[Prompt #5 ] Dilema

Keringat mereka belum kering benar saat Marni mengangsurkan sehelai lembaran pada Roni yang tidur di sebelahnya.

“Apa ini?”

Roni membaca lembaran di tangannya sekilas.

“KAMU HAMIL!?” Roni menghempaskan lembaran itu ke lantai. Marni terdiam melihat Roni yang tampak gelisah.

“Tidak, jangan sekarang. Kasihan Ririn jika dia tahu tentang ini semua.” Ucap Roni pada dirinya sendiri. “Tapi, bagaimana bisa!? Bukannya kamu selalu minum pil KB?”

Marni beranjak dari tempat tidur, “Aku sengaja tidak meminumnya.”

“Kenapa?”

“Supaya kita bisa bersama.”

PLAK! Tamparan keras membuat Marni terhempas dari meja rias tempat ia duduk.

“Dari awal kita sudah sepakat, Marni. Hubungan kita hanya sementara. Kamu tak bisa menuntutku lebih. Apalagi Ririn juga sedang hamil besar dan kandungannya lemah. Sudah, masalah ini selesai sampai di sini. Pokoknya kamu harus menggugurkannya.”

Roni masuk kembali ke dalam selimut. Meninggalkan Marni yang masih terdiam.

***

Roni pulas mendengkur ketika Marni berdiri di sampingnya sambil memegang pisau dapur.

“Jika aku tak bisa memilikimu, maka Ririn juga. Dan kau tak perlu lagi dilema memilih kami berdua.”

Perlahan ia mengiris daging lunak di bagian bawah tubuh Roni.

Note: 171 kata

43 pemikiran pada “[Prompt #5 ] Dilema

  1. ondeh mandeh…nyeremin deh lung..ngerii deh baca ttg pmbnuhan gtu..

    eh..lung..kyknya gue prhtikan (cie..prhtian kn gue..:p) kyknya bnyk yg ngirain lu mbak-mbak deh..haha

Biasakan Berkomentar Setelah Membaca, Ya.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s