Aku Ingin Membunuh Ayahku

“Mr, I want to kill my father.”

sumber: therealsupermomblog.com

Jika sahabat suka membaca manga berjudul Naruto, pasti kenal dengan yang namanya Itachi Uchiha. Ya, kakak dari Sasuke Uchiha inilah penyebab Sasuke membelot dari Konoha dan memilih menjadi buronan untuk membunuh kakaknya sendiri. Lho, memangnya kenapa Sasuke ingin membunuh Itachi? Ternyata gara-gara Sasuke telah membunuh ibu dan ayah kandungnya sendiri. Itachi sendiri membunuh ayah dan ibunya bukan tanpa alasan, dan alasan tersebut bisa teman-teman baca di manga Naruto. Sebab yang ingin saya sorot bukanlah kisah Naruto itu sendiri, tapi peristiwa seorang anak yang membunuh ayah kandungnya sendiri.

Kalimat di bagian awal tulisan tercetus dari mulut salah seorang siswa saya ketika kami terlibat dalam bincang-bincang santai. Sebut saja namanya I. I ini siswa laki-laki yang baru duduk di Grade 8. Sekilas tiap orang yang melihat parasnya akan mengira ia anak dari musisi ternama Ahmad Dhani. Wajar, soalnya wajahnya memang mirip dengan si Al.

I sebenarnya anak yang baik dan cerdas. Terbukti dari pengetahuan umumnya yang luas. Saya paling suka kalau sudah berdiskusi di kelas dengan tema umum maka dia yang paling vokal bersuara. I juga berpotensi menjadi juara kelas apabila ia mau lebih keras berusaha. Sayangnya, I ini tipe anak yang menganggap enteng segala hal. Bahkan ketika dimarahi pun, dia hanya tersenyum simpul.

Lalu kenapa ia sampai ingin membunuh ayahnya? Dari cerita yang mengalir dari mulutnya ternyata ayahnya seseorang yang ringan tangan. Ringan tangan dalam arti yang kurang baik tepatnya. Ayahnya suka memukul dirinya dan ibunya apabila si ayah sedang marah. Padahal menurut pengakuannya, ibunya lah yang mati-matian mencari nafkah untuk keluarga mereka. Sementara si ayah yang notabene kepala keluarga hanya duduk-duduk di rumah. Wajar bila I marah tentunya.

Kali lain ketika si I disuruh salat berjamah, I mangkel. Waktu itu saya rasa mood-nya sedang jelek. Ia protes dengan salah satu nasihat guru agama yang mengatakan bahwa doa anak saleh bisa menolong orang tua di akhirat kelak. Ia tidak ingin salat dan tidak ingin jadi anak saleh karena tidak ingin menolong ayahnya di akhirat kelak. Menurut ia sudah sepantasnya si ayah masuk neraka saja. Sebab bukankah guru agama mengatakan bahwa surga letaknya di bawah kaki ibu? Lalu mengapa si ayah suka memukul istrinya yang tidak lain adalah ibu dari anaknya sendiri. Ditambah lagi, si ayah hanya bisa menyuruh tanpa mencontohkan. Si ayah menyuruh I salat, tapi ayahnya sendiri masih menonton tv. Si ayah menyuruh I puasa, padahal ayahnya malah tidak puasa.

Saya sebagai guru sebenarnya iba dan miris mendengar ceritanya. Ingin menolong tetapi saya tidak dapat berbuat banyak karena itu adalah masalah rumah tangga mereka. Jadi saya dan guru-guru yang lain berusaha memberikan pengertian kepada si I. Bagaimanapun, tidak ada anak yang jahat dan bodoh di dunia ini. Orang tuanya yang membuat seorang anak dianggap jahat atau bodoh.

Berkaca dari kisah di atas, sudah sepantasnya kita sebagai orang tua berpikir kembali bagaimana cara kita memperlakukan anak kita. Jangan sampai seorang anak mencontoh perilaku buruk orang tuanya. Sebab orang tua adalah tonggak pembentukan karakter seorang anak. Maka di awal tahun yang baru ini, mari kita bertekad memperbaiki sifat-sifat buruk kita agar anak kita atau anak kita kelak (bagi yang belum berumah tangga) tidak meniru sifat buruk kita. Salam persahabatan.

“Andai kau tahu I, aku juga membenci ayah kandungku. Tapi aku telah berada dalam tahap memaafkan sehingga tak mungkin aku membunuhnya. Memaafkan meski tak ingin menerima kembali keberadaannya.”

44 pemikiran pada “Aku Ingin Membunuh Ayahku

  1. SETUJU! seharusnya para orang tua juga introspeksi pada dirinya sendiri. jangan melulu menyuruh anak untuk begini begitu, sementara ia tak memberi contoh akan apa yang ia suruh.

    kondisiku juga lumayan kusut, lung. karena yang seperti itu bukan ayah, tapi ibu. masalahnya tidak sepelik kamu juga, namun cukup fatal. namun ibu selalu mengatakan “kualat” kalo diriku tak mengikuti apa kata dia. namun, Allah suka kepada seorang anak yang berusaha menyadarkan orang tuanya yang salah, kan? oleh karena itu aq masih berjuang menyadarkan beliau. karena sesungguhnya, sebenci2nya diriku dengan beliau, saya sangat mencintainya..

    halah jadi ikutan curhat😄

  2. Sejelek sejahat seburuk apapun ayah kita, dia akan tetap jadi ayah kita. Mau ngga mau, suka ngga suka.
    Semoga I tetap mau jadi anak sholeh. At least untuk mendoakan ibunya. Kasian ibunya, di dunia dianiaya suaminya, nanti di akhirat ngga dapet doa dari anaknya.

