[Movie] The Nanny Diaries

Hei, hei. Halloo!!!!

Wah, wah. Lama rasanya tidak menyapa sahabat blog semuanya. Dan sepertinya sudah lama juga saya tidak menulis ulasan film. Hm, sebenarnya film ini film yang sudah lama saya nonton dan berkali-kali. Akan tetapi, karena saya menyukai ceritanya, maka saya tetap menyimpannya di koleksi film saya. Kali ini saya akan mengulas film yang berjudul “The Nanny Diaries.”

The Nanny Diaries (2007) mengisahkan seorang perempuan yang baru saja lulus dari perguruan tinggi dan sedang mencari pekerjaan. Annie Braddock (Scarlett Johansson) yang lulusan Montclair State, New Jersey, merasa bingung dengan apa yang harus dilakukannya setelah lulus kuliah. Ia bingung ingin bekerja sebagai apa dan siapakah dirinya sebenarnya. Setelah menolong seorang bocah kecil di taman, banyak yang menawarinya bekerja sebagai nanny (baby sitter). Annie pun mencoba peruntungannya. Ia berharap pekerjaan ini merupakan batu loncatan untuk mencari kerja lain di New York.

Annie bekerja untuk pasangan Mr X dan Mrs X yang mempunyai seorang anak laki-laki bernama Grayer (Nicholas Art). Awal bekerja untuk pasangan kaya tersebut, Annie agak kewalahan juga. Selain karena ia tidak mempunyai basic mengurus anak, ia juga terpaksa membohongi ibunya. Ditambah lagi, ternyata tidak mudah merebut hati Grayer.

Setelah berbagai cara dilakukan, akhirnya Grayer mulai dekat dengan Annie. Ternyata Grayer sebenarnya anak yang manis. Kenakalan-kenakalan yang ia lakukan sebenarnya hanya merupakan caranya mencari perhatian orang tuanya yang terkesan tidak peduli. Tidak heran, sebab Mr X sangat jarang di rumah. Sedangkan Mrs X sibuk dengan kegiatannya, seperti shopping, arisan, berbisnis, sampai mengikuti seminar.

Masalah kembali datang. Annie ternyata mendapat pekerjaan yang melebihi jadwal yang dijanjikan dahulunya. Kini, hari-harinya dihabiskan hanya untuk mengurus Grayer. Annie tidak lagi mempunyai waktu untuk dirinya sendiri. Bahkan untuk sekadar berkencan dengan penghuni apartemen lain yang ia panggil Harvard Hottie. Yang paling menyakitkan bagi Annie adalah seolah-olah semua yang ia lakukan tidak berarti di mata Mrs X. Mrs X bahkan tega memasang kamera pengintai hanya untuk menunjukkan kepada rekan-rekan bisnisnya bahwa Annie bukan nanny  yang baik. Saat kekesalan Annie memuncak, maka Annie pun berencana membeberkan semua kebobrokan sikap Mr X dan Mrs X. Lalu, apakah usaha Annie berhasil? Silakan sahabat nonton sendiri filmnya.

Meskipun ini film lama, entah mengapa saya sangat suka menontonnya. Bisa dibilang, saya kepincut dengan sosok Grayer di film ini. Saya suka akting polosnya sebagai anak kecil. Belum lagi senyumnya yang imut. Sahabat bisa lihat di foto-foto berikut.

The Nanny Diaries

Selain itu, saya juga menyukai ide cerita film tersebut. Bukan hal yang aneh lagi sekarang kalau sekarang keluarga-keluarga kaya melepaskan tanggung jawab mereka terhadap anak mereka kepada seorang pengasuh anak. Mereka beranggapan kalau uang dan fasilitas mewah lah yang dibutuhkan oleh anak-anak mereka. Bahkan banyak yang beralasan kalau mereka bekerja untuk anak mereka.

Memang hal tersebut ada benarnya. Namun, satu hal yang tidak kita pungkiri adalah bahwa setiap anak butuh kasih sayang murni dari orang tuanya. Anak-anak mereka rela memberikan apapun, menjadi apapun, melakukan apapun, hanya untuk mendapat sedikit perhatian dari orang tua mereka. Hanya untuk memperoleh sekejap waktu bersama orang tua mereka. Jangan salahkan anak-anak kita jika kelak mereka lebih dekat dengan sang pengasuh.

Saya juga sedikit bercermin dari film ini. Di yayasan tempat saya bekerja, selain junior high school juga terdapat primary school, kindergarten, childcare (semacam tempat penitipan anak), hingga infant. Terkadang saat saya melewati atau sedang mengunjungi tempat anak-anak kecil tersebut, saya tersenyum melihat tingkah polos mereka. Ulah mereka begitu lucu dan memikat hati.

