[Berani Cerita #7] Si Pendiam yang Aneh

Mungkin aku pria paling beruntung di dunia. Mempunyai istri yang jelita, seksi, dan bahenol pula. Hanya satu kekurangannya, ia begitu jarang berbicara. Tak apa, dengan tersenyum saja birahiku naik rasanya. Dia juga suka memakai parfum beraroma. Entah apa namanya, dia yang meracik sendiri katanya. Dia tak pernah mau membuka rahasia. Selalu bungkam bila kutanya.
Meski begitu, aku tak berniat membagi kecantikannya pada siapa-siapa. Ia selalu kularang jauh dari pandangan mata. Karena kutahu, penduduk di sini selalu berprasangka. Apalagi sejak beberapa bayi hilang entah kemana. Kampungku dipenuhi pandangan curiga. Keluar rumah hanya kuizinkan sekali seminggu saja. Itu pun hanya di malam tertentu pula.
Malam ini, lagi-lagi parfum berbeda. Bau amis menusuk indra.
“Kemana?” kutanya.
“Biasa,” jawabnya.
Kupandangi dirinya. Gaun putih ketat sepaha. Rambutnya terurai sempurna. Jakunku naik-turun melihat lekuk tubuhnya. Kutahan nafsuku sebisanya. Kupagut bibir ranumnya, kuelus-elus punggungnya. Dari punggungnya yang berlubang, beberapa belatung keluar melata. Hati-hati dengan penduduk kampung, bisikku padanya. Sebagai jawaban, tawanya yang melengking memenuhi udara.
157 kata
Image source: http://www.etsy.com/listing/83145775/beautiful-perfume-bottle-personalized

21 pemikiran pada “[Berani Cerita #7] Si Pendiam yang Aneh

Biasakan Berkomentar Setelah Membaca, Ya.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s