How Do I Spend A Birthday

Biasanya, bagaimana cara kalian merayakan hari ulang tahun kalian? Dengan pesta mahal di hotel berbintang, syukuran bertambahnya umur, atau mentraktir teman-teman? Saya sendiri hanya merayakan hari ulang tahun sampai kelas 3 SD, setelah itu kok ya rasanya malu masih dirayain juga. Makanya saya sampai sekarang tidak pernah lagi merayakan hari ulang tahun saya. Akan tetapi, tahun ini merupakan tahun yang spesial buat saya. Bukan, bukan karena saya merayakan hari ulang tahun saya di hotel berbintang (boro-boro, mimpi kaleee). Akan tetapi karena saya menghabiskan hari ulang tahun saya di sekolah bersama siswa-siswa saya.

Yah, sebenarnya kebetulan juga hari Rabu dan Kamisnya memang ada acara di sekolah. Nah jadi di Yari International School ini, menjelang menerima rapor dan selesai ujian, selalu diadakan kemping di sekolah. Pesertanya, tentu saja para siswa. Sedangkan bagian yang menarik adalah, para guru lah yang akan mendirikan stand untuk meramaikan acara pada malam harinya.

Tema kali ini adalah pasar malam. Teachers dari kindergarten, primary, sampai junior high school pun berkumpul merapatkan stand apa yang akan mereka dirikan. Setelah berembuk, diputuskan ada beberapa stand, yaitu: catching fish, guessing egg, ghost house, sepakbola terung (lupa bahasa inggrisnya), fishing bottle, de el el. Saya kebagian stand cathcing fish.

Jadi game cathcing fish ini kaya game yang biasa ada para perayaan musim panas di Jepang. Sahabat pasti tahu, kan? Itu lho, ikan-ikan di dalam kolam mesti ditangkap pakai serokan kecil-tipis dari kertas. Nah jadi tantangannya, si anak mesti cekatan dalam menangkap si ikan.

Oke , kembali ke tugas saya. Berhubung saya yang di PJ-kan atas stand tersebut, maka saya mesti mencari ikan-ikannya. Tentu saja ikan yang bakal digunakan adalah ikan yang menarik. Masalahnya, nyari orang yang jualan ikan hias dan tak terlalu mahal ternyata susah banget. Sampai-sampai saya dan seorang guru yang lain mesti naik motor puluhan kilo hanya untuk mencari si ikan-ikan cantik.

Setelah mendapatkan ikan-ikan, maka saya beserta guru-guru cowok yang lain pun mendirikan tenda buat anak-anak tidur nanti malam. Oh ya, berhubung siswa kindergarten masih terlalu kecil, maka yang ikut kemping ini hanya siswa dari primary dan junior high school. Pasar malamnya baru dibuka pukul 20. oo, jadi anak-anak yang ikut kemping mesti ikut rangkaian acara yang lain dulu. Misalnya, gotong royong, salat ashar berjamaah, bermain bola, salat magrib berjamaah, makan malam bareng, sampai salat isya berjamaah. Baru setelah itu mereka boleh ikut pasar malamnya.

Nah, pas pasar malamnya, sumpah, rameeeee banget (sengaja pakai ‘e’ yang banyak buat mendramatisir)!! Mereka rebutan main di stand-stand yang ada. Lucunya, ada beberapa orang tua murid yang datang dan ikut pasar malamnya.  Suasananya heboh seperti di siang hari saja. Stand saya lumayan rame, tapi cukup repot juga. Soalnya, namanya juga anak-anak. Jadi ada beberapa anak yang malah ngubek-ngubek kolam ikan saya dan bikin ikan-ikan kelenger. Jadilah sembari meladeni anak-nak yang ingin main game-nya, saya pun sibuk misuh-misuh sama anak-anak yang ngubek-ngubek isi kolam. Seperti ini kira-kira:

“Misteerrrrr, I want to play!!!”

“Gimana cara mainnya sih, Mister?”

“Mister, kapan giliran saya?? He play to long!”

“Misterrrr, ikannya susah ditangkeeeeeppp!! They are too fast!”

Argghhh… Demikian lah pekikan batin saya waktu itu.  Walaupun mereka lucu-lucu, tapi tetap saja bikin saya puyeng kalau semuanya menyerbu. Untunglah tak terasa dua jam cepat berlalu. Pukul 22. 00, saatnya mereka tidur. Maka keributan kembali terjadi, kali ini rebutan kamar mandi. Belum lagi teriakan-teriakan siswa-siswa grade 1 yang tidak biasa tidur tanpa orangtua. Riweh, sih. Tapi lucu.

Saya kecapekan jongkok akhirnya istirahat bersama teachers yang lain sambil duduk-duduk (atau tidur-tiduran) dan menikmati makanan ringan yang disediakan seksi konsumsi dan pemberian orang tua murid. Pukul 23. 00, ternyata masih banyak yang belum tidur. Rata-rata para boys yang biasa begadang di rumah mereka (heran, kecil-kecil udah begadang. Ga diawasin orang tuanya apa? Kalau Bang Haji dan Kak Seto tau, bisa protes tuh). Jadilah saya ngobrol-ngobrol dengan mereka. Pukul 01. 00, hanya beberapa mata saja yang masih bertahan (mata saya sendiri sudah 5 watt dan merem-melek). Karena saya dapat giliran ngeronda, saya ga boleh tidur dong. Saya pun main ludo ala Jerman dengan guru-guru lain. Eh, mungkin sahabat bakalan komentar, “Sok kali, ludo ala Jerman segala.” Tapi memang begitu kenyataannya. Ibu yayasan yang sering ke Jerman dapat mainan tersebut di sana. Jadi tidak heran di sekolah ini banyak sekali mainan ala Jerman. Besoknya, anak-anak pun diajak untuk senam pagi bersama dan sarapan. Setelah itu, baru kami semua beres-beres buat pulang. Dan selesailah kemping dua hari tersebut.

