PR Kisah Masa SD

anak sekolah dasar
gambar diculik dari sini

Kalau ditanyakan masa apakah yang paling indah, mungkin masa SD-lah jawabannya. Sewaktu SD, saya bebas untuk bermain apa saja, tanpa dipusingkan dengan tanggung jawab yang banyak seperti saat ini. Sewaktu SD, saya juga terbebas dari riuhnya kesibukan maupun tuntutan yang banyak dari orang-orang di sekitar saya. Dan tentu saja sewaktu SD saya terbebas dari beban berat yang bernama SKRIPSI.

Didesak oleh pertanyaan Evan yang memberikan saya PR masa SD, maka saya pun mencoba menggambarkan seperti apa masa SD saya dahulu. Walaupun untuk membuatnya tidak mudah, toh yang penting PR-nya terselesaikan. Hehe.

Kenapa saya berkata kalau menggambarkan masa SD itu sungguh berat? Karena sewaktu SD saya selalu berpindah-pindah. Enam tingkatan kelas di masa SD, enam pula sekolah yang pernah saya singgahi. Awal masuk sekolah pada usia lima tahun, saya lupa nama sekolahnya. Yang pasti tempatnya di Indramayu, Jawa Barat. Beranjak naik ke kelas 2, saya pun pindah ke Cirebon. Begitu pula ketika saya naik kelas 3, saya mesti mengepak barang-barang dan mulai beradaptasi kembali di daerah Cilegon. Semuanya masih di daerah Jawa Barat.

Ketika naik kelas 4, tempat berikutnya yang mesti saya tinggali cukup jauh. Yakni di Tuban, Jawa Timur. Kemudian naik kelas 5, saya pindah ke Pulau Sumatera dan sekolah baru saya adalah sebuah sekolah dasar di Sungai Penuh, Jambi. Beranjak ke kelas 6, saya pun pulang ke kampung halaman sambil melanjutkan studi di sebuah sekolah dasar di Pariaman. Berdasarkan penjelasan panjang lebar tersebut, wajar kiranya jika saya tidak bisa menceritakan dengan baik masa SD saya.

Guru Favorit

Saya tidak ingat siapa guru favorit saya, yang pasti saya sewaktu SD sangat menyukai pelajaran Bahasa Indonesia (dan berlanjut sampai sekarang). Oh ya, sewaktu sekolah di Sungai Penuh ada guru kesenian yang menjadi guru favorit saya. Berkat guru tersebut, saya jadi menyukai dunia tarik suara meskipun sampai sekarang masih saja malu untuk bernyanyi di depan umum.

Guru Killer

Guru killer? Saya tidak mempunyai guru yang saya benci sewaktu SD, karena kebetulan saya sewaktu SD merupakan anak penurut dan tidak banyak tingkah.

Teman Berantem

Hm, bagaimana ya? Sebenarnya sewaktu SD saya sering juga di-bully­ dan hal tersebut biasanya terjadi ketika saya baru pindah ke sekolah baru. Maklumlah, jagoan sebuah sekolah pastilah merasa cemas tahtanya terenggut dengan kehadiran murid baru. Padahal saya sendiri termasuk anak yang cinta damai. Jadilah saya menjadi bulan-bulanan anak-anak nakal karena badan saya yang kecil. Namun hal itu biasanya terjadi hanya pada tiga bulan pertama. Bulan-bulan berikutnya, mereka mulai bisa menerima kehadiran saya.

Teman Bolos

Wah, saya tidak pernah bolos sewaktu SD. Bahkan saya mengenal bolos baru sewaktu menginjakkan kaki di perguruan tinggi. Entah kenapa, saya merasa bolos itu perbuatan yang sia-sia. Sudahlah pelajaran tertinggal, dimarahi pula oleh guru dan orang tua. Dan saya tentu saja tidak ingin membuat orang saya sedih dan kecewa. Makanya saya tidak pernah mencoba bolos.

Makanan Kesukaan

Makanan kesukaan saya sewaktu SD adalah harum manis. Entah kenapa, sewaktu kecil saya begitu menyukai makanan yang manis-manis. Zaman sekarang, mencari penjual arum manis susah sekali. Arum manis hanya bisa ditemukan jika ada festival-festival ataupun pasar malam.

Selain itu, saya juga sangat menyukai es krim nung-nung. Tahukah sahabat apa es krim nung-nung itu? Itu lho, es krim yang penjualnya selalu membunyikan gong kecil dan berbunyi “nung, nung.” Setiap istirahat atau pulang sekolah, saya selalu membeli es krim tersebut. Tidak heran, batuk sering menyambangi saya sewaktu kecil. Es lainnya yang saya suka adalah es serut pelangi. Saya tidak tahu nama sebenarnya apa. Yang pasti es tersebut dibuat dari es batu yang diserut, kemudian diberi cairan manis berwarna-warni. Kalau tidak salah, salah satu iklan pasta gigi sensitif pernah menayangkannya.

