[Prompt #14] Desa Berselimut Salju

Desa Shirakawa Go
credit

“Kami mohon Pak Kepala Desa, lakukan sesuatu untuk desa kita.”

Oyama terdiam menghadapi beberapa penduduk desa yang bertandang ke rumahnya. Penduduk desa ini kebanyakan bermatapencaharian sebagai petani, namun apabila musim dingin tiba maka sumber penghasilan bertumpu pada arena bermain ski serta sumber air panas. Tetapi, sejak desa tetangga membangun fasilitas ski yang baru, desa mereka perlahan kehilangan pengunjung.

Oyama menatap satu per satu wajah penuh harap di depannya. Ia menghembuskan napas panjang.

“Apa yang bisa kulakukan?”

“Kita bisa mengiklankan desa kita!”

“Tapi jika hanya iklan biasa, orang-orang tidak akan tertarik.”

Mereka semua terdiam. Keheningan lebih menusuk dibanding dinginnya udara.

“Bagaimana kalau kita manfaatkan legenda wanita salju? Kudengar, orang-orang kota sekarang suka dengan hal-hal berbau misteri. Kita buat seolah-olah di desa kita ada wanita salju. Lagipula, aku punya kenalan seorang produser di Tokyo yang bisa membantu kita.”

“Idemu bagus, Mimata. Lalu siapa yang akan memerankan wanita salju tersebut?”

Mimata tersenyum senang seolah-olah telah menunggu pertanyaan tersebut.

“Tentu saja anakmu. Anakmu yang berparas rupawanlah yang paling pantas memerankan wanita salju.”

“Kami mohon, Pak Kepala Desa. Hanya itulah satu-satunya cara yang kita punya.”

Penduduk desa sujud di hadapan Oyama. Ia sepertinya tidak punya pilihan lain.

“Baiklah-baiklah, akan kuusahakan.”

Ruangan berubah sepi setelah penduduk desa pergi. Oyama melirik ke pintu geser di sampingnya.

“Bagaimana menurutmu, Kiyoko? Kau sudah mendengar semuanya bukan?”

Pintu geser didorong perlahan. Kiyoko beringsut maju mendekati ayahnya.

“Kalau memang itu yang terbaik bagi kita, aku terima Ayah.”

Oyama memandang anak satu-satunya. Sejak melepas umur tujuh belas, anaknya semakin cantik saja. Kecantikan yang begitu mirip dengan Minami, ibunya. Ah Minami, di mana dia sekarang. Dulu sebelum pergi, ia berjanji berkunjung tiap selimut putih menutupi desa. Kali ini ia sepertinya ingkar.

***

“Kau lebih cocok menjadi bintang film dewasa, Kiyoko.”

Raut muka Kiyoko berubah demi mendengar perkataan produser tersebut. Oyama sendiri mengepalkan tangan kuat-kuat hingga buku-buku jarinya memutih pertanda tidak senang dengan pernyataan tersebut.

“Jika kau mau maka kalian tidak perlu membayar biaya iklan yang akan kita buat. Bahkan kau bisa menghasilkan uang sendiri dari usahamu. Untuk apa kau tinggal di desa sunyi seperti ini? Dunia mesti melihat kecantikanmu.”

Bibir Kiyoko memutih, seumur-umur belum pernah ada seseorang yang sekurang ajar ini kepadanya. Oyama sendiri hampir saja menerjang produser tersebut andai Mimata tidak menahannya.

“Kalian pikirkanlah baik-baik tawaranku. Kutunggu jawaban kalian di penginapan.”

***

Oyama mengantar anaknya ke penginapan. Meski dirinya menentang keputusan Kiyoko menerima tawaran produser, mulutnya terkunci saat Kiyoko bertanya dengan wajah muram.

“Adakah cara lain yang kita punya, Ayah? Bukankah penduduk desa bergantung pada kita sekarang?”

Di depan penginapan, mereka bertemu pemilik penginapan yang menatap kedatangan mereka dengan wajah heran.

“Lho, bukankah tadi kau sudah masuk ke dalam Kiyoko? Tapi dandananmu terlihat lebih dewasa!?”

***

Oyama, Kiyoko, dan pemilik penginapan seakan tak percaya dengan penglihatan mereka. Di hadapan mereka, sang produser telah menjadi mayat beku dengan kondisi telanjang. Bunga Tsubaki bertebaran di dalam ruangan. Oyama menghirup wangi yang menyebar.

“Kiyoko, ibumu baru saja dari sini. Baru saja.” Perlahan matanya basah.

490 kata

Iklan

35 pemikiran pada “[Prompt #14] Desa Berselimut Salju

    1. minami itu wanita saljunya, bukan begitu Pak Guru? wanita salju ini akan datang pada saat hari bersalju dan membunuh korbannya dengan meniupkan udara dingin dari mulutnya sampai si korban mati beku. begitu sih yang saya dengar. hiiiii…. *jd merinding*

      1. tepat sekali, mbak 😉
        Terima kasih atas fotonya yang indah. Waktu ngeliat fotonya, saya langsung bilang dalam hati. “Pokoknya cerita saya mesti tntg wanita salju!”
        Soalnya saya suka urban legend Jepang, mbak 🙂

  1. Wanita salju ini pernah saya baca di salah satu komik,tp saya lupa judulnya.
    Uda,sedikit ‘geli’ dgn nama Kiyoko hihihi kirain penulisannya Kyoko 😀
    Tapi,overall suka nihhh 😉

  2. Mas Sulung, cuma selera pribadi aja siih, menurut saya kok sakura sedikit nggak nyambung sama salju, hehehe 😀
    Tapi ide ceritanya keren, jadi ngebayangin lagi baca komik jepang 😀
    Tapi

  3. Yang ini keren banget ceritanya Lung 😀 . Btw, sewaktu membaca ini entah kenapa aku ada perasaan seperti sedang membaca cerita salah satu kasus di Detektif Conan, hahaha 😆 . Kan kadang si pengarang Detektif Conan juga suka mengangkat kasus dengan tema urban legend Jepang gitu 😛 .

Biasakan Berkomentar Setelah Membaca, Ya.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s