Lagu Pemecah Malam

Perahu Kayu

Awalnya sebuah mention dengan tautan soundcloud masuk ke linimasa saya. Mention itu aku cuekin–mungkin lebih dari sejam—karena saya sedang diburu tenggat. Saat rehat sejenak, saya penasaran dengan kata-kata “poem by Oddie”. Loh, puisi saya? Tadinya saya kurang memerhatikan karena nama kedua akun yang ada di mention itu–@carlpass dan @risangdaru—belum pernah saling sapa di linimasa.

Dan saya pun membuka tautan itu… AMPUUUUUUUUUUUN! Lagunya manis berdarah madu! Saya langsung lupa dengan segala tenggat. Saya membayangkan malam dan tenggat adalah sepasang mangkuk bakso yang tiba-tiba krompyang di ubun-ubun. Pecah!

Lagu ini jahat sekali! Saya sampai mati angin. Nggak tahu mau lanjut nulis apa. Saya langsung norak pangkat lebay di twitter. Oh kawan, jangan stalking linimasa saya ya. JANGAN! Yaelahbro banget deh. Saya sempat mention ke @carlpass dan @risangdaru: “Lain kali kalau mau bikin lagu dari puisi saya, kodein dulu. Biar saya siap mental untuk norak.”

Saking noraknya, saya nggak memerhatikan…

Lihat pos aslinya 561 kata lagi

Biasakan Berkomentar Setelah Membaca, Ya.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s