Pesan Terakhir

hiroshima
credit

Saizu mengerjapkan mata. Terbatuk, dirinya berusaha bangkit dengan perih memeluk tubuh. Langit pekat. Tertutup debu yang melingkup hingga angkasa. Kepalanya pusing.

Samar, Saizu ingat. Sekolah usai, dia berjalan riang menuju rumah. Saizu menggumam heran kala di kejauhan sebuah pesawat menjatuhkan sesuatu. Lalu bumi guncang. Asap bumbung ke atas membentuk cendawan raksasa. Angin kuat menghempas tubuhnya.

Saizu mengisak. Melangkah terseok di antara gelimpangan mayat. Ibunya menunggu di muka rumah yang runtuh. Sembari memeluk Saizu, ibunya berbisik.

“Tabahlah, Nak. Kita sedang diuji. Cari guru dan muliakan. Bangsa kita kan kembali genggam dunia.”

Perlahan, kulit ibunya mengelupas. Meluruh, lalu pecah terbang ke langit.

100 Kata. Tema: Genosida

Diikutsertakan dalam #FF100Kata

3 pemikiran pada “Pesan Terakhir

Biasakan Berkomentar Setelah Membaca, Ya.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s