The Severus Snape’s Love Tragedy

“How Deep is Your Love?”

Rabu (24/08), gua lagi asyik leyeh-leyeh di kasur kumal gua tercintah ketika tiba-tiba BBM hp Nokia 1200 gua menjerit mesra. Ternyata sms dari kakak sepupu gua, Kak Icha. Dia nanya, “Lagi ngapain, Lung? Ada kegiatan g hari ini? Nonton HarPot di Bioskop Raya, yuk? Ditunggu di sana jam 13.30, ya.”

Bak mendapat durian runtuh siang hari, gua langsung bangkit dari kubur tidur gua. Gua g menolak sedikit pun ajakan tersebut. Muka gua yang masih memble langsung sumringah. Mumpung masih euforia Harry Potter and the Deathly Hallow part 2, pikir gua. Gua bergegas mandi wajib bersih dan menuju pasar raya. Sampai di pasar raya, gua shalat terlebih dahulu di Mesjid Muhammadiyah baru ketemuan dengan Kak Icha. Oh, ya. Kak Icha itu salah satu kakak sepupu gua yang sedang berstatus mudikawati. Berhubung dia lagi liburan maka dia ngajak gua nonton. Setelah sungkeman salaman terlebih dahulu, kami pun bergegas menuju ke bioskop karena waktu sudah menunjukkan pukul 13.00.

Sampai di gerbang bioskop, mata gua berbinar-binar melihat bioskop tersebut dari luar. Gua terisak dan mengeluarkan sapu tangan buat ngelap ingus gua yang tiba-tiba banjir. Sumpah, seumur-umur baru waktu itu gua pertama kali menjejakkan langkah di bioskop! Terkesan katro, ya? Tapi mau bagaimana lagi, gua lebih suka menadah pada bandar film gua buat menuntaskan kedahagaan gua akan film-film buat ditonton (alasan, padahal emang g ada duit buat nonton di bioskop).

Ketika kami ingin membeli karcis, kami bengong. Kok yang mau nonton dikit banget? Hanya ada beberapa pasangan sejoli yang ingin memadu kasih menonton Harry Potter juga. Berusaha tidak mempermasalahkan, kami pun masuk ke dalam bioskop yang gelap. Di dalam sudah ada pasangan lainnya yang asyik mojok, sementara gua malah asyik nepuk nyamuk yang berterbangan di telinga gua. Tahu aja darah gua manis.

Tidak beberapa lama kemudian, layar bioskop pun menayangkan film yang ditunggu-tunggu oleh banyak umat manusia di dunia, “Harry Potter and The Deathly Hallow, Part II.” Gua langsung duduk manis. Hanya butuh beberapa kedipan mata hingga gua terpesona oleh film ini. Meskipun gua sudah melahap semua novelnya tapi tetap pesona novel karya J. K. Rowling ini tidak luntur jika difilmkan.

Selesai menonton, ada yang mengganjal di pikiran gua. Gua g terlalu berminat membahas review filmnya karena pasti sudah banyak membahasnya. Gua lebih tertarik dengan kisah cinta si Snape di film ini. Yup, Severus Snape.

Pecinta Harry Potter pasti sudah tidak asing dengan nama Severus Snape. Salah satu pengajar di Hogwarts yang bertampang lempeng dan nyaris tidak mempunyai rasa humor sama sekali. Dari awal masuknya Harry, Snape sudah merasa benci dengan bocah tersebut. Tidak lain dikarenakan Harry adalah anak dari James Potter, orang yang paling dibenci Snape karena suka mengganggunya.

Nah, dari The Sorcerer’s Stone sampai The Half Blood Prince, bukti tak terbantahkan sudah menunjukkan kalau Snape itu orang jahat dan antek-anteknya Voldemort. Sewaktu The Deathly Hallow keluar, gua langsung berburu  novelnya dan terkejut dengan fakta yang sengaja disimpan oleh Rowling buat para pembaca di dalamnya. Ternyata Snape begitu mencintai Lily Potter, ibu Harry Potter.

