[Movie] We Bought a Zoo

Another Scarlett Johansson’s Movie.

Membesarkan anak sebagai seorang single parent itu tidak mudah. Apalagi jika anak kita sedang dalam masa pubertas. Banyak hal dari diri si anak yang harus kita mengerti. Sebab, anak zaman sekarang tidak lagi suka dinasehati. Mereka lebih suka diberi contoh atau belajar secara langsung, dari alam.

Mungkin demikianlah yang ada di pikiran Benjamin Mee (Matt Damon) saat ia kehilangan istri tercinta, Katherine Mee (Stephanie Szostak). Ia mesti membesarkan dua orang buah hatinya sendirian, yakni Dylan Mee (Colin Ford) dan Rosie Mee (Maggie Elizabeth Jones). Tidak mudah memang, sebab selama ini Benjamin lebih sering berada jauh dari anaknya di karenakan pekerjaannya sebagai jurnalis.

Merasa lingkungannya sudah tidak cocok bagi anak-anaknya, ditambah lagi kesedihan yang ia rasakan tiap melihat tempat-tempat kenangannya dengan Katherine, Benjamin memutuskan untuk pindah. Ia ingin putra-putrinya tumbuh normal, menjadi anak baik-baik, dan tidak terpengaruh oleh keburukan-keburukan yang ada di lingkungannya sekarang. Maka, mulailah ia mencari tempat tinggal baru bersama Rosie.

Pilihan terakhir jatuh pada sebuah rumah yang dipilih Rosie. Masalahnya, rumah tersebut bukan rumah biasa. Rumah tersebut dulunya dihuni oleh seorang pemilik kebun binatang. Sang pemilik rumah bersedia menjual rumahnya dengan syarat beserta kebun binatang dan staf-staf yang bekerja di kebun binatang tersebut.

Demi mengharapkan yang terbaik bagi anaknya, Benjamin rela berhutang kepada kakaknya, Duncan Mee (Thomas Haden Church) untuk membeli kebun binatang tersebut. Di kebun binatang itulah Benjamin bertemu dengan Kelly Foster (Scarlett Johansson), Kepala Kebun Binatang Rosemoore tersebut.

Ternyata tinggal di kebun binatang tidak semudah yang Benjamin bayangkan. Banyak masalah-masalah dan kendala yang ia hadapi. Selain tempat yang begitu jauh dari pusat kota, Benjamin juga mesti memperbaiki tempat tersebut agar bisa lulus inspeksi dan bisa dibuka kembali. Jika tidak, maka kebun binatang tersebut terpaksa ditutup. Belum lagi hubungannya dengan anaknya sendiri, Dylan yang tidak terlalu harmonis. Lalu apakah Benjamin berhasil mengatasi segala kendala yang ada agar kebun binatangnya lulus inspeksi, memperbaiki hubungannya dengan Dylan, dan tentunya menghapus kesedihannya setelah ditinggal istrinya? Ah, alangkah baiknya jika sahabat sendiri yang menjawab semua pertanyaan tersebut dengan menontonnya bukan?

We Bought a Zoo (2011) merupakan film yang cocok untuk ditonton bersama keluarga. Selain ide cerita yang menarik, yakni membesarkan anak dengan belajar dari alam, film yang berdasarkan kisah nyata ini juga mempunyai kekuatan di hal-hal kecil yang justru mampu membuat kita meneteskan air mata. Saya pribadi menyukai akting Matt Damon di film ini. Tidak seperti di film-filmnya yang lain, di sini Matt Damon sama sekali tidak memegang senjata. Dan saya rasa, aktingnya di film drama ini cukup bagus. Sedangkan Scarlett Johansson bagi saya di film ini perannya tidak terlalu kuat. Ia sepertinya berusaha terlalu kuat untuk menjadi tomboi agar pas dengan perannya sebagai kepala kebun binatang. Padahal, seorang perempuan tidak ada salahnya feminin dan menjadi pemimpin. Asalkan ia menunjukkan keteguhannya sebagai seorang pemimpin dengan sikap tegas kepada bawahannya.

Yang mencuri hati saya di film ini, justru akting si kecil Maggie Elizabeth Jones. Meski masih hijau, namun akting Maggie cukup dapat menghibur penonton dengan sikapnya yang manis. Selain itu, saya juga menyukai hewan-hewan yang ditampilkan di film ini. Bagian yang saya sukai adalah saat Benjamin memasang papan mengenang kematian seekor harimau yang mati di kebun binatang tersebut. Sebagai seorang pecinta binatang, saya setuju dengan sikapnya tersebut. Sebab, hewan pun layak dihargai dan mendapat penghargaan sebagaimana seorang manusia.

Meskipun IMDB cuma memberi rating 7, 2, namun saya berani memberikan nilai 8, 1 untuk indahnya cerita serta ending yang begitu manis. Sahabat tidak akan rugi menonton film ini. Terakhir, setelah menonton film ini, saya jadi teringat dengan pepatah minang “Alam Takambang Jadi Guru (Alam Terkembang Jadi Guru).” Karena alam menyediakan berjuta pelajaran yang tak kan kita peroleh dari sekolah formal. Selamat menikmati.

Inspiring Quotes:

“You know, sometimes all you need is twenty seconds of insane courage. Just literally twenty seconds of just embarrassing bravery. And I promise you, something great will come of it.” (Benjamin Mee-We Bought a Zoo)

“I like the animals. I love the people” (Duncan Mee-We Bought a Zoo)

Iklan

21 pemikiran pada “[Movie] We Bought a Zoo

  1. Lucu juga ya konsepnya Lung: mau beli rumah tapi mesti “sepaket” sama kebun binatang!! hahaha 😆 . Dan ini beneran berdasarkan kisah nyata?? Wow!!

    Dan quote pertamanya memang bagus banget!! Dan kadang memang itu yang aku lakukan ketika harus membuat keputusan akan mengambil sesuatu yang cukup risky atau membuat pilihan yang penting. Nggak usah banyak mikir lagi, ambil nafas, kumpulkan keberanian, dan kemudian ambil keputusan/pilihan itu, hehehe 🙂

Biasakan Berkomentar Setelah Membaca, Ya.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s