Namun, meski saya menyukai anak kecil. Saya akan berpikir dua kali jika harus mengajar di jenjang pendidikan di bawah junior high school. Bukan apa-apa, hanya saja saya tidak tahan dengan tangisan anak kecil. Untuk itulah saya memilih junior high school. Dan ternyata, anak-anak junior high school pun tidak jauh berbeda dengan yang lebih kecil. Mereka masih suka bermain, bercanda, dan lain-lain. Terkadang saya beserta guru-guru lain mesti kejar-kejaran dulu dengan siswa junior high school hanya untuk menyuruh mereka makan siang. Dan sepertinya, mereka sebenarnya malahan suka dikejar oleh teacher mereka.

Yah, terkadang saya merasa letih juga harus mengeluarkan tenaga ekstra dibanding waktu saya mengajar di SMA sewaktu PKL dulu. Namun, bagaimanapun saya menyayangi mereka. Syukurlah, mereka juga sepertinya menyayangi saya. Tidak jarang mereka memeluk saya tiba-tiba atau bahkan sekedar menyapa saya dari kejauhan saat hampir sampai di sekolah.

Oh, ya. Hampir lupa. Film The Nanny Diaries mendapat rating 6, 0 dari Internet Movie Data Base (IMDB). Rating yang lumayan untuk sebuah film keluarga. Yang pasti, film tersebut direkomendasikan bagi para ibu-bapak, atau bahkan pengajar yang ingin mengetahui bagaimana perasaan seorang anak sebenarnya. Selamat menikmati.

21 pemikiran pada “[Movie] The Nanny Diaries

  1. adeknya lucu..pngen meluk deh..:D
    betul lung, anak2 emg butuh kasih sayang orang tua.
    gw prnah sdih jga, prnah dlm smnggu itu mama sbuk kle, hari minggu aja mama pergi da urusan skolah gtu. Maunya pas hri minggu mama ada. gw rela, gw bresin rumah smuanya, tpi bisa liat mama dan cerita2..

  2. Nama karakter orangtuanya kok dikasih nama Mr dan Mrs. X ya Lung? Seakan-akan kayak nama disamarkan gitu. Kayak kalau baca koran: Bunga (bukan nama sebenarnya), bla bla bla, hahaha😆

    Btw, aku juga sama. Melihat anak kecil itu selalu bikin senang ya karena imut dan polos gitu. Tapi kalau disuruh ngurus, hmm, sekarang ini rasanya belum siap dah, hahaha😆

  3. belum pernah nonton..
    kalau buku, mungkin ini seperti Rumah Cokelat nya Sitta Karina
    ide ceritanya mirip, seorang anak yang lebih dekat dengan babysitternya daripada ibu dan ayahnya sendiri

  4. ihh aku juga sukaa banget sama Grayer, lucuukk dan menggemaskan😀
    apakabar kamu Lung? muridnya gimana, menyenangkan?
    review kamu ini bikin saya ingat sama seorang teman saya yg merupakan pasangan pekerja, jd terpaksa meninggalkan anaknya dengan mbak yang untungnya baik hati
    sampai sebuah kejadian akhirnya membuat teman saya memutuskan stop bekerja dan mendedikasikan waktunya untuk anaknya, apakah gongnya itu?
    suatu kali si anak disuruh membuat cerita kegiatan dia di rumah seharihari, dan isi cerita anaknya ternyata full dengan kalimat “pulang sekolah di jemput mbak, makan pakai ayam sama mbak, ngerjain PR sama mbak, main sama mbak, bobo siang sama mbak, dll..” dan cuma menemukan papa mama di bagian “bangun pagi, salam sama mama papa yang mau kerja” ibu mana yang ngga pengen nangis ketika sadar waktunya sama anaknya cuma secuprit, untungnya sekarang semuanya sudah jauuuhh lebih baik

    ya elahh ini komen ngapa jadi panjang bener yahh, sorry lung kalau jadi OOT😀 hihihihi

    1. kabar baik, mbak. alh,dulillah, murid2nya menyenangkan🙂
      yup, sama seperti film tsb. Si anak trnyata akhirnya lebih dekat dg nany-nya.
      sampai2, ketika takut, si anak lebih memilih memeluk nany drpd ibunya.
      ga pa2 pnjng2 komennya kok mbak😀

  5. Dan ternyata, anak-anak junior high school pun tidak jauh berbeda dengan yang lebih kecil. Mereka masih suka bermain, bercanda, dan lain-lain

    >> ya menurut ngana? hahaha…. seorang pembaca blogku malah ada yg nyangka aku ini ngajar anak TK loh. dia mengambil kesimpulan dari cerita2 yg ada di blogku, hahaha….

  6. saya suka banget film ini!😀 dan bener, pelajaran dari film ini banyak banget… harusnya semua orang tua yang merasa sibuk bangetnya beralasan nonton juga…

    btw, salam kenal… entah nyasar darimana😀

  7. wah keren juga ya film ini jadi pengen nonton.. kebetulan anak saya juga setengah hari diasuh sm nanny hehe karena istri ngajar sih tapi alhamdulillah kami masih punya banyak waktu penuh untuk anak kami ^^ ada link downloadnya ga hehe

Biasakan Berkomentar Setelah Membaca, Ya.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s