Selamat Ulang Tahun, Sahabat

Seberapa besar arti seorang sahabat buatmu? Buat gua, sahabat adalah segalanya. Jika suatu saat gua mesti memilih antara sahabat atau pacar, gua tanpa ragu akan langsung memilih sahabat. Kenapa gua memilih sahabat? Pertama, karena seorang sahabatlah tempat kita berbagi. Kedua, karena gua sendiri belum pernah pacaran. Hehe.

Nah, hari ini seorang sahabat gua berulang tahun. Terlahir dengan nama Selvi Ramuna di Padang tanggal 22 September 1989. Buat gua, dia merupakan seorang teman sekelas sekaligus sahabat terbaik sepanjang masa.

selvi ramuna
Ini dia orangnya!

Kedekatan

Awal perkenalan gua sama Muna (panggilan gua buat dia), gua satu kelas di perguruan tinggi yaitu Reguler B. Awalnya gua biasa saja saat sekelas dengan dia, gua tipe orang yang pemalu jadi tidak berani memulai untuk berkenalan. Sehingga hubungan pertemanan kami biasa saja. Sekedar say hello dan basa-basi belaka.

Suatu hari, selesai kuliah hanya tinggal gua dan dia di tenda (waktu itu gempa baru saja melanda Kota Padang, sehingga beberapa gedung kuliah kami rusak dam memaksa kami buat belajar di tenda-tenda darurat). Gua masih sibuk membereskan proyektor yang digunakan untuk perkuliahan sementara dia duduk termenung di pojok tenda. Tiba-tiba dia meneteskan air mata, gua yang paling g bisa lihat wanita menangis (tsaah!) pun mendekatinya.

“Kenapa, Vi?” tanya gua (waktu itu belum manggil dengan nama Muna)

Awalnya dia tidak mau berterus terang, namun lantaran gua memaksa dia pun menyerah. Dia bercerita tentang masalah keluarganya, gua tersenyum. Bukan senyum mengejek. Gua bilang sama dia kalau masalah hanyalah satu dari cara Tuhan mendewasakan kita. Gua yang anak broken home saja bisa tetap bergembira menghadapi dunia. Ia pun berusaha mengerti dan mencoba tidak terlalu memikirkan masalahnya. Sejak itu hubungan kami menjadi dekat (kalau dipikir-pikir, gua waktu itu sok bijaksana banget dah).

Dia Mengubah Gua

Ada beberapa sifatnya yang sering bikin gua terkagum-kagum. Selvi itu seseorang yang mempunyai percaya diri yang tinggi. Selain itu dia gampang bergaul dengan orang-orang meskipun orang tersebut baru dikenalnya. Sejak dekat dengannya, sifat gua yang pemalu dan cenderung pasif perlahan-lahan mulai berubah. Gua mulai berani buat berkenalan dengan orang-orang baru, gua juga mulai berani tampil di depan umum untuk menyuarakan apa yang gua punya. Sifatnya yang terbuka dan humoris, mau tidak mau menular ke gua. Gua jadi suka bercanda bahkan mendekati gila. 

Duet Gila

Lama bersahabat dengannya membuat gua nyadar kalau gua dan dia sama-sama mempunyai persamaan yaitu gila. Kami berdua sering saling menantang siapa yang paling berani gila-gilaan di depan umum. Gua masih ingat, kalau gua jalan sama dia dan turun lewat ekskalator, maka kami saling menantang siapa yang berani duduk selama ekskalator berjalan atau melawan arah ekskalator. Jadilah saat ekskalator turun, gua dan dia duduk diiringi tatapan aneh orang-orang. Terkadang kami menggunakan ekskalator yang turun untuk naik dan ekskalator yang naik untuk turun. Benar-benar kegilaan yang tidak pantas untuk ditiru.  

Tak jarang kami sengaja ke mall, mencoba baju-baju yang didiskon namun pergi tanpa membeli apa-apa. Atau kami berdua diam-diam menyemprot parfum yang jelas-jelas bertuliskan “Dilarang Mencoba” ke badan kami dan pergi tanpa membelinya. Belum lagi sifat kami yang suka duduk sembarangan. Kami suka duduk di bawah etalase toko ataupun tangga sebuah toko. Kami juga sering duduk di pinggir jalan untuk sekedar ngaso atau mengganggu orang-orang yang lewat. Bahkan bule yang sedang lewat pun pernah kami ganggu. Untungnya, sampai sekarang kami belum pernah ditangkap akibat kegilaan kami tersebut. Berikut beberapa kegilaan kami yang tertangkap kamera:

manequin and me
Dipilih-dipilih!
selvi ramuna dan sulung lahitani
Mari kita dukung Tim Nas!!! GO, GO, GO!!!
selvi ramuna dan sulung lahitani
Pose ala Film India.
sahabat
G ada ojek, becek!

