Tinggal Kami

african woman
credit

Jakinda dan Anoki tertidur dalam dekapan Benquasha. Benquasha membelai rambut keduanya sambil coba tetap terjaga. Kedua anaknya belakangan tidur tak nyenyak. Dihantui pikiran kan kematian tiba menyambang.

Penyakit aneh membusai di desa mereka. Dari sela bambu penyusun gubuk, Benquasha melihat mayat bergelimpangan. Bercak darah mengerak di tubuh mereka.

Benquasha heran. Kemarin waktu, beberapa orang berpakaian serba tertutup memeriksa desa. Mengambil sesuatu dari tubuh mayat dan janji kembali. Tapi, mana mereka?

Dua anaknya bangun. Benquasha menenangkan kembali mereka. Namun kedua anaknya justru mengisak. Melihat darah mengucur dari mata, hidung, hingga telinga Benquasha. Mengalir di kulit hitamnya. Benquasha makin erat memeluk anaknya.

100 Kata

Tema: Virus

Diikutsertakan dalam #FF100Kata

15 pemikiran pada “Tinggal Kami

  1. Baru baca… hahaha. cari dengan keyword ebola gak nemu. Ternyata Virus dan Afrika.

    Nice mas… but feels not like Ebola. Don’t know lah (ciri khas orang Indo di sini… hahaha).

Biasakan Berkomentar Setelah Membaca, Ya.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s