anak-anak Indonesia tidak hanya familiar dengan kartun barat, anime, maupun duo bersaudara dari negeri Jiran. “Betul, betul, betul.”

23 pemikiran pada “Apa Kabar Kartun Indonesia?

  1. Tuh ada si Huma. yg kepalanya gede banget separuh tinggi badan.
    eniwe… katanya Upin dan Ipin sebenernya ciptaan orang Indonesia, tp ditolak production house Indonesia. Dijual ke Malaysia, malah laku!

  2. di Indonesia mah mikirnya semua kartun ya tontonan anak2 makanya anime2 ‘berat’ bisa tayang di minggu pagi. jangankan film anak, lagu anak2 aja udah nggak kedengeran lagi. anak SD skrg ngertinya malah lagu2 sinetron haha

  3. sama masbro, saya juga suka nonton berita..
    btw, untuk kartunnya itu, saya palingan nonton yang Shaun the Sheep..temen2 saya yang lain doyan banget tuh animasi, apalagi sekarang ada Larva..
    saya setuju dengan tulisan terakhirnya..”kurang apresiasi” itu aja..kalo lebih, saya rasa kartunis Indo juga handal..saya pernah liat buku di gramed, karya kartunis Indo yang dapat penghargaan di LN

Biasakan Berkomentar Setelah Membaca, Ya.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s