Sulung In Wonderland

alice in wonderland by lewis carrol

“Jika kamu menemukan sebuah pintu yang bisa membawamu ke dunia game, dunia anime, dunia khayalan atau dunia yang sesuai keinginanmu, kemana kamu akan pergi? Dan apa yang akan kamu lakukan di sana?”

Entah pada usia berapa, saya jatuh cinta dengan sebuah kisah yang saya baca dari sebuah buku dongeng klasik. Kisah tersebut adalah Petualangan Alice di Negeri Impian (Alice in Wonderland). Diciptakan oleh Lewis Carroll pada tahun 1865, kisah Alice in Wonderland menjadi mahakaryanya sepanjang masa. Hingga kini, bukunya sudah diterjemahkan ke dalam 70 bahasa, termasuk Yahudi dan Swahili. Cerita ini bahkan sejajar dengan posisi Injil dan karya-karya Shakespare dalam hal luasnya penerjemahan.  Bahkan Ratu Victoria dari Inggris sendiri merupakan penggemar cerita ini dan karya asli cerita ini masih tersimpan di Museum Perpustakaan Inggris. Lalu, apa sih sebenarnya kelebihan kisah Alice in Wonderland ini?

Alice in Wonderland bercerita tentang seorang anak perempuan pemberani bernama Alice. Suatu hari, ia melihat seekor kelinci putih di halaman rumahnya. Uniknya kelinci tersebut berceloteh layaknya manusia dan mengomel kalau ia telat sambil melihat jam. Alice yang mengejar kelinci tersebut terjatuh ke dalam lubang tempat si kelinci putih masuk. Kemudian ia terjatuh di sebuah ruangan yang di sekelilingnya banyak terdapat pintu. Setelah masuk ke salah satu pintu, ia menemukan dirinya berada di dunia antah berantah. Banyak keanehan yang ia temukan di dunia yang ternyata bernama Wonderland tersebut. Ada kucing yang bisa berbicara dan bisa menghilang lalu muncul di mana saja; ulat bulu yang suka menghisap hookah (sejenis shisa); ratu hati berkepala besar; manusia pedang, hingga seorang penggumam yang suka memakai topi aneh.

Sebuah kisah yang banyak digemari sudah pasti mempunyai potensi untuk diangkat menjadi film. Begitu pula dengan cerita Alice in Wonderland. Ada dua versi film Alice in Wonderland. Versi pertama adalah versi sesuai imajinasi Lewis Carrol, bercerita tentang anak perempuan yang terjatuh ke dunia ajaib bernama Wonderland dan dibuat pada tahun 50-an. Sedangkan versi kedua diciptakan oleh Tim Burton pada tahun 2010. Versi kedua ini masih bercerita tentang Alice Kingsley (Mia Wasikowska). Akan tetapi di film yang disutradai Tim Burton ini, Alice sudah berusia 19 tahun, ayahnya baru saja meninggal, dan akan bertunangan dengan seorang bangsawan sombong.

Saat menunggu pertunangan itulah, Alice melihat kelinci putih yang suka mengomel. Saat Alice mengejar White Rabbit (Michael Sheen) itulah ia terjatuh ke dalam sebuah lubang dan mendarat di sebuah ruangan yang dikelilingi pintu. Ia menggunakan kecerdikannya untuk mengambil kunci di tempat yang tinggi dan masuk ke sebuah pintu yang kecil. Di Wonderland, ternyata ia sudah lama ditunggu oleh penghuni Wonderland. Penghuni Wonderland berharap Alice mengakhiri kekejaman penguasa Red Queen (Helena Bonham Carter). Di Wonderland, Alice bertemu dengan Cheshire Cat (Stephen Fry), seekor kucing yang bisa berbicara. Blue Caterpillar (Alan Rickman), seekor ulat bulu berwarna biru yang suka menghisap hooka dan meramalkan tentang Alice, serta The Mad Hatter (Johnny Depp), si nyentrik yang suka memakai topi unik. Dengan bantuan White Queen (Anne Hathaway), Alice yang awalnya tidak ingat sama sekali kalau ia pernah ke Wonderland, berusaha mengalahkan Red Queen, Stayne-Knave of Hearts (Crispin Glover), dan monster Jabberwocky. Dalam petualangannya tersebut, Alice juga berusaha menemukan jati dirinya. Berhasilkah ia menyelamatkan Wonderland? Silakan tonton sahabat sendiri.

Lalu jika saya menemukan pintu yang mengantar saya ke Wonderland, apa yang akan saya lakukan di sana?

Di Wonderland, pertama-tama saya ingin menemui Red Queen terlebih dahulu, kemudian bertanya padanya bagaimana cara ia tidur, makan, dan keramas dengan kepala yang besarnya melebihi badannya sendiri. Saya tidak habis pikir, betapa lehernya kuat menyangga kepala yang besar. Meskipun resikonya saya akan masuk penjara, saya begitu penasaran dengan orang yang berkepala raksasa seperti Red Queen.