Meski kemping tersebut singkat, meski saya tidak mendapat kado apapun dari siapapun, saya mendapat beberapa hal yang lebih berharga dari sebuah kado. Ucapan selamat tulus dari siswa-siswa junior high school serta beberapa guru, lebih berarti rasanya. Belum lagi kejadian-kejadian kecil sederhana yang membuat saya terharu.

Misalnya, waktu saya melihat salah seorang boy yang rambutnya kusut sehabis mandi, saya pun mengambil sisir dan menyisir rambutnya. Si anak cowok in heran dan ngomong, “Kok mister yang nyisir rambut i?” Saya pun menjawab, “Ga boleh ya emangnya? (sambil pura-pura berhenti menyisir)” Lalu dia menjawab,

“Never mind, mister. That very kind of you. My parent aja jarang nyisirin rambut i.” Aduh, saya yang mendengar kata-katanya itu kok hati saya jadi memiuh ya?

Ada lagi kejadian lain. Sehabis sarapan, beberapa siswa masih duduk-duduk di sekitar tempat bermain. Lalu saat saya lewat di dekat salah satu girl siswa primary (saya mengajar di junior high school), dia tiba-tiba nyeletuk, “Misteeer, my sister told that you a kind teacher! (sambil tersenyum manis)” Saya mau tidak mau berhenti dan Cuma bisa bilang, “Thank you.”

Banyak lagi kejadian lainnya yang membuat saya merasa ulang tahun saya kali ini begitu berharga. Seperti salah seorang siswa Grade VI yang lulus UN dan bilang sama saya, “Mister, I can’t wait to study with you in junior high school. That’s gonna be awesome.” Belum lagi kelakuan-kelakuan mereka yang lucu dan manis, seperti menggelayut manja di lengan saya, melompat ke atas punggung saya, dan lain-lain. Namun yang paling bikin saya tertawa adalah saat seorang siswa bilang begini,

“Mister, umur you kan udah twenty three, tapi kok badan you kurus? Small pula.”

“Biarin, itu tandanya mister imut (pasang pose chibi).”

“IMUUUUUUUUUUUUUTTTTTT!!!!!!??????? (teriak ga rela)

Jadi, bagaimana cara kalian menghabiskan hari ulang tahun kalian?

Catetan: maaf kalau ga ada foto-fotonya. Belum sempat minta soalnya #ngeles

image source: http://data.whicdn.com/images/28692603/Birthday-Quotes6_large.jpg

34 pemikiran pada “How Do I Spend A Birthday

  1. Hicha Aquino

    Wah, bahasanya campur2 gitu. Disatu sisi senang sih, kalau kecil-kecil udah jago b.ing, tapi jangan sampai bahasa sendiri nantinya jadi ditelan bumi. Bahasa itu identitas bangsa kan ya..🙂

  2. Ultah tahun ini ttep seperti biasa.. nothing special.. memuaskan tidur krn kerjaan kantor yg gila xD tapi beberapa hari kemudian, kaget aja ternyata temen2 kasih surprise xD *maluw*

    Sudah terbiasa melewatkan ultah tanpa ucapan selamat atau perayaan.. toh saiyah juga tak suka mengheboh. Hehe.. niwey, (*・ω・)っiii ♪誕生日おめでとう♪

  3. Hahahahahah. Saya bacanya ketawa-ketawa. Apalagi sewaktu bilang “imut”, membayangkannya, lucu. Selamat Ulang Tahun… Semoga di tambah segalanya yang baik…🙂
    Salam…

  4. woo mas sulung ini guru tho? btw asik baget yah bisa ada acara pasar malem di sekolah gitu. sambil main tangkap ikan menggunakan penyaring kertas.

  5. Menyenangkan yaaaaa jadi Guruuuuuuu……😀 anyway… Semoga dikaruniai usia yg manfaat dan penuh barokah ya Lung. Sehat senantiasa, lapang rejekinya, enteng jodoh dan cepat besar, hahaha… Aamiin…..

  6. Aku kalau ulangtahun ya merayakan sendiri sama teman-teman dekat aja sih Lung🙂 Seingetku dirayain agak besar ya cuma sewaktu kecil aja deh, hehehe😀

    Wah, itu anak-anaknya udah lancar ya bahasa Inggrisnya. Tapi benar tuh, mereka juga mesti tetap lancar berbahasa Indonesia dong, hmmm…

  7. seru banget sih Mister…. jadi guru enak yah….*toyor diei sendiri gak nurut orangtua*
    met ultah yah, sehat selalu, tambah barokah hidupnya, cepet ketemu belahan jiwanya….tapi…masih muda bangettt….. hidup masih panjang…😀 temenku guru Fisika belum pengen merit, masih suka backpacking’an😀

  8. Wah, keren banget nih perayaan ultahnya bareng anak-anak murid…Aku jadi iriiiii…hahaha…

    Happy Birthday, Mister! Gak papa ya klo udah kelewatan lama hihihi…

    Mdh2an apa yang dicita2kan ditahun ini dikabulkan oleh Allah SWT. amin!

  9. kalau aku biasanya seh meraimaikan perpindahan umur dengan mentraktir temen-temen,, tapi setahun yang lalu udah jarang dilakukan deh.. hehehehe..

    wah asyik yak ada acara seperti itu.. aku udah lama rasanya gak ikut acara nginep2an seperti itu lagi… kangen juga euy😀

Biasakan Berkomentar Setelah Membaca, Ya.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s