[Movie] August Rush

Film poster for August Rush - Copyright 2007, ...
Image via Wikipedia

The music is all around US, all you have to do is listen.” (August Rush)

Sahabat sering memperhatikan iklan-iklan di tv ga? Nah, jika sering tahukah sahabat dengan iklan rokok yang mengisahkan seorang pria yang mengatakan semua bunyi di alam dapat dijadikan musik. Kemudian ia berkata, “Ini obsesiku, apa obsesimu?” (kira-kira begitulah). Iklan tersebut nyontek abis film yang akan saya bahas berikut ini (dan ini bukti lain kalau orang Indonesia banyak yang ga kreatif).

Film yang akan saya bahas ini judulnya August Rush (2007). Memang film ini sudah lama dan saya juga entah kali yang ke berapa menontonnya, hanya saja saya suka keindahan dari film ini. August Rush menceritakan kisah seorang pemain cello cantik bernama Lyla Novacek (Keri Russell) yang jatuh cinta kepada seorang vokalis sekaligus gitaris bernama Louis Connelly (Jonathan Rhys Meyers). Perbedaan strata tak menjadi penghalang tumbuhnya benih-benih cinta di antara mereka. Sayangnya, ayah Lyla tidak menyetujui hubungan mereka dan memutuskan memisahkan Lyla dan Louis. Ayah Lyla tidak ingin kehadiran Louis menghambat Lyla untuk menjadi cellis terkenal. Ayah Lyla pun membawa Lyla menjauh dari Louis, padahal saat itu Lyla sedang mengandung bayi Louis.

Singkat kata, Lyla pun melahirkan bayi tampan yang diberi nama Evan. Akan tetapi ayahnya mengatakan kalau bayinya meninggal saat dilahirkan. Kenyataannya Ayah Lyla menyerahkan Evan ke sebuah panti asuhan. Lyla yang kehilangan bayi dan Louis serta Louis yang terpisah dari Lyla sempat “jatuh” dan berhenti bermusik. Akan tetapi, hal tersebut tak berlangsung lama. Mereka berdua bangkit dan berusaha mengejar cita-cita mereka kembali, meskipun masih terpisah oleh takdir.

Di tempat lain, Evan Taylor (Freddie Highmore) yang telah dewasa ternyata mempunyai bakat bermusik yang luar biasa. Tidak heran, sebab ayah dan ibu Evan (Louis dan Lyla) merupakan pemain musik bertalenta pula. Evan yang merasa bahwa orang tuanya masih hidup pun pergi ke New York. Di New York, bakat bermusiknya semakin terasah meskipun tinggal bersama anak jalanan. Ia disuruh (atau dipaksa?) mengamen oleh Wizard (Robin Williams) yang menampung anak-anak berbakat bermusik untuk mengamen. Evan yang lugu tidak merasa keberatan, justru ia mendapatkan banyak pelajaran bermusik dari Wizard dan menjadi anak kesayangan Wizard.

Lyla akhirnya tahu bahwa ayahnya telah membohonginya dengan berkata anaknya telah meninggal. Ia pun berusaha menemukan anaknya dibantu seorang detektif. Di lain pihak, Evan yang masih berkeinginan kuat menemukan orang tuanya pun kabur dari tempat Wizard. Ia sempat ditampung di gereja dan mencengangkan pihak gereja karena bakat bermusiknya. Ia mampu memainkan partitur-partitur komponis ternama hanya dengan sekali lihat. Pihak gereja yang menyadari bakat luar biasa Evan pun memasukkannya ke sekolah bermusik ternama. Di sana ia menjadi mahasiswa (atau siswa?) termuda. Bakatnya semakin terasah dan yang menakjubkan adalah ia mampu menciptakan komposisi sebuah orkestra sendiri. Padahal komposisi tersebut ia dapatkan hanya dengan mendengar segala jenis bunyi yang ada di sekitarnya. Akhirnya pihak sekolah musik tersebut mengizinkan Evan mengadakan sebuah konser dengan partitur ciptaannya.

Sementara itu, Wizard yang tidak terima Evan kabur berusaha menculik Evan. Bagi Wizard, Evan merupakan sumber uang. Lalu apakah Evan akan bertemu dengan orang tuanya? Atau justru ditangkap oleh Wizard dan dipaksa mengamen selama-lamanya? Silakan sahabat tonton sendiri. Akan tetapi, yang pasti ending film ini merupakan ending terbuka. Ending  yang indah bagi sahabat yang menyukai film-film romantis.

music notesBagi saya sendiri, film ini merupakan salah satu film yang berkesan. Film ini mengajarkan saya akan arti indahnya bermusik. Bahwa alam menyajikan ratusan, ribuan, jutaan, miliaran bunyi untuk kita tangkap, kita nikmati, dan kita gubah menjadi sebuah melodi yang indah. Dari akting segi sendiri, meskipun terkesan datar tapi Freddie Highmore cukup bagus bermain sebagai seorang Evan. Saya yakin Freddie yang juga pernah bermain di Charlie and the Chocolate Factory  bersama Johnny Deep ini akan menjadi salah satu aktor berkualitas nantinya. Dan jangan lupa, di film ini juga ada Jonathan Rhys Meyers dan Robin Williams. Dua nama yang cukup menjamin mutu film ini. Tidak heran IMDB mengganjar 7, 5 untuk film ini. Rating yang cukup bagus bagi sebuah drama romantis. Belum lagi film ini dinominasikan untuk Oscar dan memenangkan empat penghargaan.

Bagaimana sahabat? Apakah bagi sahabat bunyi-bunyi yang ada di alam ini hanyalah bunyi-bunyi biasa tanpa makna? Atau bunyi-bunyi tersebut menyimpan sejuta romansa yang menunggu untuk diungkap? Jika sahabat adalah pribadi yang begitu mencintai musik, layak kiranya sahabat menonton film ini.

Quote: You know what music is? God’s little reminder that there’s something else besides us in this universe, a harmonic connection between all living beings, every where, even the stars. (Wizard)

23 pemikiran pada “[Movie] August Rush

  1. Hicha Aquino

    Aaa, freddie yg main di spiderwick toh.
    Sudah tau film ini sejak lama. Sudah banyak juga yg merekomendasikan. Bahkan sudah dipinjami DVDnya. Sayangnya belum ditonton sampai sekarang.😀

  2. irfan handi

    Saya suka sekali film yang satu ini mas bro,
    Endingnya seru ya, waktu kedua orang tuanya datang di konsernya evan.
    soundtrack nya juga keren bgt.😉

  3. wah, kayaknya bagus ya film ini Lung😀

    Kalau tentang musik, hmmm, aku nggak pernah terlalu mengamati “musik dari alam” sih, hehehe🙂 Cuma mungkin kadang-kadang bagus kali ya dicoba, buat sarana refreshing gitu

Biasakan Berkomentar Setelah Membaca, Ya.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s