Rotten Apple

English: Rotten Mango Apple in Malaysia

Ketika sahabat membeli sekeranjang apel, di antara sekian banyak apel segar dan menggiurkan pasti terdapat apel berulat. Begitu pula dalam hal berteman, dari sekian banyak teman yang baik kepada kita, pasti ada satu yang tidak suka dengan kita. Saya mengalaminya.

Tadi malam, saya dikejutkan oleh sms dari teman saya. Dia bilang, “Lung, kenal ga lu sama si (sebut saja namanya) kumbang? Tau ga. Dia nyuri foto kita sekelas waktu homestay, terus si kumbang nge-tag temennya dan ngejelek-jelekkin temen-temen kita!”

Terang saja saya terkejut, sebab saya kenal dengan si kumbang ini. Dia teman satu bimbingan dengan dosen pembimbing satu saya. Memang sih, kami tidak sekelas. Tapi setiap bertemu dengannya, saya selalu menyapanya. Bertanya sudah sejauh mana progress bimbingannya. Serta menyemangatinya agar kami bisa sama-sama cepat wisuda. Demi Tuhan, awalnya saya tidak percaya dengan kata teman sekelas saya tersebut.

Saya pun buru-buru ke warnet, meskipun sebenarnya saya capek karena pagi tadi saya harus seminar proposal. Namun didorong rasa penasaran, saya pun membuka facebook dan ternyata benar kata teman sekelas saya. Si kumbang mencuri foto acara kelas saya dan menjelek-jelekkan kami di komentar-komentarnya. Kenapa saya katakan ia mencuri? Karena foto tersebut hanya beredar di kalangan teman-teman sekelas saya (tagging) dan awalnya foto tersebut jadi bahan guyonan kami sekelas.

Kemudian saya bertanya pada si kumbang, apa maksud ulahnya ini. Tapi dia malah bilang, “Eh, lu ngapain? Datang-datang udah sewot?” OH MI GOD!! Ni anak ternyata benar-benar ingin mengibarkan bendera perang!

Langsung saya tag teman-teman yang lain dan hubungi teman-teman yang lain. Teman sekelas saya yang lain pun emosi dengan ulah si kumbang tersebut. Macam-macam komentar yang kami buat di foto tersebut, tapi si kumbang malahan sok suci dan pura-pura ga tahu apa-apa. Akhirnya kami berunding. Setelah berdiskusi di grup kelas, saya katakan padanya untuk menghapus foto tersebut atau kami sekelas akan mencarinya ke kampus.

Saking hebohnya, sampai-sampai teman sekelas si kumbang langsung chat  sama saya menanyakan ada masalah apa kok marah-marah? Saya jelaskan masalahnya dan ternyata mereka bilang kalau si kumbang memang seperti itu sifatnya. Akhirnya ketua kelas si kumbang turun tangan setelah berdiskusi dengan saya yang juga ketua kelas di chat. Ia suruh si kumbang untuk menghapus foto tersebut dan minta maaf atau ia akan membiarkan saja si kumbang dihajar oleh teman-teman sekelas saya.

Si kumbang menyerah. Ia minta maaf dan menghapus foto tersebut. Lalu saya pun katakan padanya jadikan ini yang terakhir dan jangan sampai terulang lagi. Sebab kami sekelas tidak pernah cari gara-gara, bahkan kami cenderung welcome berteman dengan anak-anak dari kelas lain.

Jujur, saya tidak pernah menyangka ia berani melakukan hal tersebut. Soalnya di kampus ia cenderung berlagak baik saat saya menyapanya atau berbincang dengannya. Di sisi lain, saya merasa beruntung mempunyai teman seperti teman-teman saya di Reguler B. Kekompakkan kami tidak perlu diragukan lagi. Saat salah seorang dari kami yang ada masalah, pasti semuanya bergerak menolong. Karenanya, ketika si kumbang macam-macam dengan kami, semuanya langsung mengangkat senjata (ceile). Meskipun kelas saya lebih didominasi oleh cewek, tapi kami semua tetap menyatu. Belum lagi ikatan persahabatan kami yang begitu kuat. Beberapa teman yang sudah wisuda sering membuat di grup kelas kalau mereka merindukan masa-masa kuliah. Saat-saat kami kumpul-kumpul, pergi jalan-jalan bersama, homestay bareng, bahkan bolos bareng. Haha.