Mainan Kesukaan

Sebagaimana yang pernah saya tulis di sini, mainan kesukaan saya sewaktu SDadalah Tamagochi. Selain karena mainan tersebut merupakan hadiah karena saya mendapatkan peringkat pertama. Mainan Tamagochi juga mengajari saya cara memelihara hewan meskipun hanya dalam bentuk digital.

Hanya sekian yang dapat saya keruk dari memori tentang masa SD saya. Sudah banyak kenangan manis sewaktu SD yang saya lupakan dikarenakan begitu seringnya pindah sekolah. Tapi ada satu hal lucu yang masih saya kenang hingga sekarang dan itu adalah cinta monyet.

Bukan, bukan berarti saya yang sudah mengenal cinta sewaktu SD. Akan tetapi, ada seorang senior yang menyukai saya. Sewaktu saya pindah ke Sungai Penuh, saya langsung merebut juara umum yang biasa diraih oleh seorang cewek. Namanya kalau tidak salah Ulan. Entah apa yang ia lihat dari saya, tiba-tiba saja suatu hari saya mendapat surat dari Ulan yang dititipkan pada teman saya. Saya tentu saja terkejut, berhubung  saya baru kelas 5 SD dan dia sudah kelas 6 SD.

Kemudian cewek tersebut sering mengirimkan saya hadiah. Macam-macam hadiah yang dia berikan. Ada pensil, penghapus, penggaris, kue, maupun permen (namanya juga anak SD, jadi hadiahnya belum terlalu wah). Saya didesak oleh teman-teman untuk memberikan jawaban. Saya tentu saja bingung. Saya tidak mengerti masalah cinta-cintaan dan yang ada di otak saya waktu itu hanyalah bermain. Saya menolak cewek tersebut. Hasilnya, dia tidak pernah lagi menyapa saya hingga waktu kelulusan. Waktu itu, teman-teman saya sering mengolok-olok saya dengan kalimat berikut.

“Pucuk dicinta, si Ulan tiba.”

Demikianlah kisah semasa SD saya. Karena PR ini mesti diteruskan kepada sahabat blog lainnya, maka saya menghibahkan PR masa SD ini kepada tiga orang wanita luar biasa. Kak Icha, karena beliau adalah sepupu saya yang banyak mengajarkan saya tentang arti kedewasaan. Kak Rina, kepada beliaulah saya banyak bertanya semasa awal ngeblog. Serta kepada Yura Permata Sari, sahabat saya yang paling gila dan membuat hidup saya berwarna dengan warna abstraknya.

Iklan

38 pemikiran pada “PR Kisah Masa SD

    1. okelah dulu aku minta tanda tangan kepala sekolah dengan kertas kosong
      wew ditanda tangani juga…
      aku buat disana semua siswa boleh pulang
      tak beberapa lama datang pak satpam mengambil kertasnya dan akhirnya kena hukuman
      hiks…
      jangan tiru tingkah ku ya teman-teman….

  1. *buang KTP*

    Luar biasa sekali. Jaman SD-mu mainannya Tamagochi. Jaman SD-ku mah masih musimnya Nintendo (km masih bayi apa jangan-jangan malah blm lahir tuh, hahaha).

    Tamagochi itu aku pertama punya pas SMA.

  2. Oh iya, dulu juga ada banyak tuh es krim nung-nung sewaktu aku SD. Cuma aku jarang makan sih, karena katanya nggak sehat, hehehe :P. Yang unik (menurutku) adalah es krim goreng, hahaha 😛

    Sering pindah sekolah, berarti kamu dari kecil udah sering berlatih adaptasi dong ya Lung? hehe. In a way, itu pengalaman yang bagus banget tuh 😀

  3. Wew! 6 tahun di bangku SD dan 6 kali pula singgah sekolah? ~.~ KEREN!
    Pernah di Cirebon juga ya? *Kampung saya di sana.. 🙂

    Ciee.. Jadi, secret admire pertamanya bernama Ulan ya? 😀
    # btw, sesama anak sulung, mari kita bertetangga.. *maksadeh!

  4. Abed Saragih

    Bro.cuma mau mengabarkan bahwa diketik.wordpress berubah menjadi blog disave.wordpress 🙂

    Tlong dikabari ya bro sama2 kawan-kawan semua.

    diketik berubah menjadi blog disave 🙂

    Salam Persahabatan.

    Thks Bro 🙂

  5. Abed Saragih

    cuma mengabarkan bahwa saya udah pindah ke rumah baru mas bro… 🙂

    Sekalian link saya diganti ya menjadi disave,,link mas bro juga udah saya pasang 🙂

    Ditunggu kunjungan dan komentarnya 🙂

  6. Aahh skripsi gak akan sebeban klo udh kerja loh lung :p

    ow.. aku juga suka tuh harum manis ama es krim pelangi.. kalau di pontianak sering nyebutnya es shanghai.. masih banyak dijual.ditoko bahkan di mall besar.. *jadi pengen.. hahahaha

  7. Ping-balik: Kisah Masa SD (Sebuah PR dari ‘calon’ Guru) « Read first, then you may assume!:)

Biasakan Berkomentar Setelah Membaca, Ya.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s