Food For Somalia

Sahabat, apakah ada sesuatu yang mengganjal dipikiranmu saat ini? Apa yang mengganggumu? Tidak suka dengan makanan yang tersedia di hadapan sahabat? Atau malah membuang-buang makanan karena tidak mampu menghabiskannya? Coba baca tulisan di bawah ini.

*          *          *

Kekeringan melanda dimana-mana. Di Pulau Jawa, tak terhitung daerah yang mengalami gagal panen ataupun kehabisan pasokan bahan makanan. Beberapa warga terpaksa makan nasi aking ataupun makan seadanya hanya untuk menyambung nyawa. Belum lagi air yang semakin langka. Ada apa dengan bumi kita? Kitakah penyebab semua bencana ini atau memang Tuhan sedang menguji kita? Bukankah Indonesia negara yang subur? Bahkan seorang penyanyi mengabadikan suburnya Indonesia dalam sebuah lagu (saya lupa liriknya, yang saya ingat diawali dengan “bukan lautan, tapi kolam susu”). Lalu kenapa hujan seolah enggan menyapa kita?

Sejenak mengalihkan pandangan dari bumi pertiwi yang seharusnya gemah ripah loh jinawi, mari kita melawat ke Somalia. Sebuah negara di tanduk Afrika. Jika kita merasakan kemarau baru belakangan ini, saudara-saudara kita di sana justru sudah merasakannya lebih dari 11 pekan. Kemarau berkepanjangan menyebabkan sumber air sangat sulit di dapat. Mereka berteduh di rumah-rumah kumuh yang terbuat dari kardus, plastik, jerami, terpal, bahkan ranting kering. Kenyamanan yang biasa kita dapatkan, hanyalah sebuah mimpi bagi mereka. Belum lagi dengan sanitasi yang ala kadarnya membuat mereka rentan terhadap penyakit. Penyakit kulit, ISPA, malaria, korea, dan penyakit-penyakit lainnya tak bosan mengunjungi tubuh mereka. Jangan heran jika mereka sudah tidak peduli dengan lalat yang mengerubungi mereka.

bencana kelaparan di somalia

Somalia merupakan salah satu negara dengan mayorita muslim terbesar. Ketika Ramadhan, jangan bayangkan keadaan di sana sama dengan apa yang kita rasakan di Indonesia. Kita di Indonesia mungkin dibuai dengan segala macam makanan berbuka baik itu cendol, martabak, atau sekedar teh manis. Tidak jarang, kita justru membuang makanan karena makanan yang kita beli terlalu banyak dan perut tak mampu menampungnya lagi. Namun bagaimana dengan saudara-saudara kita di Somalia saat Ramadhan tiba?

Mereka justru melewati Bulan Ramadhan dengan sangat memprihatinkan. Banyak dari muslim Somalia yang terpaksa berpuasa tanpa sahur akibat kekurangan pangan. Bagi mereka, menahan lapar saat puasa benar-benar menahan lapar dalam arti yang sebenarnya. Di sana, tidak akan kita temukan makanan yang biasa bertebaran di pasar-pasar kaget ataupun di sekitar tempat ibadah. Di mata mereka yang tampak hanyalah penderitaan dan kekurangan pangan yang makin mencemaskan. Ibu-ibu terpaksa meninggalkan bayi mereka di sepanjang jalan karena menghadapi pilihan yang berat. Menyelamatkan yang lebih kuat demi yang lemah atau anak-anak mereka meninggal dalam pelukan mereka.

bencana di somalia

UNICEF memperkirakan 1, 25 juta anak di Somalia Selatan sangat memerlukan pertolongan, termasuk 640.000 anak yang sedang mengalami kelaparan akut. Puluhan ribu orang tewas akibat  kekeringan terburuk di Afrika Timur sepanjang 60 tahun terakhir. 4 juta orang mengalami krisis di Somalia dan 750. 000 beresiko meninggal dalam empat bulan ke depan. Yang paling membuat hati miris adalah tujuh dari 10. 000 orang meninggal akibat kelaparan setiap harinya. Sedikit? Tidak untuk nyawa manusia.

bencana di somalia

*          *          *

Bagaimana sahabat, tidakkah terketuk hati kita melihat penderitaan sahabat-sahabat kita disana? Atau kita hanya akan beralasan jarak yang memisahkan terlalu jauh untuk sekedar mengulurkan tangan? Ingin meringankan beban mereka?

Jika sahabat benar-benar ingin meringankan beban mereka, mari salurkan sedikit rezeki yang kita punya untuk mereka. Sahabat dapat menyalurkan kasih sahabat melalui ACT. ACT merupakan sebuah organisasi yang berfokus membantu negara-negara yang sedang dilanda krisis. Sahabat dapat menyalurkan donasi melalui rekening di:

BCA: 676 030 2021

BSM: 101 000 1114

MANDIRI: 128 000 459 3338

bencana kelaparan di somalia

Jika sahabat ragu dengan tulisan yang saya buat dan menganggapnya penipuan, silakan di cek ke:

Twitter: @ACTforhumanity

Facebook page: aksicepattanggap

Website: http://www.act.or.id

Jangan biarkan saudara-saudara kita menderita lebih lama. Segera salurkan bantuan sahabat dan bagi tulisan ini kepada teman-teman sahabat lainnya. Selanjutnya, tak lupa kita dengungkan do’a semoga bencana kekeringan di Somalia dan Indonesia cepat berakhir.

Catatan: tulisan di atas disadur dari http://www.detiknews.com dengan pengubahan seperlunya.

bencana kelaparan di somalia

11 pemikiran pada “Food For Somalia

  1. kita patut sangat bersyukur ya Sulung.. meskipun indonesia perkembangannya jauh dari negera maju, tapi kita masih tetap bisa bersyukur karena kita masih bisa nyaman tidur, makan, tinggal, dll..
    terimakasih telah mengingatkan untuk senantiasa bersyukur.

  2. Tiap kali mau buang makanan biasanya saya mengcambuk diri sendiri dengan “Ingat Mel! Masih banyak orang yang belum beruntung bisa makan sampe kekenyangan kayak gini!”

    Tapi masih ada saat-saat saya tetep buang-buang makanan, entah itu dengan alasan kekenyangan, ga enak, atau ga suka.. Tapi tetep tiap kali buang saya ngerasa bersalah karena menyia-nyiakan rezeki.. Makanya sekarang kalau masak atau beli sesuatu saya mikirnya lebih lama.. ngeyakinin diri sendiri sanggup ngabisin atau ngga

  3. kondisi negara somalia berbanding terbalik dengan para perompaknya yang hidup megah bergelimangan kekayaan. maka tak heran jika mereka lebih memilih menjadi perompak ketimbang menjadi rakyat biasa.

    sistem pemerintahan pun berjalan tidak dinamis. pemimpin harus siap dan pasrah karena setiap saat dirinya akan digulingkan oleh oposisi sehingga terjadi kekacauan dalam parlementery dan ujung-ujungnya perebutan kekuasaan dengan sistem militerisme.

    tragis.

  4. ga kuat liat foto2nya..
    kenyataan yang menyedihkan..

    dulu, waktu masih sekolah, saya suka makan mie mentah *ketahuan deh!*
    eh, malah di marah sama Oom, katanya saya kek pengungsi di Afrika
    huhuhuhuhu,,,

  5. insinyor@gmail.com

    :’-( nyesel gua bacanya. . Miris juga ya seharusnya ini di publikasikan. . Agar semua orang sadar termasuk yang rakus tuh (:-(

Biasakan Berkomentar Setelah Membaca, Ya.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s