Pesona Rendang

Rendang kambing, a dish cooked with coconut milk
Image via Wikipedia

Wah, akhirnya bisa ngeblog dengan lancar lagi. Beberapa hari kemarin hanya bisa mengintip blog saya tanpa bisa mengotak-atiknya. Maklum, kalau udah pulang kampung berarti mesti siap-siap berpisah dengan internet (lewat komputer/laptop). Oh, ya. Bagaimana dengan liburan sahabat? Apakah saudara-saudara sahabat banyak yang pulang kampung? Bagi saya, saat-saat berkumpul bersama saudara dan sepupu adalah saat paling menyenangkan. Soalnya suasana jadi lebih ramai.

Sedikit bercerita, nih. Kalau Idul Fitri atau pun Idul Adha, di rumah saya pasti terhidang semua makanan yang terbuat dari daging kurban. Baik itu dendeng, asam padeh, gulai perut, sup, dan tentu saja rendang. Sahabat sudah tahu kan kalau rendang itu makanan terenak di dunia?

Rendang didaulat menjadi makanan terenak di dunia versi CNN. Awalnya, rendang hanya masuk sepuluh besar dan makanan dari Thailandlah (Massaman Curry) yang menduduki peringkat jawara. Akan tetapi, banyak yang protes dengan hasil voting tersebut karena dianggap kriterianya tidak jelas. Maka voting pun diulang dan hasilnya dua makanan Indonesia masuk ke sepuluh besar makanan terenak di dunia versi CNN. Peringkat kedua diduduki oleh nasi goreng, sementara peringkat pertama diraih oleh rendang.

Di daerah Sumatera Barat, setiap daerah mempunyai rendang dengan ciri khas masing-masing. Karenanya, rendang daerah pesisir bisa saja rasanya agak berbeda dengan rendang daerah darek (dataran tinggi). Akan tetapi, pada umumnya jenis rendang hanya terbagi dua, yakni rendang basah dan rendang kering.

Rendang basah merupakan rendang yang baru masak dan belum dihangatkan/dipanaskan lagi. Rendang ini tidak tahan lama karena kadar airnya masih tinggi. Makanya rendang ini harus segera dihabiskan atau dipanaskan agar menjadi rendang kering. Sedangkan rendang kering merupakan rendang yang sering dipanaskan atau yang dimasak hingga kadar airnya hilang. Rendang ini merupakan rendang yang tahan lama bahkan bisa berbulan-bulan (jika senantiasa dipanaskan tentunya). Tidak heran, rendang kering sering dikirim ke luar negeri karena sifatnya yang tahan lama tersebut.

Setiap Idul Adha dan Idul Fitri maka saya harus siap menjadi koki di dapur. Maklumlah, mama saya hanya mempunyai dua orang anak dan dua-duanya cowok. Jadilah saya sebagai anak pertama yang mesti siap siaga jika tenaga saya dibutuhkan. Jika mama memasak rendang, maka saya dapat bagian untuk mengaduknya. Rendang yang enak itu jika dimasak menggunakan kayu api, bukan kompor. Yang bikin saya malas membantu mama memasak rendang adalah saat kuahnya mendidih, maka kuah tersebut akan meletup-letup kemana-mana. Dan letupannya tersebut tentu saja bikin perih.

Resep rendang biasanya diwariskan secara turun-temurun dalam sebuah keluarga. Seorang anak perempuan mendapat resep rendang dari ibunya, ibunya mendapat didikan memasak rendang dari ibunya juga, begitu seterusnya. Tidak heran, banyak perempuan yang bingung jika ditanya resep rendang. Sebab mereka hanya menghapal resep tersebut.

β€œMasukkan bawang yang telah diiris segini, bawang putihnya segini, dan bla, bla, bla.”

Begitulah ketika saya menanyakan resep rendang kepada mama dan ingin menuliskannya di blog. Saya menyerah. Setiap keluarga pasti mempunyai suatu bumbu rahasia yang membuat rendang mereka berbeda satu sama lain. Makanya rasa rendang tersebut bisa berbeda-beda. Ada yang pedas, ada yang agak manis, ada yang rasa mangga (lho, ini rendang rasa apa?). Dan tahukah sahabat, rendang tidak selamanya terbuat dari daging sapi. Ada rendang yang terbuat dari daging kambing, daging ayam, bahkan telur. Rendang yang terbuat dari telur dinamakan rendang telur. Dengan bentuk yang seperti kerupuk, rendang telur yang rasanya renyah ini pun kerap dijual sebagai cemilan.

Setiap daerah mempunyai makanan khas masing-masing. Tugas kitalah yang mesti melestarikan dan menjaganya. Jangan sampai kita lengah dan makanan khas tersebut diklaim menjadi makanan khas negara tetangga. Bahkan saya pernah menonton tv Malaysia dan di sana dikatakan kalau bubur kacang ijo merupakan makanan khas negara Malaysia! What!? Helloo??

Iklan

61 pemikiran pada “Pesona Rendang

  1. Wah yoi nih rendang, favorit banget πŸ˜€
    Tapi hati2 nih, dengan rendang sebagai makanan terenak di dunia, nanti harga rendang bakal jadi mahal :p

      1. Wahaha iya sih πŸ˜€ Huaah jadi ngiler lagi pengin makan rendang. Padahal baru aja kemarin2 makan rendang. Dengan daging sapi didapat dari kurban πŸ˜€

  2. rendang memang enak banget! Untung di Belanda ada yang jual bumbu utamanya/dasarnya yang udah jadi untuk dimasak, hehe. Jadi bisa masak rendang deh (tinggal nambahin bumbu-bumbu sampingannya aja :D).

  3. rendang dari Sumatra memang luar biasa. beda sama rendang di Pulau Jawa! aku tau itu, karena sampai usiaku 10 tahun, aku tinggal di Riau, dan sejak usia 3 tahun sudah bisa ngabisin seporsi nasi rames (nasi Padang) sendirian, mwahahahaha…..

    s.d sekarang, Nasi Padang tetap menjadi number 1 makanan Indonesia favoritku, along with Sate Padang, Penyetan, sambel/sambal 1000 macam yg hanya ada di Indonesia kali ya?

    Indonesia ini mungkin negara dengan kekayaan kuliner nomer 1 di seluruh jagad raya πŸ˜†

    btw, Malaysia sama Indonesia kan serumpun. Kalo cuma makanan mah, mungkin aja bisa sama. Lagian, resepnya barangkali berbeda meski namanya sama-sama : KACANG IJO πŸ™‚

  4. aku termasuk orang yang gak tahan pedas. tapi soal rendang? Aku makan dong, malahan favorit banget, biar deh kepedasan juga, hahaha..

    btw iya gitu malay bilang bubur kacang ijo makanan khas dia? waduh ada2 aja tuh negara. saking miskin budayanya tuh πŸ˜›

  5. Anonim

    saya kirim rendang kejogja tetapi belum sampe juga sudah 3 hari kira2 masih awet apa tidak ya rendang yang saya kirim rendang kering

Biasakan Berkomentar Setelah Membaca, Ya.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s