Lima Kenangan Tak Terlupakan Semasa SMP

Education in Indonesia
Image via Wikipedia

Ais, dapat PR lagi! Kalau di tulisan dahulu saya dapat PR menulis tentang kisah masa SD, maka kali ini saya ditantang Amel untuk menceritakan masa saya SMP dulu. Untungnya, kali ini PR-nya tidak terlalu susah. Selain karena masa SMP saya dilalui hanya di satu sekolah (beda dengan masa SD) yang Amel minta pun hanyalah Lima Kenangan Tak Terlupakan Semasa SMP.

Sebagai pengantar, saya melalui masa SMP saya di Sekolah Menengah Pertama Negeri 04 Pariaman. SMP ini lumayan jauh lho dari rumah saya. Mau tidak mau saya terpaksa ngekos sewaktu SMP. Sebenarnya, ada sih sekolah yang tidak terlalu jauh dari kampung saya di Padang Alai. Ada MTs Negeri di kampung saya, juga ada SMP Negeri di Kudu yang tidak terlalu jauh dari rumah.

Akan tetapi, waktu saya lulus SD mama memberikan kebebasan kepada saya untuk memilih sekolah yang diinginkan. Melihat kualitas dua sekolah di dekat rumah saya, saya memilih untuk sekolah di Kota Pariaman saja. Bukannya meremehkan, akan tetapi dari apa yang saya lihat kualitas dua sekolah tersebut tidak terlalu bagus. Sudahlah pulangnya cepat, guru-gurunya sering tidak hadir, ditambah lagi sangat sedikit siswanya yang lulus UN dengan nilai bagus.

Mungkin waktu itu saya sudah berpikiran maju (buat kategori anak SMP, lho), saya memilih untuk mendaftar di dua sekolah unggul di Kota Pariaman, yakni SMPN 1 dan SMPN 4. Akan tetapi, berhubung SMP 1 letaknya terlalu jauh dari kos maka saya memilih sekolah di SMP 4 Pariaman. SMP ini berdekatan dengan SMA 2 Pariaman, tidak heran kalau anak-anak SMA selalu melewati sekolah saya waktu mereka pulang sekolah. Nah, ada lima kenangan tak terlupakan sewaktu SMP tersebut.

1. Lomba Baca Puisi

 Ketertarikan saya akan sastra sudah nampak sejak SMP. Waktu itu saya dan rekan saya, Ocha, diutus untuk mengikuti Lomba Baca Puisi Tingkat SMP se-Kota Pariaman. Biasanya hanya Ocha saja yang diutus, akan tetapi entah mengapa waktu itu saya juga ikut diutus. Padahal saya orangnya agak grogi kalau tampil di depan umum. Untunglah dengan latihan keras sendirian (sampai-sampai saya sering berbicara sendiri di depan cermin), saya meraih juara 1. Kemudian hadiahnya dijanjikan akan diberikan sehabis upacara 17-an. Yang bikin ketawa, sewaktu dibuka ternyata hadiahnya handuk! Handuknya berwarna orange. Lumayanlah punya cadangan handuk, batin saya waktu itu (sekarang handuknya entah apa kabar).

2. Ketemu Bule

Terdengar norak, ya? Tapi memang, buat saya yang waktu itu masih SMP bertemu bule itu sesuatu banget. Nah, waktu SMP saya ikut kelompok belajar bahasa inggris. Kelompok belajar tersebut di danai sekolah dan dibimbing salah satu guru kami, Bu Len. Bu Len itu seorang jilbaber yang aktif. Saya sering kagum dengan semangatnya memotivasi kami belajar bahasa inggris. Nah, diakhir cawu kami semua diajak study tour ke Bukittinggi untuk memperlancar bahasa inggris kami. Kenapa ke Bukittinggi? Karena di Sumatera Barat, Bukittinggilah surganya bule. Saat bertemu bule di Bukittinggi dan bisa berkomunikasi dengan mereka, rasanya bahagia sekalee. Meskipun terkadang ada juga bule yang sok keren dan tidak mau meladeni kami, sih.

