Igauan Tengah Malam

My past is not about regrets, there are no bad...

Pernahkah sahabat merasakan pengalaman, seusai membaca sebuah buku kemudian sahabat akan termenung karena isi buku tersebut? Saya baru saja selesai membaca sebuah buku dan entah mengapa rasanya ada yang menyentak. Buku tersebut mengisahkan kehidupan remaja dengan segala suka-dukanya. Buku tersebut pula yang membuat saya kembali bertanya pada diri saya.

Apa yang pernah kamu lakukan di masa lalu? Puaskan kamu dengan dirimu hari ini?

Menengok ke belakang, banyak hal yang membuat saya berkata “seandainya.”

Seandainya saja sewaktu sekolah dulu saya lebih rajin belajar, mungkin saya bisa kuliah di tempat impian saya, yakni di jurusan Biologi Molekuler di ITB.

Seandainya saja sewaktu sekolah dulu saya suka berolahraga dan bermain basket ketimbang duduk di perpustakaan membaca buku, mungkin saya akan mempunyai tubuh yang lebih tegap dan sehat.

Seandainya saja sewaktu sekolah dulu saya ikut teman-teman ngeband ketimbang menulis cerpen dan draft novel di kamar, mungkin saya sudah jadi anak band dan populer.

Seandainya saja sewaktu sekolah dulu saya tidak pemalu mungkin saya mempunyai lebih banyak teman dimana-mana.

Seandainya saja sewaktu kecil saya tidak trauma naik sepeda, mungkin saya bisa lebih cepat bisa mengendarai motor dan bisa ikut nongkrong bersama teman-teman yang punya motor.

Seandainya saja dulu saya berani untuk mengungkapkan isi hati kepada orang yang disukai, mungkin setidaknya sekarang saya pernah merasakan indahnya berdua.

Seandainya dulu papa dan mama saya tidak berpisah mungkin saya bisa tumbuh dengan kasih sayang yang lengkap dari orang tua layaknya anak-anak lainnya.

Namun, dengan melihat ke belakang juga saya belajar banyak. Belajar memaafkan diri sendiri karena hidup mesti terus berjalan.

Karena saya tidak mendapatkan jurusan impian saya dan masuk ke jurusan Bahasa Indonesia lah, saya bisa mengerti keindahan, kerumitan, serta misteri dari bahasa Indonesia. Mata pelajaran yang sering diremehkan orang banyak.

Karena saya suka membaca di perpustakaan lah saya jadi tahu banyak karya sastra pengarang-pengaran senior Indonesia dan menggilai kesusastraan.

Karena saya suka iseng menulis cerpen dan draft novel lah saya sampai sekarang jadi suka menulis cerita dan tak bisa hidup tanpanya.

Mungkin saya pemalu, tapi toh dengan sikap apa adanya serta suka berteman dengan siapa saja, banyak orang yang mengenal saya. Terkadang mereka mengetahui nama saya tapi saya tidak tahu siapa mereka.

Sampai sekarang saya memang masih takut-takut membawa motor, tapi justru karena itulah saya jadi terbiasa berjalan kaki. Berjalan kaki membuat tubuh saya lebih kuat dan tak gampang letih. Ditambah lagi, saya tak perlu mengeluarkan biaya hidup tambahan untuk membeli bensin atau mereparasi motor.

Saya memang belum pernah merasakan pacaran yang sebenarnya, tapi setidaknya dengan sikap suka mendengarkan saya, saya jadi tahu pahit-manis cinta dari teman-teman saya.

Saya memang tumbuh tanpa merasakan kasih sayang lengkap dari orang tua. Tapi justru itulah yang menjadikan saya kuat. Saya membuktikan kepada orang-orang bahwa anak broken home juga bisa berprestasi dan tumbuh dengan normal.

Masa lalu seperti cermin. Ia memantulkan keburukan-keburukan kita, hal-hal yang tak kita sukai dari diri kita. Namun ia juga memantulkan refleksi diri kita saat ini. Membuktikan bahwa hidup terus berjalan dan kita baik-baik saja.

Catatan: Ditulis dalam keadaan mengantuk dalam deru hujan tengah malam. Harap maklum bahasanya acak-acakan.

18 pemikiran pada “Igauan Tengah Malam

  1. Menengok ke belakang dengan berkata, “Seandainya…”, sama dengan menyesali hari kini karena segala hal yang tidak pernah dilakukan di masa lampau. Apa yang terjadi sekarang dan rencana ke depan untuk menjadi lebih baik dari masa lalu lebih seyogyanya menjadi prioritas.
    Sambil ngantuk saja enak dibaca, apalagi menulis sambil mata masih bekerja dengan aktif ya…
    🙂 Salam,

  2. Semangat Mas Sulung. :”)
    the one who can change our life is the one we see in the mirror🙂
    Kalo saya baca buku yang gak habis-habis kepikirannya itu Sophie’s World.

  3. Masa lalu yang membuat pribadi mas menjadi kuat dan diakui banyak orang. janganlah berkata “seandainya”,jalani saja yang sekarang dan berusaha melakukan yang terbaik untuk hari esok. semangat ya…,^_^v

  4. Agung Rangga

    “…Seandainya saja sewaktu sekolah dulu saya suka berolahraga dan bermain basket ketimbang duduk di perpustakaan membaca buku, mungkin saya akan mempunyai tubuh yang lebih tegap dan sehat.”
    paling ngena buat saya, dan saya berusaha membayar ‘regret’ ini sekarang…🙂

  5. sudah..sudah..jgn mnyesali yg tlah brlalu..
    ddpan jalan masih pnjng..,smga yg tlah brllu,bsa diprbaiki dmsa dpan…hehe
    *apasehYuraSokBijakBgtz* Peace Lung \/😀

  6. Ya, kadang kita memang menyesali keputusan kita di masa lalu ya Lung, hmmm. Kadang aku juga merasa begitu…😀 Tapi terus aku berpikir bahwa sebaiknya aku belajar dari pengalaman tersebut supaya pengambilan keputusanku di masa depan lebih baik🙂

  7. lama nggak berkunjung.. themenya ganti ya kak? lebih suka yang sekarang :3
    kalo baca cerita kakak.. meskipun banyak kata-kata seandainya di masa yang lalu pada akhirnya yang lalu-lalu itu berkaitan erat dengan perbaikan kita di masa sekarang yang nyatanya membawa dampak lebih baik ya? meskipun igauan tengah malam, ini ngena kak🙂

  8. seandainya… seandainya… itu bisikan setan…
    misalnya lagi kepikiran begitu, coba pikirkan keadaanmu saat sekarang, keadaan dari masa lampau yang menyenangkan… kalau seandainya yang km andaikan itu terjadi, belum tentu km merasakan hal yang km rasakan ini..🙂

  9. “Saya memang belum pernah merasakan pacaran yang sebenarnya,”

    Jadi pacara seperti apa yang pernah mas rasakan..?? wkwkwk

    Iya, banyak hal dimasa lalu yang ingin kita perbaiki, padahal dalam setiap kejadian tidak ada yang percuma.🙂

    Wahh.. keep writing yaaa😀

Biasakan Berkomentar Setelah Membaca, Ya.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s