Melahirkan Api

born of fire
credit

Biasa hening, sebuah rumah tua mendadak bising. Beberapa hari belakang, seorang perempuan mengisi satu sudut kumuh rumah tua tersebut.

Rambutnya masai. Meski berlumur daki, parasnya dulu sungguhnya cantik. Namun matanya, duh, berkobar api siap membakar. Dia sibuk menenangkan bayinya yang menangis.

“Ssh.. Ssh.. Diamlah, Nak,” bisiknya sabar ke telinga bayi.

Sembari menggendong bayi, tangan lainnya membuka air mineral. Diangsurkannya ke mulut bayi yang mengeak. Payudaranya telah lama tak berair, kering tak bersusu. Kelar melepas dahaga, diangkatnya bayi menghadap foto usang lelaki yang ditempel di dinding.

“Ingatlah wajah itu, Nak. Kelak jika kau dewasa, temukan dia. Habisi dia. Karena namamu, Dendam.”

100 Kata

Tema: Bayi

Diikutsertakan dalam #FF100Kata

Iklan

19 pemikiran pada “Melahirkan Api

      1. setelah “Nak” bukannya harus pakai tanda koma? lalu setelah tanda petik ganda harusnya huruf B kata “bisiknya” dimulai dengan huruf kecil? *cmiiw 🙂

Biasakan Berkomentar Setelah Membaca, Ya.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s