Kemudian saya ingin bertemu dengan Blue Caterpillar. Bukan, saya bukannya ingin belajar merokok atau menghisap hooka dengannya. Bagaimanapun saya sudah berjanji tidak akan mencoba merokok. Yang ingin saya lakukan adalah belajar kebijaksanaan darinya, mendengarkan nasihat-nasihatnya tentang kehidupan, dan menemukan jati diri saya. Sebab Blue Caterpillar sendiri pernah berkata kepada Alice, “I can’t help you if you don’t even know who you are, stupid girl.” Ya, saya ingin belajar menemukan siapa diri saya sebenarnya dengan bantuan Blue Caterpillar. Sebab terkadang saya merasa kalau saya mempunyai dua kepribadian yang berbeda.

Lalu saya ingin bermain dengan hewan-hewan di Wonderland yang bisa berbicara. Saya menyukai hewan dan saya sering kali mengajak hewan saya temui berbicara, seperti kucing, ayam, anjing, bahkan kelinci. Hal itu semata-mata saya lakukan karena saya anggap terkadang lebih menyenangkan berbincang dengan para hewan. Mereka tidak banyak menuntut seperti para manusia, mereka pun bisa jadi pendengar yang baik atas keluh kesah kita. Di Wonderland, saya bisa mendengarkan ocehan dari para hewan, sesuatu yang tidak mungkin terjadi di kehidupan nyata. Saya akan berceloteh dengan Cheshire Cat, Dodo Bird, dan hewan-hewan lainnya di Wonderland.

Berikutnya, saya akan menemui Mad Hatter. Saya yang kuliah di jurusan bahasa ingin bertanya padanya bagaimana cara ia menciptakan kata-kata yang terkadang seolah tak bermakna. Gumaman-gumaman lucu yang berirama, seperti dialognya dengan Alice, ‘…”I see what I eat” is the same thing as “I eat what I see”…’ yang kemudian ditimpali March Hare, ‘…”I like what I get” is the same thing as “I like what I get”…’ dan ditukas oleh Doormouse, ‘that “I breathe when I sleep” is the same as “I sleep when I breathe!”

Keajaiban Wonderland tampak dari keajaiban permainan kata, puisi tanpa makna, serta rima kata yang sering diucapkan oleh penghuni Wonderland. Lucu rasanya mendengar Mad Hatter, March Hare, dan Doormouse menyanyi sambil mengejek Red Queen, “Twinkle twinkle little bat, how I wonder where you’re at. Up above the world you fly, like a tea tray in the sky.

Terakhir, saya ingin mencoba mencicipi kue yang bisa membuat badan saya tumbuh besar seperti raksasa. Saya ingin menunjukkan kepada orang-orang yang sering mengatakan saya mungil kalau saya bisa juga bisa menakut-nakuti mereka dengan tubuh raksasa saya. Setelah itu saya akan mencicipi kue yang bisa membuat tubuh saya kecil dan mencoba menjelajah di tempat yang tak pernah bisa saya masuki dengan ukuran normal. Seperti ke sarang kelinci, lubang tikus, dan berteman dengan hewan-hewan kecil lainnya.

Ah, Wonderland benar-benar dunia yang memukau. Dunia penuh warna dan ke-absurd-an. Dunia yang tidak akan pernah saya temui di dunia nyata. Jadi bagaimana, maukah sahabat ikut bersama saya ke Wonderland? Jika mau, bersiap-siaplah. Sebab White Rabbit akan muncul di halaman rumah sahabat dan membimbing sahabat ke sebuah lubang menuju Wonderland. Psst, kisah Alice in Wonderland juga telah menginspirasi orang-orang untuk menciptakan benda-benda unik lho!

alice furniture

alice's chair

mad hatt's ring

Quote: There is a place. Like no place on Earth. A land full of wonder, mystery, and danger! Some say to survive it: You need to be as mad as a hatter.” (The Mad Hatter)

======================================================

Tulisan ini diikutsertakan dalam kontes The First Giveaway yang diadakan oleh Aulia Rahman.

Iklan

41 pemikiran pada “Sulung In Wonderland

  1. Nggak usah berkhayal pengen ke wonderland, di negeri kita juga wonderland dimana hal yang aneh-aneh banyak terjadi, ada koruptor yang dipenjara bisa jalan2 ke Bali, ada pejuang HAM yang menghilangkan Hak Azasi sendiri dengan cara bakar diri, pokoknya menurut akang negeri ini begitu WONDER he he

  2. Pertama baca buku bergambarnya pas masih SD. Never been my favorite sih, abisnya aneh, hehehe. Klo sekarang mah penasarannya sama ini : ada simnbolisasi illuminati apa dibalik segala keanehan dan keajaiban cerita ini 😉

  3. Pelajaran yang aku dapat dari kisah ini adalah tentang bagaimana Alice, memilih beberapa pintu. Nah, begitu pula dengan kehidupan ini kita dihadapkan pada pilihan untuk memilih kehidupan macam apa yang kita pilih.

  4. wah saya jadi inget, tadi malem saya mimpi. agak aneh dan serem. 😕 jadi ada orang2 yang kecil banget, cuma sebesar jari yang tinggal di belakang rumah saya. rumah mereka bentuknya kayak rumah biasa tapi menempel di batang pohon. mereka sekeluarga. awalnya kami berhubungan baik. tapi lama2 mereka jadi makin jahat karena mereka iri dengan manusia yang besar2. akhirnya bapak saya berkelahi dengan mereka. weird, huh? 😕

Biasakan Berkomentar Setelah Membaca, Ya.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s