Lelaki Penakluk Kuda

image

Kisahnya sudah lama kudengar sebermula
aku tinggal di sini. Dari bibir-bibir gunjing,
aku baru tahu kalau sosoknya dikagumi
sekaligus dicaci.

Menurut Tante Surti-pemilik warung kopi-
lelaki penakluk kuda kerap berkeliaran di
jalan. Menangkap kuda-kuda liar ‘tuk
kemudian dijinakkan di istal miliknya.

“Di istal tersebut, kuda-kuda dimanjakan.
Diberi makanan enak, dipan empuk, hingga
kamar berpendingin ruangan,” imbuhnya
sembari menghembus asap rokok.

Jujur saja, mendengar celotehnya, mataku
berbinar. Sudah lama aku tidur hanya
beralas kardus. Waktu kutanya di mana
letak istal tersebut-sekadar ingin tahu-
Tante Surti malah melirikku dari atas hingga
bawah. Ia membuang linting rokok lalu
melangkah ke dalam sambil terkekeh.

Satu hari, koran-koranku tidak laku terjual.
Aku duduk memeluk lutut dengan perut
lapar di bawah jembatan layang. Langit
menumpahkan hujan meski tak lebat.
Rintiknya tak kunjung reda hingga senja.
Aku baru beranjak pergi saat sebuah mobil
berhenti. Seorang pria berkalung cemeti
turun dan mengajakku pergi. Seperti
dihipnotis, aku menurut. Saat melihat isi
mobilnya, sadarlah aku dialah si lelaki
penakluk kuda.

Kediamannya buatku tercengang-cengang.
Beberapa kuda bebas berkeliaran di ruang
tamu sambil ditunggangi perempuan-
perempuan berwajah menor. Salah satunya
malah pernah kubaca di koran sebagai
wanita pemarah yang suka berfoto di
instagram.

“Mengapa anda membawaku ke sini?”
tanyaku saat ia menarikku ke sebuah
ruangan.

Ia tersenyum, meletakkan
cemetinya lalu berjalan mendekat. Aku
melangkah mundur. Jantungku berderap
seperti tapak kuda.
Tiba-tiba dibalikkannya tubuhku dan
didorong hingga ke dinding. Di telinga, ia
berbisik.

“Aku butuh kuda baru. Tapi sebelumnya,
aku harus memeriksa kondisi kudaku dulu.”

Perlahan, diturunkannya celanaku. Aku
berteriak, tapi yang keluar dari mulutku
justru suara ringkikkan kuda.

Posted from WordPress for Android

Iklan

3 pemikiran pada “Lelaki Penakluk Kuda

Biasakan Berkomentar Setelah Membaca, Ya.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s