[Berani Cerita #8] Tea Time

http://weheartit.com/entry/14562226/via/x0pooky
http://weheartit.com/entry/14562226/via/x0pooky

Aku menghentikan kegiatanku menata cangkir. Seorang gadis remaja berdiri di seberang meja.

“Akhirnya kau kembali. Silakan, ambil tempatmu!”

Aku membuka topiku dan meletakkannya di atas meja. Cheshire Cat menuangkan teh ke dalam cangkir gadis di hadapanku.

“Bagaimana perjalananmu? Kau pasti menghadapi banyak rintangan sebelumnya?”

“Apa aku mengenalmu?”

“Kau lupa padaku, Alice? Aku, Mad Hatter!”

“Aku baru pertama kali ke sini. Ini tempat apa?”

“Kau lupa dengan Wonderland? Kau lupa dengan dunia tempatmu bertualang sewaktu kecil? Kau lupa dengan takdirmu mengalahkan Red Queen dan membawa Wonderland kembali pada kedamaian!?”

“Kau pasti bercanda. Ini dunia mimpi, bukan? Jangan terlalu melebih-lebihkan!”

Astaga! Aku ternganga mendengar kalimatnya barusan. Cheshire Cat pun terpekik pelan lalu menghilang. Bagaimana mungkin Alice melupakan begitu saja semua yang pernah ia alami di Wonderland? Apakah ini berarti penantian kami selama bertahun-tahun sia-sia? Kami akan kembali terkungkung dalam kelaliman Red Queen selamanya?

Aku mengaduk tehku, sementara Alice menghirup tehnya pelan.

“Teh yang enak. Aku tak menyangka di dalam mimpi ada teh seenak ini.”

“Tentu saja. Aku kan pembuat teh terbaik di Wonderland.”

“Oh, ya? Wah, menarik sekali. Tunggu, walaupun aku baru pertama kali bertemu denganmu, entah mengapa kau rasanya tak asing bagiku?”

“Mungkin aku hadir dalam mimpimu? Memanggil-manggilmu untuk kembali ke sini?”

Alice terdiam, ia meletakkan tehnya perlahan.

“Entahlah. Kalau memang begitu maka akan menjadi mimpi di dalam mimpi bukan?”

“Kau masih saja menganggap apa yang kau alami saat ini mimpi, Alice.”

Aku mendesah. Tiba-tiba dari arah belakang datang White Rabbit. Ia berlari mendekatiku sambil berteriak-teriak.

“Berita buruk, Mad Hatter. Berita buruk.”

“Ada apa?”

“Alice dibunuh oleh Jabberwocky milik Red Queen dalam pertempurannya.” White Rabbit terisak pelan.

“Apa maksudmu? Bukannya Alice di sini?”

Aku membalikkan badan tapi tidak tampak siapapun. Kemana dia?

“Sebelum bertarung, Alice menitipkan surat ini untuk disampaikan padamu.”

Dear Mad Hatter,

Jika kau membaca surat ini, berarti aku kalah dalam pertempuran. Saat aku sampai di Wonderland, aku sengaja tidak menemuimu dan langsung pergi bertarung. Inginku, jika aku menang, akulah yang mengabarkan berita itu padamu. Namun jika kalah, lebih baik aku berpura-pura tidak mengenalmu bila bertemu denganmu. Tapi kau tak usah khawatir, aku pasti kembali. Di kehidupan berikutnya, mungkin? Bukan untuk Wonderland, tidak pula untuk mengakhiri kekejaman Red Queen. Aku akan kembali untukmu. Karena kaulah takdirku sesungguhnya.

Aku terdiam. Kupandangi sisa lipstik di cangkir teh yang sempat Alice sesap.

380 kata

Ini versi galaunya Alice in Wonderland:mrgreen: Kalau pernah nonton Alice in Wonderland, pasti ingat adegan waktu mereka minum teh.

http://www.imdb.com/video/imdb/vi3624141849/

Alice in Wonderland (Illustrator: Winter, 1924...
Alice in Wonderland (Illustrator: Winter, 1924) Mad Tea Party (Photo credit: Toronto Public Library Special Collections)

23 pemikiran pada “[Berani Cerita #8] Tea Time

  1. Pak, maaf, itu ‘berpetualang’ ralat ya jadi ‘bertualang’. Kata dasarnya kan ‘tualang’, sedangkan ‘petualang’ adalah orang yg bertualang. Nah, kalo ‘berpetualang’, apa?
    *inget banget ini soalnya dibahas pas semester lima*😀

  2. Tumben nggak kaya biasanya, kakak pertama…🙂

    Entah mengapa rasanya twist-nya kurang nendang.. Beda ama baca cerita yang si pendiam yang aneh. Nah itu kerasa tendangannya..🙂

    Tapi ide ceritanya bagus..😀

    Btw, cerita Alice in wonderland ini ternyata tua banget ya? Baru tahy saya kalau tahun 1924 udah ada ilustrasinya.

  3. suka ini. twistnya nggak harus nendang kok, twist kayak gini jg saya suka. nggak terlalu bikin kaget, tapi ada rasa gimana gitu di dada. *nyesek* #apaan seh?😛

  4. Hahahahaha.. apa gitu lung istilahnya kalau kita menyambung cerita yg udah jadi? aku dulu sering deh buat cerita atau ending sendiri kalau udah nonton film yg gregetan.. hehehehe

Biasakan Berkomentar Setelah Membaca, Ya.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s