Rasa cintanya tumbuh sejak kecil saat ia melihat Lily melakukan sihir di depan Petunia. Kemudian cinta itu terus tumbuh saat mereka masuk Hogwarts namun bertepuk sebelah tangan  ketika Lily mengenal James dan menikah dengannya. Dan ketika Harry lahir, apakah rasa tersebut hilang. Tidak, cinta Snape pada Lily abadi.

Snapelah yang meyakinkan Lily untuk pergi ke Hogwarts ketika Lily bertengkar dengan Petunia saat Petunia mengatakan “Freak” untuk orang-orang yang sekolah di Hogwarts. Snape pula yang memohon pada Dumbledore untuk melindungi Lily dan anaknya saat Voldemort mendengar ramalan Trelawney tentang bocah yang bakal mengalahkannya.

“If she means so much to you,” said Dumbledore, “surely Lord Voldemort will spare her? Could you not ask for mercy for the mother, in exchange for the son?”

“I have – I have asked him – ”

“You disgust me,” said Dumbledore, and Harry had never heard so much contempt in his voice. Snape seemed to shrink a little, “You do not care, then, about the deaths of her husband and child? They can die, as long as you have what you want?”

Snape said nothing, but merely looked up at Dumbledore.

“Hide them all, then,” he croaked. “Keep her – them – safe. Please.”

“And what will you give me in return, Severus?”

“In – in return?” Snape gaped at Dumbledore, and Harry expected him to protest, but after a long moment he said, “Anything.”

Ya, demi rasa cintanya pada Lily, Snape memilih menjadi agen ganda. Ia berpura-pura menjadi budak Vlodemort padahal ia adalah orang kepercayaan Dumbledore. Sewaktu Lily meninggal karena dibunuh Voldemort, Snape juga sempat ingin mati. Namun Dumbledore mencegahnya dan membujuk Snape untuk melindungi Harry dengan mengatakan kalau Harry mempunyai mata yang sama dengan Lily.

“Her boy survives,” said Dumbledore. With a tiny jerk of the head, Snape seemed to flick off an irksome fly. “Her son lives. He has her eyes, precisely her eyes. You remember the shape and color of Lily Evans’s eyes, I am sure?”

“DON’T!” bellowed Snape. “Gone…dead…”

“Is this remorse, Severus?”

“I wish…I wish I were dead…”

“And what use would that be to anyone?” said Dumbledore coldly. “If you loved Lily Evans, if you truly loved her, then your way forward is clear.” Snape seemed to peer through a haze of pain, and Dumbledore’s words appeared to take a long time to reach him.

“What – what do you mean?”

“You know how and why she died. Make sure it was not in vain. Help me protect Lily’s son.”

“He does not need protection. The Dark Lord has gone – ”

“The Dark Lord will return, and Harry Potter will be in terrible danger when he does.” There was a long pause, and slowly Snape regained control of himself, mastered his own breathing. At last he said, “Very well. Very well. But never – never tell, Dumbledore! This must be between us! Swear it! I cannot bear…especially Potter’s son…I want your word!”

“My word, Severus, that I shall never reveal the best of you?” Dumbledore sighed, looking down into Snape’s ferocious, anguished face. “If you insist…”

Sejak itulah Ia mengamati perkembangan Harry dan melaporkannya pada Dumbledore namun juga berusaha patuh sebagai Pelahap Maut pada Voldemort. Snape rela dicap penjahat dan dibenci setengah mati oleh Harry hanya agar Harry tidak mengetahui kalau ia melindungi Harry demi ibunya. Bahkan saking cintanya pada Lily, sampai-sampai Snape mempunyai Patronus yang sama dengan Lily!

“I have spied for you and lied for you, put myself in mortal danger for you. Everything was supposed to be to keep Lily Potter’s son safe. Now you tell me you have been raising him like a pig for slaughter – ”

“But this is touching, Severus,” said Dumbledore seriously. “Have you grown to care for the boy, after all?”

