[Berani Cerita #9] Shio

twelve shios
credit

Shio ular

Karakter: …

Sifat: ….

Karier: …

Jodoh: pasangan sempurna adalah shio kerbau, berikutnya shio ayam dan monyet.

May melipat lembaran kertas berpinggiran merah yang baru saja ia baca. Ibarat mantra, May selalu membaca kertas tersebut untuk meyakinkan dirinya. Beberapa orang, mungkin akan menganggap May gila. Tapi tidak bagi May sendiri. Ia harus menemukan pasangan yang sempurna dan shionya harus sesuai dengan ramalan agar karirnya cerah dan hidupnya bahagia. Apalagi ramalan tersebut bukan omong kosong belaka. Keluarganya begitu sering membuktikan kemanjuran ramalan sang peramal kesayangan.

*

“Gila lu, May. Lu mutusin Renold yang udah tiga tahun lu pacarin? Dan sekarang lu mau nikah sama Daffa yang baru lu kenal tiga minggu lalu?”

“Yup!”

“May, kurang apa sih si Renold? Pengusaha muda, tampan, sayang ama keluarga pula. Ga sebanding ama Daffa, May!”

“Biarin. Hak gua, dong.”

“Jangan-jangan, gara-gara shio lagi ya?”

“Ga, kok. Setelah dipikir-pikir, Renold banyak juga kekurangannya. Badannya terlalu kurus. Giginya juga agak kuning.”

“Alah, alesan. Lu kan selalu nyari-nyari kekurangan pasangan lu kalau udah putus. Ini pasti masalah shio, kan?”

“Ih, iya-iya. Gara-gara Renold shionya monyet sementara Daffa shionya kerbau. Puas lu! Sekarang gua tanya lagi, nih. Lu mau apa ga jadi pengiring pengantin gua?”

Natri mengangguk setelah menghela napas panjang. Ia tidak habis pikir betapa pentingnya sebuah shio bagi May.

*

Sebentar lagi merupakan saat-saat yang paling bahagia bagi May. May tersenyum. Dari tempatnya berdiri, ia bisa melihat Daffa begitu gagah dengan tuksedo putih. Daffa menyambut May di altar. Saat mereka berbalik, undangan serentak ikut berdiri.

Tanpa May sadari, di pojok ruangan sepasang mata berpijar dendam mengamati prosesi pernikahan. Perlahan, bibirnya merapal.

“May, tidak ada yang sempurna di dunia ini. Hingga kau mencintai seseorang dengan sepenuh hati. Kau ingin pasangan bershio kerbau? Kukabulkan keinginanmu.”

Sosok tersebut beranjak pergi meninggalkan pekikan tertahan undangan saat melihat buntut kerbau merobek  celana Daffa dan perlahan bertambah panjang.

307 kata

Berdasarkan quote: “If you judge people, you have no time to love them.” Mother Teresa

Iklan

38 pemikiran pada “[Berani Cerita #9] Shio

  1. kakaakin

    Shio oriented nih. Brarti ada jg orang yg zodiac oriented ya 😀
    Pakguru, kok setelah
    ‘…bibirnya berbisik.’ gak langsung kalimat bisikannya ya? Awalnya aku bingung, kirain dia merapal mantra gitu. 😀

  2. Sepasang mata yang mengamati itu si Renold ya, Mas Sulung ?

    sebenernya si Daffa yg aslinya emg punya ekor atau cuma dimantrai sm yang punya sepasang Mata itu *pertanyaan OOT* 😀

  3. kirain yang dipojokan itu istri daffa yang mau rusakin acara. Ternyata itu penyihir tah?
    keknya lebih enak ‘merapal’ kali ya daripada berbisik *imo*

Biasakan Berkomentar Setelah Membaca, Ya.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s