3. Bisa Naik Sepeda

Lagi-lagi kening sahabat pasti berkerut membaca kalimat di atas. Sebenarnya, sejak SD saya sudah belajar naik sepeda. Akan tetapi, ada peristiwa yang membuat saya trauma naik sepeda dan baru mau belajar menaikinnya lagi waktu SMP. Waktu masih SD, saya pernah mencoba belajar sepeda dekat jalan raya. Nah ketika orang tua saya lengah, sepeda tersebut meluncur kencang ke arah jalan raya. Saya panik. Sepeda yang terlalu tinggi membuat saya bingung cara menghentikannya. Ditambah lagi waktu itu ada mobil box yang lewat. Sedikit lagi saya dihantam mobil tersebut, untungnya sepeda saya luput dari tabrakan tersebut dan terus meluncur hingga menabrak trotoar. Saya melayang dan sukses tercebur ke got yang cukup besar. Got tersebut penuh dengan kotoran dan beling. Akhirnya saya luka-luka dan trauma naik sepeda. Barulah waktu SMP saya memberanikan diri naik sepeda lagi. Itupun sepeda mini. Kalau sekarang sih, saya sudah bisa naik sepeda dan juga motor tentunya.

4. Dikenal sama guru-guru

Waktu SMP dulu, saya lumayan dikenal sama guru-guru. Bukan karena saya pinter atau sering jadi juara, sih. Lha, kapasitas otak aja pas-pasan. Wkwk. Bukan juga karena paling bandel sehingga saya sering dipanggil ke ruang guru. Saya kan anak baik-baik. Hehe. Jadi kenapa saya dikenal sama guru-guru?

Ternyata karena wajah saya mirip dengan salah satu guru di SMP tersebut. Nah, kemudian hal tersebut jadi bahan bercandaan oleh para guru. Tiap lihat saya, pasti ngomong, “Eh, anaknya ibu anu ya? Bukan!? Ah, masa? Kok mirip? Tai lalatnya aja sama!” Heleuh, kalimat seperti itu sudah jadi makanan sehari-hari. Dan buat off the record aja, ibu itu masih belum kawin juga. Makanya saya sering diolok-olok sama teman-teman kalau saya itu bakal jadi calon pengantin ibu tersebut. Ya Allah #NgurutDada.

Tapi selain karena hal tersebut, mungkin karena saya anaknya hiperaktif juga. Jadi kalau istirahat, sering ke ruang guru. Lagaknya sih nanya pelajaran, tapi habis itu kalau ga ngobrol sama guru, pasti ngegangguin anaknya guru yang masih kecil. Hehe.

5. Cinta Monyet

Ah, tidak ada kenangan yang lebih indah sewaktu masa SMP selain cinta monyet. Namanya juga anak-anak, terkadang keliru mendefinisikan rasa sayang kepada seseorang. Waktu itu saya suka dengan teman sekelas saya sendiri. Namanya… Dirahasiakan saja, ya? Soalnya dia juga punya blog, takutnya dia baca tulisan ini. Hihi. Saya suka dengannya karena sifat ceria yang ia miliki, bahkan terkadang suka usil sama teman-teman. Ia selalu menjahili teman lainnya, misalnya menyembunyikan barang milik teman tersebut, ataupun kejahilan lainnya.

Ketika rasa suka makin membuncah, membumbung hingga ke langit yang tujuh, dan saya dimabukkan oleh anggur asmara (Uweh, bahasanya!), saya pun memberanikan menyatakan perasaan padanya. Dan tahukah sahabat, SAYA DITOLAK! Dia menolak saya karena mamanya tidak memperbolehkannya pacaran hingga tamat SMA. Jadilah hati saya remuk, namun tidak sampai galau kok.

Meskipun saya ditolak olehnya, perasaan suka saya kepadany tidak berkurang. Saya masih ingat, dari semua permintaan wanita di dunia ini, (waktu itu) hanya permintaannyalah yang tidak bisa saya tolak. Waktu ia butuh bunga berduri untuk hiasan pagelaran perpisahan, saya sanggupi untuk mengambil bunga berduri tersebut. Resikonya badan saya luka-luka dengan duri.