“For him?” shouted Snape. “Expecto Patronum!”  From the tip of his wand burst the silver doe. She landed on the office floor, bounded once across the office, and soared out of the window. Dumbledore watched her fly away, and as her silvery glow faded he turned back to Snape, and his eyes were full of tears.

“After all this time?”

“Always,” said Snape.

Bagi Snape, mencintai tidaklah harus memiliki orang yang kau sayangi. Terkadang dengan melihatnya bahagia saja sudah lebih cukup. Bahkan hanya dengan memiliki secabik kertas yang berisi tulisan orang yang disayanginya, sudah melebihi apa yang ia punya di dunia ini.

And next, Snape was kneeling in Sirius’s old bedroom. Tears were dripping from the end of his hooked nose as he read the old letter from Lily. The second page carried only a few words: 

could ever have been friends with Gellert Grindelwald. I think her mind’s going, personally!

Lots of love,

Lily

Snape took the page bearing Lily’s signature, and her love, and tucked it inside his robes. Then he ripped in two the photograph he was also holding, so that he kept the part from which Lily laughed, throwing the portion showing James and Harry back onto the floor, under the chest of drawers…

Sumpah, seumur-umur belum pernah gua menemukan cinta seperti cinta yang dimiliki Snape. Dia rela hidup dalam kebohongan, menjaga anak dari rivalnya, bahkan mati demi cintanya pada Lily Potter. Cinta yang dimiliki Snape baru bisa dibilang cinta sejati. Zaman sekarang, mana ada cinta yang seperti itu? Gua secara pribadi mengacungkan jempol buat J. K. Rowling atas usahanya menulis kisah cinta Snape. Rowling sengaja menyimpan semua rahasia tersebut dari buku satu dan baru membeberkannya di buku terakhirnya. Dan dia sukses merangkai semua rahasia tersebut menjadi cerita yang apik. 

Balik lagi ke pendapat gua mengenai filmnya, meskipun banyak scene  yang tidak ada di dalam novelnya. Tapi David Yates-sang sutradara-dan Steve Kloves-sang penulis screenplay-cukup berhasil mentransformasi sebuah novel ke dalam layar lebar. Banyak efek-efek khusus yang menjadikan orang yang menontonnya menahan napas. Gua sendiri paling suka adegan sewaktu Neville menebas kepala Nagini. Hanya saja, seperti yang beberapa orang katakan. Akhir dari film ini kurang greget. Adegan sewaktu Voldemort dikalahkan Harry terlihat biasa saja.

Belum lagi adegan pertarungan antara Molly Weasley dengan Bellatrix yang kurang meyakinkan. Mimik wajah Molly kurang menunjukkan pembelaan seorang ibu saat anaknya akan dibunuh oleh seseorang. Padahal di novel sendiri, Molly begitu marah saat Bellatrix hampir membunuh Ginny dan kemarahannya itulah yang melahirkan keberanian untuk melawan seorang Bellatrix. Dan satu hal lagi yang menurut gua tidak masuk akal baik di novel maupun di filmnya adalah kebangkitan Harry Potter. Padahal dalam pelajaran sihir hitam dikatakan bahwa “Avada Kedavra” adalah sihir paling mematikan dan akan membunuh siapa saja yang terkena kutukan tersebut. Jika Harry hidup kembali, bukankah itu berarti J. K. Rowling mematahkan sendiri teori yang sudah ia buat? 

Bagaimanapun, film ini adalah akhir dari kisah perjalanan seorang Harry Potter. Gua cukup puas mengikuti perkembangannya baik melalui novel ataupun filmnya dari yang pertama hingga yang terakhir. Wajar kiranya film ini mendapat rating 8, 4 dari IMDB. Untuk penutup, gua ketawa waktu menonton Harry, dkk sembilan belas tahun kemudian. Terlihat jelas pemaksaan untuk menjadikan para pemeran yang masih muda terlihat tua. Bahkan Ginny yang biasanya tampak manis, terlihat seperti berumur 40-an.

