Khilaf Widodo

credit

Widodo membuka kaca jendela mobil. Pandangannya tertuju pada perempuan berkursiroda bersama anaknya di halaman. Gurat sedih membayang di wajah pria berusia senja tersebut.

“Lastri, sampai kapan kau mau membohonginya dengan mengatakan aku t’lah tiada? Bukalah pintu maafmu!” ujarnya lirih.

Seolah mendengar perkataan Widodo, Lastri menoleh. Sorotnya tajam menyimpan dendam.

“Bawa Ibu ke dalam, Nak!” perintahnya serak.

banner-kontes-unggulan-63-300x214

11 pemikiran pada “Khilaf Widodo

Biasakan Berkomentar Setelah Membaca, Ya.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s