Saling Berbagi

Kedekatan kami berdua ternyata menimbulkan bisik-bisik diantara teman-teman sekelas. Banyak yang bilang kalau kami berdua sebenarnya pacaran dan persahabatan kami hanya kedok buat menutupinya. Apalagi gua dan Muna pernah sengaja mencantumkan relationship di facebook kami menjadi kawin sehingga kecurigaan mereka makin menjadi-jadi. Padahal hal tersebut hanyalah satu dari kegilaan kami yang lainnya. Sebab kami berprinsip kalau sahabat tidak mungkin menjadi pacar. Mendengar gosip tersebut,  kami berdua menanggapinya dengan santai. Maksudnya, guanya nyantai karena serasa selebritis yang suka digosipin sementara dia sendiri misuh-misuh.

“Gua g rela dibilangin pacaran sama lu, Lung. Apa kata orang tua gua nanti? Masa gua sekolah tinggi-tinggi dapat pacar yang tampangnya kaya tukang becak?” 

 Seorang sahabat senantiasa menyemangati sahabatnya saat sahabatnya sedang dirundung duka. Itulah yang kami lakukan. Ketika dia ada masalah, maka dia bakal mengadu ke gua dan gua dengan senang hati mendengarkan keluhannya. Tak lupa memberikan jalan keluar tentunya. Begitu pula dia, ketika gua merasa down dengan nasib bimbingan gua yang lontang-lantung, dia menyemangati gua untuk tetap fight dan bangkit.

Tak jarang dia memberikan gua hadiah-hadiah kecil namun memiliki arti yang sangat besar buat gua. Gua pernah naksir sama cincin yang dia pakai, tapi dia bilang kalau cincin tersebut pemberian adiknya jadi g mungkin dikasih ke orang lain. Eh, tiba-tiba malamnya dia sms gua (smsnya masih gua simpen sampai sekarang).

Ndeh, Lung. Gua sadang caliak cincin. Sabananyo ibo hati gua, tapi lu nandak bana bantuaknyo. Dek lu lah gua anggap sobat gua. Ko ikatan wak baduo mah. Tapi gua minta ijin ka adiak gua dulu kok buliah. Hehe. Lai nio tarimo teman sejatimu, Lung?” (Lung, Gua lagi liat cincin nih. Sebenarnya gua g tega ngasihnya, tapi lu kayaknya kepengen banget. Berhubung lu udah gua anggap sahabat gua. Cincin ini udah gua anggap ikatan kita berdua. Tapi gua minta izin dulu sama adik gua. Hehe. Mau g lu terima teman sejatimu, Lung?) 

Sewaktu kami PKL dan tempat PKL kami berbeda, dia juga pernah memberikan gua gelang yang dia beli di pasar. Dia bilang kalau sewaktu dia beli gelang tersebut, tiba-tiba dia ingat gua. Makanya dia beli dua gelang (sayangnya gelang tersebut g sengaja putus sama gua).

Titip Do’a

Berhubung dia hari ini ulang tahun, gua pengen mengucapkan sebait do’a buatnya.

“Selamat Ulang Tahun, Ma Men. Semoga semua cita-cita lu terwujud, sisa umur lu berkah, dan diberi kesehatan selalu. Semoga persahabatan kita abadi sampai kakek-nenek. Meski setelah wisuda kita bakal berpisah, gua harap jarak g jadi alasan persahabatan kita tetap terjalin erat. Gua pengen suatu hari ngeliat lu kerepotan bawa anak lu yang ingusnya meler sementara tangan lu yang lainnya digandeng oleh suami lu. Dan gua juga bawa pasangan sendiri. Gua pengen saat hal itu terjadi, kita masih tetap sobatan. Sehingga kita bisa mengenang kenangan-kenangan yang pernah kita ukir di memori persahabatan kita empat tahun lamanya.”

“Teman memberimu senyuman, tapi sahabat memberikan kebahagiaan.

Teman suatu saat akan menceritakan yang tidak benar tentang dirimu, tapi sahabat akan menjaga dengan baik rahasia-rahasiamu.

Seribu teman datang di saat kamu tertawa bahagia, tapi seorang sahabat akan datang saat kamu berderai air mata.”

8 pemikiran pada “Selamat Ulang Tahun, Sahabat

  1. Selamat ulang tahun ya buat sahabatnya!!🙂

    Wah, itu pas nyemprot parfum untungnya gak ketauan penjualnya ya, hahaha😀 Kalo ketauan kalo dipaksa beli gimana hayo? haha

  2. Anonim

    Persahabatan diwarnai dengan berbagai pengalaman suka dan duka, dihibur-disakiti, diperhatikan-dikecewakan, didengar-diabaikan, dibantu-ditolak, namun semua ini tidak pernah sengaja dilakukan dengan tujuan kebencian tapi karena adanya kasih sayang🙂

    #syajugamerasakannya

  3. Ping-balik: [Me vs Skripsi] Part 2, TUKAR! « Dunia Jungkir Balik

Biasakan Berkomentar Setelah Membaca, Ya.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s