Perempuan Berparas Sama

image

Aku melempar kailku jauh ke tengah. Sepagi ini, Danau Maninjau masih dilalap kabut. Sengaja pura-pura memancing untuk menunggu kedatangannya.

Ia melangkah perlahan di atas dermaga kecil, mencelupkan kakinya tanpa peduli dinginnya air. Namanya Dwita. Menurut empunya home stay, pemilik paras yang selalu tampak gundah itu dari Jakarta. Mungkin menyepi dari sesuatu.

Yang membuatku pias adalah hari ini kepulangannya. Duh, bagaimana ini?

#

Suara lirih menyusup dari sela bibirnya yang terbekap sewaktu aku mulai mencabut kukunya. Setelah sadar benar, barulah ia tampak panik. Meronta dalam ikatan.

Tubuhnya basah. Selain keringat, darah pun ngalir dari jemarinya. Aku tersenyum.

“Maaf, aku terpaksa melarikanmu diam-diam ke sini. Kau begitu mirip dengan orang yang kusuka.”

Ia tergugu sewaktu melihatku mengambil pemecah pensi. Aku mencium keningnya untuk menenangkan.

“Dia cantik sekaligus biadab. Membiarkan ayahnya mengambil tambakku. Membuat ibuku kelaparan. Sifat kalian pasti tak jauh beda.”

Aku menjepit jari kakinya sekuat tenaga. Lalu kupelintir hingga berderak.

“Ibuku tak bisa makan daging alot,” ujarku menunjuk sudut ruangan. Tempat sisa tubuh perempuan sebelumnya.

Lebih kurang 161 kata

Posted from WordPress for Android

8 pemikiran pada “Perempuan Berparas Sama

Biasakan Berkomentar Setelah Membaca, Ya.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s