Gasing Tengkorak

gasing, gasing movement
credit

Sudir mengayunkan pangkur pada tanah gembur. Ayunan sekian kali, pangkur menyentuh sesuatu. Gegas dikeruknya tanah dengan ujung kuku.

Berbinar dalam temaram mata Sudir melihat mayat tanpa balutan daging. Dihelanya tulang tengkorak. Berderak tulang leher yang menyambung tengkorak.

Sudir memberikan tengkorak pada Dasun yang menunggu di dekatnya. Sembari menggenggam tengkorak, Dasun mengeluarkan seutas tali. Diikatnya ke tengkorak, dirapalnya mantra. Setelah cukup, Dasun melemparnya ke tanah. Tengkorak berputar bak gasing.

Puluhan depa dari pekuburan, rumah wali nagari mendadak gaduh. Anis memekik tak henti, mencakar dinding. Kukunya mengucur darah. Meski ditahan, Anis berkeras ke luar. Satu nama berulang dari lisannya. “Sudir, aku mencintaimu.”

100 kata

Diikutsertakan dalam #FF100Kata

Iklan

5 pemikiran pada “Gasing Tengkorak

Biasakan Berkomentar Setelah Membaca, Ya.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s