[Movie] Seeking Justice

Apa jadinya jika keadilan menjadi sesuatu yang langka?

Will Gerard (Nicolas Cage) adalah guru Bahasa Inggris di Rampart High School di New Orleans. Awalnya, ia hidup bahagia bersama istri tercinta, seorang musisi bernama Laura Gerard (Januari Jones). Namun, semua kebahagiaan Will seolah direnggut ketika ia mendapat kabar kalau istrinya diserang (dan mungkin juga diperkosa) oleh orang tak dikenal sepulangnya dari rehearsal. Di rumah sakit, Will mendapati Laura mengalami depresi berat akibat penyerangan tersebut. Tambahan lagi, saat Laura diserang, tak ada satu orang saksi mata pun yang berada di tempat kejadian perkara. Hal ini membuat Will merasa kecewa dengan hukum yang berlaku di kotanya. Sebab para penegak hukum pun seolah-olah tidak peduli dengan kasus yang ia alami.

Saat menunggui istrinya di rumah sakit, seseorang bernama Simon (Guy Pearce) menawarkan untuk membalaskan dendamnya. Simon menjelaskan bahwa ia dari sebuah organisasi yang menguhukum orang-orang yang tidak tersentuh hukum. Dengan syarat, apabila suatu saat Simon membutuhkan bantuan Will, Will harus bersedia membantu Simon dan organisasinya. Demi melihat penderitaan istri tercinta, Will menerima syarat tersebut. Awalnya ia sangsi, namun alangkah kagetnya Will saat menonton berita bahwa seseorang yang (dulu) menyerang istrinya tewas.

Hidup normal sejak penyerang istrinya tiada, enam bulan kemudian Will dikagetkan oleh telepon dari Simon yang meminta pertolongannya untuk membunuh Alan Marsh (Jason Davis), seorang pedofilia. Simon berkata pada Will bahwa ia tidak perlu khawatir, sebab ia sudah menyusun rencana agar pembunuhan tersebut hanya terkesan kecelakaan biasa. Awalnya tentu Will menolak, sebab bagaimanapun ia seorang guru dan membunuh merupakan suatu pekerjaan yang bertentangan dengan profesinya. Namun ia tidak berkutik setelah Simon mengungkit-ungkit kematian penyerang istrinya. Will menyanggupi, namun di lokasi kejadian ia merasa tidak sanggup. Saat ia ingin berbicara dengan Alan, Alan tiba-tiba jatuh dari ketinggian dan mati. Gawatnya lagi, wajah Will ternyata terekam kamera CCTV saat kejadian tersebut.

Ketika Will mencari tahu informasi soal Alan, alangkah kagetnya Will begitu tahu Alan sebenarnya seorang jurnalis. Dengan kata lain, Will telah dibohongi oleh Simon dan organisasi tersebut. Maka dimulailah usaha Will mengembalikan nama baiknya yang tercemar, namun ia mesti bergegas. Sebab polisi menetapkannya sebagai buronan dan organisasi terlarang tersebut mengincar Will beserta istrinya untuk ditutup mulutnya. Berhasilkan usaha Will? Silakan sahabat tonton sendiri.

Oke, sebenarnya saya mengulas film Seeking Justice (2011) tersebut bukan dengan tujuan membahas akting para pemain ataupun laga si Nicolas Cage. Menonton film tersebut, mau tidak mau saya seperti bercermin dengan negara saya sendiri, Republik Indonesia.

Sudah bukan rahasia umum lagi kalau di negara ini, keadilan dapat dibeli. Para koruptor maupun pejabat-pejabat yang bermasalah dengan hukum dapat lolos dari hukuman atau hanya mendekam sebentar di penjara. Seperti kabar baru-baru ini, bahwa si Gayus sang koruptor di Dirjen Pajak mendapat grasi (atau remisi, saya lupa) kemerdakaan RI. Apa-apaan, jika ibu pertiwi ini bisa bicara, ia pasti meraung mengetahui kenyataan tersebut. Bagaiamana mungkin seorang perampok uang rakyat, penyengsara rakyat kecil, malahan mendapat ampunan di hari kemerdekaan RI.

Dimana sebenarnya keadilan di negeri ini? Sering kita tonton berita di tv, orang-orang lemah lagi miskin justru mendapat hukuman berat, sementara mereka yang berduit selalu kebal hukum, bebas dengan cepat, bisa kabur ke luar negeri, atau bahkan mendapat sel yang mewah.

Dimana sebenarnya keadilan di negeri ini? Di saat rakyat tercekik dengan kemiskinan, pembagian sembako selalu ricuh karena miskinnya orang-orang, bahkan banyak anak-anak bangsa yang tidak bisa melanjutkan pendidikannya, petinggi kita justru berkoar-koar persentase kemiskinan telah turun, Indonesia sudah semakin makmur, atau membanggakan beberapa universitas di Indonesia yang masuk peringkat dunia.

Ah, Ibu Pertiwi. Bukan berarti saya malu atau tidak bangga lahir dan tinggal di negeri ini. Hanya saja, miris rasanya melihat kesenjangan yang terjadi dimana-mana. Namun tentunya, ini sepenuhnya bukan salahmu. Bukan keinginanmulah tanah yang diperjuangkan dengan darah oleh para pendahulu kami menjadi salah satu negara terkorup di dunia.

Bukan salahmu, Ibu Pertiwi.

Sahabat, kita memang patut merayakan kemerdekaan kita dari penjajah yang telah kita rasakan selama 67 tahun. Namun, jangan pula terlena. Masih banyak tugas kita untuk menjadikan negara kita lebih baik. Mari berpegangan tangan, mari bekerja sama. Dimulai dari hal-hal yang kecil, seperti: membiasakan antre, mengajarkan anak-anak berlaku jujur, dan hal-hal kecil lain namun bermanfaat besar lainnya.

Banyak hal yang bisa dibanggakan dari negara kita ini, Indonesia tercinta. Akan tetapi, jangan sampai hanya keburukan kita lah yang bergaung di dunia luas. Aib Ibu Pertiwi, aib kita bersama. Jangan sampai kita mesti bertindak dengan cara sendiri seperti dalam film di atas. Salam persahabatan. Merdeka!!

 

 

 

12 pemikiran pada “[Movie] Seeking Justice

  1. Plot film itu rasanya mirip-mirip sama film lain apa gitu ya Lung (lupa judulnya aku, hahaha :D). Cuma yg jelas film Hollywood juga seh, hehehe😀

    Anyway, ya, memang ada banyak sekali ‘PR’ yang harus dikerjakan oleh Indonesia. Miris banget setiap kali baca berita-berita mengenai Indonesia… . Dan entah apakah pihak-pihak yg berwenang ini beneran serius menggarap ‘PR’-nya atau tidak…

Biasakan Berkomentar Setelah Membaca, Ya.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s