Bagaimana dengan sahabat sekalian? Apa pendapat kalian dengan kisah cinta seperti yang dialami Snape? Apakah cinta sahabat pada orang yang terkasih juga cinta sejati atau hanya cinta sesaat? 

Catatan: Kutipan novel di atas diambil dari Novel Harry Potter and The Deathly Hallow English Version.

38 pemikiran pada “The Severus Snape’s Love Tragedy

  1. yayaaa…
    semua orang kagum kepada snape saat harry potter 7 keluar.

    Adegan dia mati itu mengharukan bgt yah bang.
    dia muji matanya harry.

    hiks hiks😥

    Btw dapet teks aslinya (english) darimana bang?

    coz mustahil rasanya nyimak yg lagi tayang di film.
    kancang banaa…
    ndak takaja manyimak…

    HAHAHAHA😀

    1. bener banget, Ul. Waktu baca novelnya aja udah sedih, pas nonton filmnya tambah sedih ngeliatnya. Kalau saya paling suka waktu dia ngeluarin patronusnya tuh. Patronus nya sama dengan Lily.🙂

      Teks aslinya dapat dari novelnya yang English Version, Ul. Itu udah ditulis.🙂

  2. JK. Rowling hebat banget jenius banget ya, bisa menciptakan karakter yang begitu kuat kaya Snape ini :’)

    Ajaibnya, Snape mengingatkan saya sama Uchiha Itachi di komik Naruto. Karakter mereka mirip banget🙂

  3. busyet, pertama kalinya nonton di bioskop, sekalinya bikin review manteb gilak euy. hehehe.. saya sendiri malah blom nonton HP7, katrok ye?. tapi kalo baca kata-katanya Snape, emang keliatan banget tru love nya dia kebawa sampe mati. salut juga sama JK Rowling yang bisa ngemas kisah ini sampe segitunya

  4. Kukuh Nova Putra

    dikota aku belum tayang.
    jadi blum nonton.
    hehe

    Kalo di warnet pasti udah ada. Tai pasti gambarnya jelek, secara bajakan gitu.

  5. wah, sesi ini yang paling aku suka. iya, kebenaran tentang cintanya Snape akhir-akhir ini bikin gereget aja. tapi juga sampe kebawa nangis, mas Sulung..😥

    luar biasa menyentuh ceritanya..

  6. Justru sebenarnya keseluruhan cerita Harry Potter itu kan ya tentang cintanya Snape sama Lily kan?🙂 CUma memang baru di-reveal pas akhir-akhir aja, hehe🙂

  7. Woooow ternyata begitu yah… makasih lho, udah menjelaskan perihal Snape ini.
    Saya udah baca semua buku Harpot sejak nomor satu sampe enam, tapi entah kenapa saya jadi bosan saat akan baca buku ketujuh. Jadinya buku hardcover harpot 7 saya masih belum terbaca ama saya.😐
    So, penjelasan Sulung sangat berguan bagi saya. Saya juga belom nonton pilemnya.:mrgreen:

    Eh eh, kasih saya spoiler, Snape mati gak sih di novel dan film-nya?

  8. Gan sebenarnya harry hidup kembali karena ia sudah memiliki 3 relikui kematian diceritakan bila ia memiliki semua relikui itu bila ia mati maka ia berhak memilih mati dengan tenang atau hidup sekali lagi jadi bukan karena kebetulan.

