[Movie] Blood Diamond

Apa yang sahabat rasakan seandainya suasana damai, aman, dan tentram yang selama ini berkelindan di sekitar sahabat, tiba-tiba tergantikan oleh perang? Sahabat tak bisa lagi merasakan nikmatnya menuntut ilmu. Sahabat tak mampu lagi mengecap nikmatnya tidur nyenyak di malam hari. Bahkan sahabat senantiasa merasa khawatir salah satu dari anggota keluarga akan diculik dan tak hanya pulang nama. Hal itulah yang terpetik ketika saya menonton film Blood Diamond.

Keluarga Solomon Vandy (Djimon Hounsou) awalnya hidup bahagia di sebuah desa kecil di Sierra Leon. Bersama istrinya, Jassie Vandy (Benu Mabhena), Solomon berusaha membesarkan tiga orang anaknya sebaik mungkin. Anak pertamanya, Dia Vandy (Kagiso Kuypers), ia didik dengan keras soal pendidikannya. Solomon tidak ingin anaknya menjadi nelayan seperti dirinya, karenanya Dia harus sekolah dengan rajin meski tanpa seragam mewah dan buku tulis mahal. Untungnya Dia adalah tipe anak yang penurut dan memang menyukai sekolah. Ia senantiasa menyerap pelajaran dengan baik dan bercita-cita menjadi dokter.

Akan tetapi, ketenangan tersebut tiba-tiba terusik. Tentara Revolutionary United Front (RUF) merangsek ke desa Solomon. RUF menculik Dia dan menangkap Solomon. Solomon pun terpisah dari istri dan ketiga anaknya. Solomon yang dipekerjakan mencari berlian, tiba-tiba mendapat sebuah berlian pink yang besar. Berlian langka! Ketika ia akan dibunuh pimpinan RUF karena berusaha menyembunyikan berlian, tentara pemerintah menyerang. Solomon dimasukkan ke dalam penjara bersama orang-orang lainnya. Di penjara, ia berkenalan dengan Danny Archer (Leonardo Di Caprio). Seorang penyelundup berlian yang juga ditangkap pemerintah karena berusaha menyelundupkan berlian ke negara tetangga.

Solomon dan Danny pun bekerja sama. Solomon berjanji akan menyerahkan berlian langka tersebut jka Danny mau membantunya menemukan keluarganya kembali. Maka dimulailah petualangan Danny, Solomon, dan Maddy Bowen (Jennifer Connely), seorang jurnalis yang berusaha mendapatkan informasi penyelundupan berlian dari Danny untuk artikelnya. Yang Solomon tidak ketahui adalah Dia telah dicuci otaknya oleh RUF sehingga tidak segan-segan membunuh orang tuanya sendiri.

Yah, mungkin sekian saja sinopsisnya. Jika sahabat tertarik menonton filmnya, bisa diburu di tempat peminjaman terdekat. Karena film besutan sutradara Edward Zwick yang juga sutradara The Last Samurai ini sudah lumayan lama, tahun 2006. Namun saya menyukai kisah heroik dan kemanusiaan yang terdapat di dalamnya. Makanya sampai sekarang masih sering memutar ulang Blood Diamond ini.

Banyak nilai-nilai kemanusiaan yang bisa kita ambil dari film ini. Misalnya, betapa harta bisa membutakan mata seseorang. Tidak heran di Afrika sana sering terjadi perang saudara hanya karena ditemukan berlian di suatu daerah. Mirisnya, berlian tersebut ditambang bukan untuk kemashalatan masyarakat setempat, melainkan diselundupkan ke luar negeri. Ya, berlian tersebut sengaja diselundupkan agar tentara pemberontak bisa membeli senjata untuk melawan tentara pemerintah. Ini membuktikan bahwa pemerintahan di kebanyakan negara-negara Afrika masih belum stabil.

Selain itu, kita juga bisa menilai dari film ini bahwa sebuah bisnis juga terkadang berdiri di atas genangan darah rakyat jelata. Tidak jarang kita mendengar kabar perusahaan-perusahaan yang berbuat curang ataupun merusak lingkungan hanya demi mengejar keuntungan belaka. Meskipun mereka harus berpura-pura mendukung kampanye peduli lingkungan, sebuah perusahaan bisa saja justru menjadi pemasok/penadah terbesar hasil bumi suatu negara.

Terakhir, saya salut dengan perjuangan Solomon mempersatukan keluarganya kembali. Dia tidak peduli meskipun hal tersebut berarti ia mesti masuk ke daerah rawan konflik dan membahayakan nyawanya. Bahkan ia mesti mengembalikan ingatan anaknya yang telah dicuci otaknya ketika diculik (Selintas, mirip dengan yang biasa dilakukan teroris di negara kita. Menculik kemudian mencuci otak seseorang untuk dijadikan martir dalam usaha meneror masyarakat). Toh perjuangannya berakhir manis, ia malahan menjadi kaya karena berlian langka tersebut.

Lalu kenapa judulnya Berlian Darah (Blood Diamond)? Menurut saya sendiri, judul tersebut mengandung dua arti. Selain berarti berlian yang langka karena berwarna pink dan seperti darah. Berlian tersebut juga didapatkan setelah mengorbankan nyawa banyak orang. Pokoknya, film ini layak untuk ditonton lah. Maklum, saya fans berat Leonardo Di Caprio. Tidak heran IMDB memberikan rating 8, 0 pada Blood Diamond ini. Selamat menonton.

Quotes: Sometimes I wonder… will God ever forgive us for what we’ve done to each other? Then I look around and I realize… God left this place a long time ago.” Danny Archer

41 pemikiran pada “[Movie] Blood Diamond

  1. waktu liat judulnya, aku mikir: “Ini bukannya film lama ya?” *tapi aku belum pernah nonton sih, huahahaha😆 *

    Btw, kalau dari film saja sih kayaknya masih belum cukup dasar deh untuk menyimpulkan apa yg terjadi di Afrika🙂 Namanya juga film, jelas ditambahi unsur-unsur yang bisa membuat film jadi lebih “wah” kan😀

  2. udah pernah nonton. duluuu banget.. dan emang bagus sih filmnya..
    saya mulai suka om leo dari film ini, bukan titanic..
    soalnya karakternya ‘berat’ dan menye2 kayak jack di titanic..
    selain blood diamond, mel juga suka inception dan shutter island..
    image Jack beneran dah luntur dari om Leo, dalam artian positif tentunya

  3. Aku perempuan berhsti lembut, gak bakal tahan nonton film bersetting perang atau perbudakan. But i dont like Leonardo’s Itanic or Rome Juliet either. Menurutku film2 itu, too romantic for my taste. Hmmmm…… #labil😆

    Film yg aku suka banget? Con Air dan The Man in The Iron Mask (yep, Leonardo main di film terakhir itu). Tapi aku suka kedua film itu bukan karena akang Leo. Tp krn aku ngefanssss sama John Malkovich, fufufufu….

  4. Darmanto Muat

    Sudah nonton juga sih.. lama banget… but a nice movie, anyway. Tapi saya lebih suka film yang drama sih.. klo nonton pilem yang tegang terus isinya..haduh.. tambah tegang nih, padahal saya liat film untuk refresh.. hehehe..

    Good review mas, klo saya sih bingung suruh nyeritain kembali film..

    tetap menginspirasi mas..!
    salam,

  5. Udah pernah lihat, tapi cuman sebagian saja. Aku sih biasanya sering nonton film Robinson Cruso. Bintangnya Piercce Brosnan. Coba aja kalau mau lihat, tapi filmnya udah jadul.

Biasakan Berkomentar Setelah Membaca, Ya.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s