Imlek At Yari School

CIMG9511a

Kemarin, sekolah tempat saya mengajar (Yari School) mengadakan acara Imlek-an. Yah, sebenarnya sudah tradisi dari dulu di Yari School setiap ada peringatan hari raya selalu diadakan acara. Karena siswa-siswa Yari School itu beragam, maka kami para guru berusaha mengajarkan tenggang rasa serta toleransi kepada para siswa. Hal ini membuat meskipun kami berasal dari suku, ras, dan agama yang berbeda, kami tetap hidup rukun. Tentunya dengan tetap memegang teguh kepercayaan dan keyakinan masing-masing.

Kembali ke topik, deh. Berhubung baru dirayakan pada tanggal 12 Februari, maka semua siswa dan guru dari berbagai tingkat (kindergarten, primary, junior high school) diharuskan untuk memakai pakaian serba merah atau kuning. Jadilah hari itu suasana Yari School disemarakkan oleh warna merah, kuning, serta atribut-atribut imlek.

CIMG9522a

Ada beberapa kegiatan yang dilakukan saat perayaan Imlek tersebut. Untuk teraturnya acara, maka ada dua orang anak yang didaulat menjadi pembawa acara, tentunya dengan bahasa Indonesia dan bahasa Inggris.

IMG_1428a

Untuk memeriahkan acara, ditampilkan penampilan dance dari siswa-siswa ekskul dance. Selain itu, juga ada lomba menari dengan menjepit jeruk di kepala.

CIMG9578a  IMG_1477a  IMG_1475a

Setelah beberapa penampilan, anak-anak pun mendapat angpao berupa jeruk dan makanan kecil. Sebenarnya tidak sepenuhnya angpao juga, sih. Soalnya yang bawa jeruk untuk angpao tersebut anak-anak sendiri. Jadi ceritanya dari siswa untuk siswa. 😆 Siswa-siswinya udah cantik-cantik dan ganteng-ganteng pakai baju merah dan kuning untuk memeriahkan Imlek, jadi ga afdol dong kalau ga ada pemilihan Koko dan Cece untuk tiap tingkatan?

CIMG9604aIMG_1537a

Selesai pemilihan Koko dan Cece, dilanjutkan dengan lomba-lomba yang lain. Untuk anak-anak yang masih kecil, mereka mengikuti lomba membuat angpao di dalam ruangan. Sedangkan kakak-kakak mereka ikut lomba yang lebih seru di luar. Lomba Membuat Cap Cai!

Ada 10 grup yang siap bertarung untuk memperebutkan gelar master chef versi Imlek. Tiap grup terdiri atas beberapa siswa dari beberapa grade yang digabung menjadi satu grup. Tujuannya sih agar kakak-kakak mereka bisa menunjukkan kepemimpinan dan kekompakan grup mereka. Tiap grup juga didampingi satu orang guru yang siap membantu mereka.

IMG_1551a IMG_1561a IMG_1565aIMG_1550a

Saya sempat ikut berkeliling untuk mencicipi Cap Cai yang mereka buat. Pura-puranya jadi Chef Juna gitu, lah. 😆 Rasa Cap Cai yang mereka buat sungguh ajaib. Ada yang rasa jahe, pedas, hambar, sampai asin. :mrgreen:  Sayangnya saat pengumuman pemenang saya tidak ada di sana, soalnya ada yang mesti dikerjakan. Tapi dari yang saya dengar, yang meraih gelar Master Chef versi Imlek adalah grup 1. Yaah, wajar sih. Soalnya dari semua grup memang grup ini lah yang rasa Cap Cai-nya mendekati normal dan enak. Selain itu plating mereka pun paling bagus. Pakai sumpit dan alas khusus gitu, lah. Tapi overall acaranya seru, sih. Dan anak-anak tampak gembira dan menikmati rangkaian acara yang diadakan. Nah, begitulah sedikit cerita perayaan Imlek dari Yari School. Jadi, bagaimana dengan sahabat? Pernahkah membuat Cap Cai dengan rasa yang ‘normal’ seperti siswa-siswa saya? :mrgreen:

Iklan

35 pemikiran pada “Imlek At Yari School

  1. Ya ampuuunn seru bgt perayaan imlek dari yari school yaa… Meriah.. Aku pengen icip tuh capcai rasa jahe, siapa tau bisa nyembuhin tenggorokan yang gatel hihihihi…. Lucu-lucu dan kreatif yaaa semuanya… Hehehe

Biasakan Berkomentar Setelah Membaca, Ya.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s