  3. aku juga sering menemui Ayah yg seperti itu dilingkungan sekitarku..
    yang kasihan itu anak2 mereka..yg kemudian tumbh menjadi pribadi yang labil…
    semoga,..dan smoga kita bisa jadi orang tua yg lebih baik amiiiinnnnnnnn

  4. Tak ada sekolah untuk menjadi orang tua.
    Anak memilih dimana dia dilahirkan
    Semoga semakin dewasa, kita semua termasuk I menjadi semakin mengerti tentang kehidupan. *pray*

      1. saat orang tua ga bisa, anak yang sudah semakin membesar en tau mana yang baek en buruk, seharusnya tidak mengulang kesalahan yang sama.

        en memang bener, ortu yang harus terlebih dahulu.
        That’s why aku bilang, anak ga bisa memilih.

        but kalau mau memperpanjang, bisalah bicara karma😛 hahaha… tapi terlalu panjang lebar kali tinggi:mrgreen:

  5. Mas, aku trenyuh membaca soal I ini.
    rasa benci yang dipendam sekian lama dapat berdampak buruk.
    Semoga kasih sayang dari para guru dan sahabat-sahabatnya dapat membawanya dalam tahap memafkan kekurangan ayahnya nanti.

  6. Trenyuh membacanya.
    Anak laki-laki, katanya, lebih dendam pada bapak yang berperilaku tidak baik pada dia dan ibunya…. membekas lama sampai dia besar biasanya.
    Semoga perjalanan hidupnya nanti membuatnya jadi bisa memaafkan.

  7. “karena satsuke telah membunuh ayah dan ibunya” sepertinya ini salah ya lung? Maksudnya ichiha kan yak yg membunuh? *dibahas*

    semoga I bs memaafkan ayahnya yak. dan sholat kan bs juga mendoakan ibunya. bukan cuma ayahnya😉

  8. sebenarnya sih sama mas, perasaan anak laki2 kalo lihat ayah suka main tangan ke ibu sendiri pasti pikirnya bunuh saja, saya pun begitu.
    dan sekarang saya menyesal juga sudah pernah berpikir begitu
    saya muslim dan doa buat orang tua yg saya bacakan tiap sholat itu yg belakangnya sebagaimana mereka menyayangiku di waktu kecil,
    nah akhirnya si doa ini saya tambahkan atau sayangilah mereka sebagaimana saya menyayangi mereka sekarang,
    karena saya takut kalo saya doa nya sesuai kata2 yg seharusnya saat itu dia tidak merawat saya secara memadai, malahan disiksa oleh tuhan,😀

  9. Berharap banget para ayah yang jahat itu setiap pagi mantengin ceramah di tv, atau ikut training ESQ atau mantengin mario teguh setiap minggu, atau baca tulisan2 asma nadia tentang keluarga, dll. Berharap hati mereka bisa dipenuhi cinta pada keluarga🙂
    Pakguru yang sabar ya…

  10. situasinya sangat buruk ya. anak itu bisa terganggu perkembangannya dan tumbuh dengan kecenderungan violence juga. harus diarahkan agar dia bisa melakukan hal2 yang membuat dirinya merasa berharga.

  11. Hal

    ceritanya mirip denganku.
    aku anak terakhir dari tiga bersaudara, umur 5 tahun aku bangga menjadi anak ayah. umur 8 tahun aku tahu bahwa ayahku berbohong padaku. umur 12 tahun pertama kalinya aku dimaki sebagai anak setan dan bangsat oleh ayahku. umur 14 tahun aku dimarahi dan disuruh melihat ibuku dipukuli juga dilempari telur dan diludahi. umur 16 tahun aku dipermalukan di depan umum, di depan teman-temanku. umur 17 tahun aku berhenti memanggil dia ayahku. umur 18 tahun aku semakin tidak pernah bicara dengan dia. sekarang umur 20 tahun, aku merasa kotor. aku muak melihat dia, aku dididik oleh kesombongan, fitnah, kelicikan, kemunafikan, dan pengkhianatan. aku merelakan pacar, teman-teman, dan tabunganku hanya untuk dia meraih kesenangan sesaat. dia selalu menyalahkan kakak perempuanku, kakak laki-lakiku berusaha sebisa mungkin memenuhi kebutuhan keluarga dan membahagiakan ibuku. ibuku mencari nafkah sebisa mungkin di masa tua nya. sudah sejak sma aku ingin membunuhnya. selama 8 tahun aku berdoa mengharap keajaiban dan tidak ada hasil. ibuku melarangku memukulnya, ibuku terlalu baik. aku tidak mau dengar suaranya aku tidak mau lihat wujudnya, mataku sudah tidak melihatnya lagi sebagai manusia. dia cuma mahkluk yang berkeliaran di hidupku. pengganggu busuk yang nanti akan kuhabisi.

Biasakan Berkomentar Setelah Membaca, Ya.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s