  9. Yap.. dari awal saya emang selalu nganggap Snape itu baik,.,. soalnya kalau saya jadi yang nulis, saya pasti pingin ngasih kejutan bahwa orang yang paling dibenci Harry sebenarnya tidak seperti yang kita duga..

    cinta Snape sama lily kalo ga salah udah ada spoilernya waktu di buku 5..

    belum nonton, tapi percaya deh pemeran Snapenya sukses bikin bang Sulung jatuh hati, hahaha

    ga terasa, ternyata udah ketinggalan jauh sama blog inih

  10. well… aku sendiri penggemar Harpot… meskipun aku familiar ama kata2 yang bung sulung kutip dari bukunya. aku tetep aja tersentuh oleh uraian bung soal cinta Snape pada Lily…

    cuman mau ngasi komen soal “Avada Kedavra”… bung sulung pasti tau bahwa selama 16 tahun (karena kejadian pembunuhannya pas Harry umur 1 taun) dalam tubuh Harry ada 2 jiwa. Jiwa Harry dan jiwa Voldemort… jadi waktu “pertempuran di hutan”, yang dibunuh Voldemort adalah cabikan jiwa voldemort, bukan Harry. jadi secara teori Harry masih hidup….. kira2 begitu yang aku tangkep dari Miss Rowling mah…
    Salam erat,

  11. endi

    aku bingung dengan cinta milik snape, apakah harus seperti itu, aku dulu berprinsip seperti snape, tapi orang-orang disekitarku mengatakan cinta seperti itu membuat aku seperti orang bodoh. namun ternyata memang semua wanita berharap dia mendapatkan cinta seperti snape.
    namun logika aku kadang-kadang mengatakan, apakah pantas seorang wanita mendapatkan cinta seperti itu?, pengorbanan begitu besar yang dilakukan snape untuk lily. apa yang didapatkan snape? Lily?, bahkan maaf pun tidak didapatkannya. hanya rasa perih akan kerinduan dan cinta yang tidak terbalas.

    tapi aku salut dengan snape, dia mampu memberikan sesuatu yang kemungkinan hanya sedikit dari pria yang ada didunia ini yang mampu melakukannya.

    masalahnya adalah, apakah jika aku mencintai seorang wanita, haruskah cintaku seperti snape?

  12. Sunny

    mau nambahin penjelasannya bang ‘kabut pikir’.
    hehe
    sebenarnya dulu voldemort membagi jiwanya dalam 7 keping yang namanya horcrux. horcrux-horcrux itulah yang diburu harry pada buku ke 7 agar voldemort dapat dikalahkan. harry mengetahui melalui memori snape sesaat sebelum snape mati bahwa harry sendiri adalah salah satu horcrux itu sendiri, itulah mengapa ada semacam koneksi antara mereka dirinya dan voldemort. makanya muncul pemikiran bahwa dengan matinya harry, horcrux (kepingan jiwa) tersebut juga akan lenyap. saat voldemort melepaskan curse Avada kedarva, horcrux yang ada dalam tubuhnya harrylah yang lenyap dan ketika dia hidup kembali, harry hidup sebagai dirinya sendirinya, tidak ada lagi koneksi antara dia dan voldemort.

  13. bella

    Hmm , bukannya kyak gitu . Knyataannya , tongkat Elder sbnernya adalah milik Harry saat Harry menangkis Draco di Malfoy Manor di film Deathly Hallow 1 , dan sesuai teorinya , tongkat sihir tdak bsa membunuh atau menyakiti pemilik asli dri tongkat itu ..
    Dan sperti yang kakak lihat , Voldemort jatuh dan keadaan itu mmbuat Harry “mati sesaat” dan menghancurkan sebagian jiwa voldemort yg ada di diri Harry ^^

  14. yeshii ajha

    mau nanya admin, yg jdi pertanyaan, patronous severus snape nya kuq muncul di hadapan prof dumbledore ya di harpot 7 ,, padahalkan dumbledore nya udah meninggal di harpot 6,, ?hm bgaimana itu ceritanya ya,, ?( tapi kalau boleh jawab sndiri , mungkinkah itu hanya pertanda bahwa dia memiliki patronous yg sebgai ungkapan kecintaannya,. )

  15. Waktu part avada kedavra dan harry ga mati itu bukannya pas itu voldemort ngebunuh jiwanya yg ada di dirinya harry yak..
    Apa sih namanya lupa.
    Kann sebelumnya uda dijelasin kak…

Biasakan Berkomentar Setelah Membaca, Ya.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s