Sahabat, hidup memang tidak terduga. Bahkan di saat kita selalu berusaha bersikap baik kepada semua orang, ada saja yang tidak suka dengan kita. Namun saya sendiri tidak terlalu memikirkan orang-orang seperti mereka. Orang-orang berhati busuk ataupun hanya berpura-pura baik di depan orang, lama kelamaan bakal di benci juga. Begitulah yang dialami si kumbang, ternyata teman sekelasnya sendiri juga banyak yang tidak suka dengannya. Kasihan!

64 pemikiran pada “Rotten Apple

  1. wah wah, alhamdulillah ya si Kumbang akhirnya berani minta maaf.
    yakaleee, masak mau kabur. kabur kemana cobak, lawong sekampus.
    dek kumbang, jgn diulangi lagi kelakuan yg spt itu ya! kakak kecewa sekali sama kamu!

    *pasang wajah senior bijak*

  2. Yoi, intinya sih, nggak mungkin kan kita mau membuat semua orang bahagia. Pasti ada aja seenggaknya satu yang nggak suka sama kita atau gimana gitu, hehehe🙂

    Cuekin aja Lung. Asal bukan kamu yang menyalakan api, ya artinya bukan kamu yang salah toh?😀 Dan ngapain inves waktu untuk mikirin masalahnya si kumbang itu, mending fokus sama urusan diri sendiri aja, hehehe🙂

  3. kalau di kampungku ada pepatah becik ketitik olo ketoro, maksudnya yg berbuat kurang baik pasti suatu saat akan keliatan, begitupun sebaliknya
    btw, seneng ya kalau punya byk sahabat yg kompak bgt🙂

  4. Oalaaaaaah, ternyata ada yang begitu ya….😦
    Ada sih teman saya, beda jurusan, yang blak-blakan. Kalo dia ga suka ama seseorang, ya dia langsung ngomong ke orang yang bersangkutan. Hebat yah, berani gitu. Dan saya lebih suka orang yang begitu ketimbang ngomong di belakang.😀

    Tapi untungnya saya gak termasuk ke dalam orang yang dibenci teman saya itu….:mrgreen:

  5. oo, jadi ini maksud dan inti beberapa status aneh kamu di FB lung.. hahahahaha..😛

    namanya hidup lung, pasti ada 2 sisi, baik dan buruk.. begitu pula dengan persahabatan.. ini sih masih enak urusannya bukan antar pribadi saja.. lah gimana kalo misalnya sahabat terdekat lu sendiri yang ngehianatin lu.. hmm, bisa ngebayanginnya gk?? hehe

  6. wah wah…. masih ada yach orang seperti itu….. udah gede kok tingkahnya begitu….

    oia, BTW gimana hasil seminar proposalnya kak? semoga membuahkan hasil yang baek.😀

  7. pertama-tama pengen bilang. I DO LOVE YOUR HEADER!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!
    saya penggemar lukisannya Vincent Van Gough..goresan tintanya itu loh, sangat imajinatif *halah*

    btw, sabar aja gan ngadepin orang dengan sifat seperti itu..
    tapi jangan sampe ga ditemenin lagi, kan kasihan dianya ga punya temen..
    maksudnya, dia mungkin bakalan atau udah jera dapat hukuman sosial “ternyata teman sekelasnya sendiri juga banyak yang tidak suka dengannya. Kasihan!” ..
    bukannya sok nasehatin bro, tapi, walopun ga deket sama doi lagi, setidaknya tegur lah, biar silaturahim tetap terjaga..

    sukses bro dengan skripsinya!

    1. saya juga suka Van Gogh, Mas. Btw, baru mas yang pertama kali menyadari kalau itu lukisan Van Gogh lho. ehhe

      oh, soal menyapa jangan takut mas. saya tetap seperti apa adanya. ketika masalah sudah beres, maka tak ada alasan untuk tetap bermusuhan. hehe

  8. Temen satu angkatan aku yg beda jurusan juga pernah ngelakuin hal yg lebih menjijikan lagi.. buat akun dg nama persis sahabat aku dan buat status.atau tulisan di wall semacam menjual diri gt.. mereka yg ada di group itu menertawakan.. aahh.. aku plg benci deh tindakan seperti itu..

  9. Hidup ini penuh dengan drama, ada peran antagonis, ada pula peran protagonis dan tritagonis😀
    Jadi ya harap maklum aja, hadapi aja semuanya seperti air yang mengalir.
    Toh dianya ntar bakal nyadar sendiri nantinya🙂 *semoga*😀

  10. Sama halnya dengan persahabatan, dalam keluargapun demikian.
    Ada saja apel yang berulat. Ini menjadi ujian bagi anggota yang lain, agar dapat menghadapi perilakunya dengan lebih bijak🙂

Biasakan Berkomentar Setelah Membaca, Ya.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s