It’s My Music, It’s Me

Musik yang selama ini kita dengar, tidak jauh berbeda dengan sebuah bahasa. Musik juga merupakan sebuah media komunikasi. Tidak heran, jika ada yang menyamakan sebuah lagu dengan diri merek dan jika harus mendeksikripsikan diri saya dalam sebuah lagu maupun playlist-nya, maka lagu-lagu berikut inilah yang menjadi soundtrack hidup saya.

Baru-baru ini, saya disibukkan dengan penerimaan siswa baru di sekolah tempat saya mengajar. Melihat paras siswa baru yang begitu lugu dan bersemangat, saya jadi tersenyum sekaligus merasa sedih di hati. Bukan apa-apa, hanya saja melihat semangat mereka masuk sekolah membuat saya bahagia pula. Di sisi lain, saya teringat dengan beberapa anak yang mungkin tidak mendapat kesempatan seperti mereka. Bukan rahasia lagi kalau sekolah tempat saya mengajar adalah sekolah swasta dengan siswa-siswa dari kalangan berada. Sebagai manusia, jujur terkadang saya merasa iri melihat fasilitas yang mereka dapatkan dari orang tua mereka. Namun, jika saya melihat kembali ke belakang, saya merasa bersyukur dengan segala keterbatasan yang saya miliki dulu, saya masih bisa menuntut ilmu hingga jenjang perguruan tinggi. Bahkan saya mampu meringankan mama yang membesarkan saya sendiri dengan beasiswa yang saya terima dari SMP hingga perguruan tinggi.

Tidak heran kalau saya menyukai lagu Stand Up for Love dari Destiny’s Child di atas. Saya masih ingat, mama sering berpesan kepada saya untuk selalu akur dengan saudara-saudara yang lain. Sebab jika kita berpegangan tangan bersama-sama, maka beratnya beban hidup yang selama ini kami rasakan akan berkurang.

Begitu pula dengan lagu Through the Rain dari Mariah Carey di atas. Sering kali saya terjatuh, merasa hidup terlalu berat, namun toh sampai sekarang saya masih bertahan. Sebab bagaimanapun saya sadar, Tuhan menguji saya karena Ia sayang. Dan tentunya, Ia tak akan memberikan cobaan melebihi batas kemampuan hamba-Nya. Karenanya, I can make it through the rain, I can stand up once again, On my own and I know that I’m strong enough to main. Seperti saat saya diuji dengan ditinggalkan figur seorang ayah, maupun saat saya diuji dengan skripsi. Saya yakin, saya tidak sendirian menanggung semua ujian yang diberikan-Nya. Saya mempunyai keluarga, sahabat, hingga teman-teman yang mungkin belum pernah saya temui (sahabat blog) yang tak berkeberatan membantu saya berdiri saat saya terjatuh.

Lalu kenapa saya menyukai lagu Waiting Outside the Line-nya Greyson Chance? Ada alasan tersendiri tentunya. Hidup senantiasa memberikan pilihan bagi kita. Namun, hidup akan memberikan lebih bagi mereka yang berani keluar dari zona nyaman, keluar dari kotak yang selama ini mereka gunakan untuk bersembunyi. You never enjoy your live, living inside the box. You so afraid taking chances, how you gonna reach the top? Yup, bagaimana kita bisa mencapai puncak jika kita takut mengambil kesempatan yang ada di depan mata. Kesempatan tidak datang dua kali bukan? Seperti saat saya melihat lowongan di sekolah swasta tempat saya mengajar sekarang. Saat itu, saya juga dihadapkan dengan pilihan lain. Namun saya memilih untuk mengambil pekerjaan sebagai pengajar di tempat yang cukup dari tempat saya tinggal. Bahkan agak terlalu tinggi bagi standar saya sebagai lulusan Pendidikan Bahasa Indonesia, yakni sekolah tersebut memakai pengantar Bahasa Inggris. Akan tetapi, jika saya tidak mencoba, kapan lagi?

Sekarang saya mencoba menikmati hidup yang saya jalani. Meski terkadang lelah (betapa tidak, saya masuk pagi dan baru pulang petang hari), saya berusaha tidak mengeluh dan senantiasa mengatakan kepada diri saya “I’m Feeling Good.”

Tulisan ini diikutsertakan dalam “Giveaway Your Song: Dirimu dalam Sebuah Lagu” yang diadakan oleh Deny Gnasher.

Image Source: http://yenxavier.files.wordpress.com/2010/10/songs.jpg

30 pemikiran pada “It’s My Music, It’s Me

  1. Aku juga suka Stand Up for Love itu deh! Klo Michael Buble jangan ditanya, tiap hari dengerin semua albumnya hehehe…Favorit banget itu yang judulnya Lost.

    I wish u luck for the giveaway!

  2. Ceritanya inspirasional sekali yah. Pasti orang tuanya banggsa banget nih sama Mbak, bisa dapet beasiswa dari SMP sampe perguruan tinggi. Sudah saya daftar sebagai peserta yah tulisannya. Terima kasih sudah mengikuti kontes kecil-kecilan saya🙂

  3. hehehehe…dipanggil mbak….:)
    pasti mamanya bangga sekali ya punya putra yang dapat beasiswa dari SMP sampai PT….. jempol deh!
    senang akhirnya mengenalmu, anak muda yang tangguh!!

  4. waaahhh.. semoga menang yak.buat kontesnya lung.. kalau aku mah gak bisa digambarin dengan sebuah lagu.. wong aku gak sula dengerin lagu gitu.. hihihi

  5. Ping-balik: Pesantren Ramadan « Catatannya Sulung

  6. Karena sudah baca posting setelah ini, cuma bisa bilang selamat yaa Mas Sulung🙂
    Kalo soal musik, suka semua yang diposting di atas. Hehehe🙂
    Tapi saya pribadi penggemarnya Jamie Cullum.😀

Biasakan Berkomentar Setelah Membaca, Ya.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s