Sebelas Juta

“Tak bisakah dikurangi jumlah uang jemputan itu, Da?”

“Mamak-mamakku bersikeras, Dik. Biarlah aku membujang bila tak ada yang sanggup menebusnya. Begitu keputusannya.”

“Tapi mereka kan tahu, orang tuaku tidak berpunya. Jangankan sebelas juta, untuk makan sehari saja mesti berkuras keringat dari pagi hingga petang.”

“Aku sudah menjelaskan pada mereka. Apa mau dikata, selama ini biaya hidupku mereka yang tanggung. Segan rasanya.”

“Kalau begitu, biar kucari cara.”

Mata para mamak Uda Gusri berbinar kala kusorongkan koper ke hadapan mereka.

“Isi koper ini, sebelas juta kukira.”

Salah satu mamak membuka koper lalu terkesiap, saat melihat ginjal berlumur darah di dalamnya. Ginjalku.

100kata

Diikutsertakan dalam #FF100Kata

19 pemikiran pada “Sebelas Juta

Biasakan Berkomentar Setelah Membaca, Ya.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s