Pecut Pelacur

pelacur
credit

Ibuku pelacur, aku juga. Belakangan, ibu tak sanggup lagi melacur.

“Klienmu malam nanti. Perlakuan khusus.”

Mataku mengerjap menatap potret dari bos besar. Aku tersenyum tak sabar.

#

“Bagaimana kalau kau di posisiku?”

Klienku berhenti membuka kemeja. Menyungging senyum, tertarik mencoba sensasi baru. Aku mengebat tangan dan kakinya ke tiang ranjang.

Berbalut lingerie, aku meliukkan tubuh di hadapannya. Naik ke ranjang, kupecut lembut tubuhnya. Menjambak rambut klimisnya. Lamat tapi pasti, pusakanya bangkit. Dideguknya  ludah, mukanya memerah.

“Lastri, kau ingat nama itu?” Wajahnya berubah pasi. “Dia, ibuku!”

Kuayunkan cambuk sekuat tenaga, berulang kali. Hingga balur melintang menghias tubuhnya. Persis seperti perlakuannya pada ibu.

100 Kata tanpa tanda #

Tema: Parafilia

Diikutsertakan dalam #FF100Kata

6 pemikiran pada “Pecut Pelacur

Biasakan Berkomentar Setelah Membaca, Ya.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s