[Prompt #8] Kendi

“Gi, air minum udah mau habis tuh. Gantian dong lu yang beli!”

“Duh, gua buru-buru Ran. Ntar aja.”

Randi merutuk dalam hati saat mengingat kejadian tadi. Selalu begitu. Agi paling susah dimintai iuran, padahal mereka sekamar. Seharusnya Agi gantian membeli air galon, tapi ia selalu saja berkilah. Akhirnya selalu Randi yang membeli air untuk minum mereka. Sekali-dua kali sih, Randi tidak keberatan. Namun kalau sudah berkali-kali, Randi makan hati juga. Seingat dia, baru sekali Agi membeli air galon. Itu pun kebetulan karena mamanya datang berkunjung. Pernah Randi menyindir Agi soal kemalasannya tersebut. Dasar kulit badak, Agi malah cuek.

“Argh!!”

Randi menendang keras sebuah kerikil. Bunyi “tuk” menghentikan langkah Randi. Ia menyibak ilalang. Sebuah kendi dari tanah berwarna merah pucat tergeletak. Unik juga nih kendi, pikirnya. Randi memasukkan kendi ke dalam tas.

*      *      *

Muka Randi masam. Saat ia tiba di kamar kos, air di galon masih kosong. Matanya melirik Agi yang asyik mendengarkan musik. Randi meletakkan kendi yang ia temukan di lantai.

“Apaan, tuh? Kendi? Buat apa ama lu?” Agi melepas perhatiannya sejenak.

“Ya, buat diisi air lah.”

“Halah, galon satu aja jarang diisi. Pake kendi segala.”

Agi beranjak menuju kamar mandi. Wajah Randi memerah setelah mendengar kalimat Randi. Lu kira gara-gara siapa itu galon jarang diisi? Randi meraih barbel di dekat kakinya. Dalam genggamannya, barbel mengayun ke kepala Agi. Agi terhempas ke lantai, darah mengalir dari kepalanya. Randi terduduk. Sambil mengatur napas, matanya terpaku pada darah Agi yang mengalir ke arah kendi. Perlahan, kendi tersebut menghisap darah di dekatnya. Kendi berwarna merah pucat beranjak berubah pekat.

256 kata

Note: Idenya didapat dari pengalaman pribadi. Gara-gara kesel ama temen sekamar yang malas iuran beli air minum, saya sampai bela-belain pindah kamar:mrgreen:

36 pemikiran pada “[Prompt #8] Kendi

  1. huakakkaak baru pegnen ngomen eh udah ada di note-nya. perasaan say pernah baca status mas sulung ttg air galon dan teman sekamarnya ini, wkkwkwkwkkw.

    jadi, itu kendi apakah? si randi ga kaget apa pas darah agi kesedot sama kendinya? ga ada ekspresi randi di ceritanya, jadi kayak yang dia udah tahu aja bakal kejadian kayak gitu. atau memang si randinya kerasukan kali ya? *aslik bingung*

    1. Kan ending terbuka, mbak. Jadi diserahkan sama pembaca kelanjutannya. Tapi emang udah ada clue-nya kok.
      “Sambil mengatur napas, matanya terpaku pada darah Agi yang mengalir ke arah kendi.”
      Jadi matanya terpaku ngeliat kendi yg ngisap darah.
      Terus apakah si Agi nyerang Randi karena kerasukan sesuatu di dalam kendi? Sekali lagi, disrahkan sama pembaca😉

  2. Seruuuuuuuuuu. Pengen baca kelanjutan soal kendi ini.
    Hihihihi. Parah emang kalo temenan sama orang bebal yang ga ada sensitif-sensitifnya. Dari curcol jadi cerita. Bagus Mas.

  3. Wooh, kirain pengalaman pribadi juga nglempar temennya pake barbel *Afgan. Tapi pantes temannya males beli air galon, mahal mas sekarang air galon😦 curcol emak

  4. Buset, serem bener ending-nya Lung.

    Tapi memang teman sekamar yang model gitu memang menyebalkan ya, hahaha. Untung roommate-ku disini nggak seperti itu😀 .

  5. Haha
    lagi-lagi teman sekamar itu ya…
    ckck

    Semoga bang sulung enggak nyimpen barbel di kamarnya ya…
    #harapanpembaca

    P.S.
    Ini perasaan Aul aja atau emang rata2 fiksimini itu endingnya bunuh-bunuhan bang?

  6. Idenya unik🙂
    Jadi inget, dulu ada film FTV judulnya lupa. Tentang mesin ketik kuno yg nyari tumbal setiap mau dipake nulis. Hiiii syerem ….

Biasakan Berkomentar Setelah Membaca, Ya.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s