Kemudian waktu study tour, ada empat anak kecil pengemis yang diusir kernet dari dalam bus yang akan berangkat. Tidak tega yang melihatnya menangis karena ingin memberikan roti pada mereka. Saya pun turun dan berkeliling di sekitar Jam Gadang untuk mencari pengemis cilik tersebut. Ketika menemukan mereka dan membawanya ke si pujaan hati, ternyata rotinya kurang. Lalu saya pun menggantinya dengan duit seharga roti tersebut (kurang dimana lagi pengorbanan saya coba?). Kisah cinta tersebut mungkin yang pertama dan terakhir sampai sekarang. Hingga kini, saya tidak pernah lagi berusaha menjalin hubungan dengan seorang wanita lagi. Entahlah, sepertinya saya akan lebih memilih ta’aruf kemudian menikah saja. Namun bagi para wanita, dari cerita di atas bukankah bisa ditangkap kalau saya itu orangnya setia dan rela berkorban (apa sih, lung? Pakai promosi segala.)?

Demikianlah Lima Kenangan Tak Terlupakan Semasa SMP saya. Berhubung PR ini tidak boleh berakhir pada saya atau saya akan kena kutuk menjadi ganteng, maka saya akan meneruskan PR ini kepada lima kandidat terpilih. Dan lima orang tersebut adalah

1. Una, si Pinky yang ceria

2. Aul and The Home

3. Ilham, the Next Dan Brown

4. Kak Niefha

5. Ning Syafitri

Selamat mengerjakan #KecupMesra #DilempariBakiak

61 pemikiran pada “Lima Kenangan Tak Terlupakan Semasa SMP

  1. Ahhh indahnya cerita masa SMP, mau dengan gaya apa pun dituliskannya tetap menyembulkan senyum2 lucu..
    Be te we.. Selamat cari some1 utk diajak ta’ruf yakss…. Salam kenal mas Sulung

  2. #1 ..Weeh.. ternyata udah dari jaman SMP toh suka sastra? keren!
    #2 ..Bulenya perempuan ato laki-laki? dewasa ato seusia kamu?
    #3 ..Sekarang udah bisa naik sepeda belom dek?
    #4 ..Ibu guru itu sudah menikah kan? masih silaturahim ndak sama beliau?
    #5 ..alhamdulillah.. ta’aruf aja yah? hm.. dibantu doa dulu yah..

    ..”kok malah dapet PR lagi dari kak niefha?” (kata sulung :P)

    1. #1 Mungkin karena suka baca kali ya, kak
      #2 Hm, lupa. tapi cow/cew tetap dikejar. hehe. lebih tua sih, kak
      #3 udaaaah, kak. udah bisa bawa motor juga. tapi belum lancar. hihi
      #4 belum juga, kak. kayaknya ibu itu trauma. udah lama juga g ke rumahnya.
      #5 Hehe, semoga aja ada yang mau sama saya *komat-kamit

  3. Ping-balik: Jaman SMP : PR dari Sulung | Selamat datang di rumah niefha

  4. Kereen.. juara lomba baca puisi. saya inget pas SMP kelas satu disuruh baca puisi sama guru saya, puisinya chairil anwar.. cuman dapet pujian dari guru bahasa aja.

    nah kalo soal ditolak, untungnya nggak pernah.. kebanyakan nolak sih #sokLaku

  5. Waktu SD aku pernah menang lomba baca puisi. Hadiahnya coklat Cadbury 3 rasa, hehehe. Kayaknya sih menang krn bs baca puisi dan menghapalkannya. Sementara peserta lain membaca dari teks.

  6. rahmat firdaus

    insyaAllah segera membiasakan berkomentar
    (maksa kali nih yg punya blog🙂 )
    salam ukhuwah dari blogger minang
    assalaamu’alaikum

  7. papap

    kalau dulu masa SMP saya masih culun tapi mulai nakal-nakalnya hehehe…
    walau begitu saya selalu dapat rangking..aneh ya😀
    tapi saya dah lupa temen2 SMP saya hehe

      1. Anonim

        kalau saya . pernah nangis pas nyanyiin lagu nikita ddpn kelaz .
        mklum msih msa” ny cinta monyet ….❤
        yg m ny cinta smsa smp tuh ,, rsa nya klo diingat" skrng . jdi aga sdikit konyol . hhahahahah🙂

  8. Ping-balik: 12 PR | Catatannya Sulung

  9. indi w

    setidaknya pernah berjuang walaupun gagal🙂
    Dari pada enggak sama sekali
    Katanya perempuan kan nggak kece kalo nyatain cinta duluan, jadi aku masih tetep nunggu🙂

Biasakan Berkomentar Setelah Membaca, Ya.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s