Sentilan Tuhan

tumblr, thinking too much
sumber: tumblr.com

Jadi ceritanya, belakangan ini suasana hati saya agak kurang baik. Gampang marah, bersuara  keras, sampai menghardik siswa-siswa yang banyak ulah (padahal biasanya lebih penyabar). Sampai-sampai teman-teman guru yang lain pada nanya, “Lu kenapa sih, Lung? Lagi M?” Siswa-siswa saya jadi agak bergidik kalau lihat saya. “Mister, don’t be angry. You look bad if you angry.” Status saya pun ga jauh-jauh dari hal tersebut.

Capture

Emangnya apa sih penyebab suasana hati saya yang buruk? Tidak lain dan tidak bukan adalah masalah pekerjaan. Belakangan ini saya sering berpikir, kok rasanya bosan ya? Apa saya bakal kaya gini aja terus? Ingin mencari pekerjaan sampingan, tapi apa? Sementara separuh hari dihabiskan di sekolah. Orang lain udah petantang-petenteng bawa ini itu kemana-mana, saya kok masih begitu-gitu saja? Pengen les ini, beli itu, kondisi keuangan rasanya tidak memungkinkan. Iya, namanya manusia, wajar kan kalau banyak keinginan. Namun Tuhan berkata lain.

Tadi malam, sewaktu saya lagi asyik mendengarkan musik di kamar, tiba-tiba telepon genggam saya berbunyi. Dari salah satu kawan SMA saya yang ingin main ke kosan. Setelah saya tunjukkan denah kos saya, mereka pun sampai di kos saya. Ngobrol soal macam-macam, tapi intinya separuh nostalgia dan separuh lagi menceritakan kabar teman-teman SMA saya dulu. Sepulangnya mereka, ada beberapa hal yang menyentil saya.

Beberapa teman SMA saya, kuliah di perguruan tinggi ternama di Kota Padang yakni Universitas Andalas (Unand). Unand dan UNP (Universitas Negeri Padang) sering dibanding-bandingkan oleh masyarakat Sumatera Barat. Masyarakat beranggapan kalau Unand itu lebih bergengsi dibanding UNP yang merupakan perguruan tinggi keguruan. Waktu saya kuliah sih, saya ga pernah mempermasalahkan hal tersebut. Toh moto yang saya pegang, “Whereever you are, be the number one.”

Kembali ke masalah teman-teman tadi. Teman-teman SMA saya banyak yang mengambil jurusan-jurusan ternama di Unand. Ada yang mengambil Akutansi Internasional, Hubungan Internasional, Teknologi Hasil Ternak, Ilmu Sosial Politik, dan lain-lain. Namun ternyata, jurusan bergengsi yang mereka ambil tidak menjamin bergengsi pula pekerjaan mereka kelak. Si E contohnya, meski ia mengambil Akutansi Internasional kemudian saya dengar kabar dari teman bahwa ia bekerja di BAZ di kampungnya. Yang kuliah di HI, sampai sekarang belum diwisuda. Begitu pula dengan teman-teman yang datang ke kos saya. Mereka rata-rata belum bekerja dan ada yang masih menganggur (bahkan hampir setahun).

Saya pun merenung. Tuhan telah begitu baik kepada saya. Tidak membiarkan saya menganggur lama-lama (hanya tiga minggu setelah wisuda saya langsung bekerja), memberikan saya pekerjaan yang mulia sebagai guru, gaji yang saya terima pun sebenarnya mencukupi kalau saya lebih pandai mengatur keuangan. Ya, Tuhan menjawab kegelisahan saya dengan cara yang halus. Dengan mendatangkan teman-teman saya dan memperlihatkan kepada saya bahwa apa yang saya miliki melebihi apa yang mereka miliki.

Terkadang kita sering seperti itu bukan? Menganggap diri orang lain lebih, iri terhadap apa yang telah dicapai oleh orang lain, dan tidak melihat apa yang telah kita capai. Jadi apa yang kurang di diri saya? Ya, ternyata saya kurang bersyukur dan kurang menghargai apa yang telah diberikan Tuhan kepada saya. Saya terlalu lama melihat ke atas sampai-sampai lupa melihat ke bawah. Renungan saya membuat saya malu terhadap diri sendiri. Ke depannya, saya akan berusaha memperbaiki diri dan lebih menyukuri apa yang telah saya miliki. Ah, saya tidak tahu lagi harus menulis apa. Mungkin kisah saya cukup sebagai bahan pelajaran bagi teman-teman di akhir minggu yang bahagia ini. Happy weekend.

33 pemikiran pada “Sentilan Tuhan

  1. duh jadi keinget masa2 fresh graduate deh… masih berapa tahun sih lulus?
    sabar, ntar pasti nemu saat saat kemenangan. dulu saya suka ngiri ama teman2 yg kerja disini, disono, tempat2 bonafid, tapi aku malah menangis2 kena bos garang. ah masa lalu….
    semangatttt

  2. Exactly what I have in mind, Lung. Pagi ini terfikirkan hal yg sama ttg ‘rumput tetangga lbh hijau’ dan ttg memaknai kalimat ‘maka nikmat Tuhan yg manakah yg engkau dustai’. Thanks for sharing. Banyak2 istighfar ya. Mungkin ini hanyalah satu fase dr kehidupanmu yg akan segera berlalu. Insyaalloh.

  3. masalah ‘yg lain sudah petantang petenteng bw ini itu’ tuh jg ngerasain bgt🙂 akupun sering bertanya2, duh aku ini kok sial bgt ya? kerjaan gini2 aja😦 tp ngeliat lg, punya bos baik, bs punya 2hr libur, gak pernah lembur, waktuku ama anak lumayan enak🙂
    hidup jd lbh indah kalau kita bs menerima dg ikhlas dan bersyukur

    Sulung guru, d sekolah bagus pula….atau jgn2 kegelisahan ini ? krn butuh separuh jiwa nya? 🙂

  4. Semangat sulung.. dengan bersyukur kita akan merasa lebih lapang,, dulu saya juga di kuliah pertanian unsoed merasa bukan pilihan dari hati, tapi akhirnya saya tahu bahwa ada banyak hikmah di balik itu

  5. Saya dulu juga pernah merasakan hal yang sama Sulung. Teman2 kuliah di univ bergengsi. Bahkan sampai sekarang banyak yg mengira saya ambil Math di UGM, pdhl sy ambil Pend. Math di UNY, yang adalah univ keguruan. Tapi kemudian sy memahami rencana Tuhan bagi hidup saya. Semuanya sudah tertulis, tinggal kita mengusahakannya dan melakukannya dengan gembira dan penuh syukur. Puji Tuhan, Tuhan menyadarkan dengan cepat ya..🙂

  6. Harus selalu bersyukur, sekali-kali perlu melihat kebawah, artinya masih banyak orang-orang yg tidak seberuntung kita😀.
    Suasana hati buruk? coba berkebun deh, nanam apa kek, sayuran, pohon buah, bunga-bunga😀.

  7. aku juga pernah ngerasa gitu bang.. jadi gampang meledak..
    mungkin perlu ambil break, seharian khusus buat manja2in diri.. entah itu jalan2, tidur, atau baca buku seharian

  8. Bener ya Lung, kadang yang perlu kita lakukan adalah berhenti sejenak dan melihat ke “bawah” untuk bisa mensyukuri apa yang kita miliki. Ini bisa memberikan ketenangan (batin) lho🙂

  9. Bener bang lung.. kadang saya juga suka ngeluh soal kerjaan sama gaji yang gak seberapa. tapi kalau dipikirkan lagi.. saya sebenarnya jaauuuuh lebih beruntung dari kebanyakan orang di luar sana. :’)

    harus banyak banyak istighfar

  10. waaa kakak… aku bacanya kok jadi… kayak sadar gitu yaa. berasa bener bangeet dengan apa yg kakak utaraiin😦 kak, kalo ruri boleh saran.. bosen itu emang pasti dateng ketika kita lagi menekuni sesuatu. nah, cermatcermatnya kita buat ngatur hal itu biar nggak bosenin. coba kakak bikin inovasi deeh. bikin target baru apa atau perubahan apaaa gitu biar nggak bosen:mrgreen: *duh maap ya kak kalo sotoy😆

  11. Terima kasih Sulung telah berbagi bagaimana keluar dari permasalahan dan peka dengan sentilan Tuhan melalui peristiwa keseharian. Selamat mendampingi pendidikan generasi muda. Salam

  12. aku juga kadang berfikiran gitu loh lung. Padahal banyak yang dengan susah payah dan berkorban harta benda ‘hanya’ untuk mendapatkan kedudukan seperti aku sebagai pegawai negeri. Ya, seperti lo bilang, namanya juga manusia. Yang penting masih bisa bersyukur itu sudah sangat membantu yak🙂

Biasakan Berkomentar Setelah Membaca, Ya.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s