[Movie] La Famille Belier

POSTER la-famille-belier1

Kira-kira minggu lalu, saya dapat undangan liputan di Institut Francais di’Indonesie alias IFI. Letak gedungnya dekat dengan sarinah. Kebetulan, saya kenal dengan atase pressnya yang juga orang Minang. Berawal dari kenalan di satu acara yang diadakan IFI, sejak itu saya sering diundang acara-acara IFI. Baik yang memang bisa diliput atau cukup menjadi penikmat.

Nah, waktu itu saya diundang untuk meliput Festival Sinema Perancis (FSP) 2015 yang akan berlangsung tanggal 3-6 Desember. Sebagai festival film asing tertua di Indonesia, FSP selalu menyajikan film-film terbaik dari Perancis untuk dinikmati publik Indonesia. Nah, nantinya FSP akan hadir di sembilan kota di Indonesia, yaitu: Jakarta, Bandung, Denpasar, Malang, Surabaya, Yogyakarta, Medan, Makassar, dan Balikpapan

Salah satu film yang akan diputar nanti yakni La Famille Belier (The Belier Family) alias Keluarga Belier. Beruntungnya saya, film tersebut diputar di akhir konferensi pers dan bisa ditonton full. Yup, dari awal sampai habis. Lalu, bagaimana kisah film yang sempat bikin saya mewek ini?

Keluarga Belier adalah keluarga biasa yang tinggal di pedesaan. Yang membedakan keluarga ini dari yang lain yakni tiga orang anggota keluarganya bisu dan tuli. Rodolphe (Francois Damiens), Gigi (Karin Viard), dan Quentin (Luca Gelberg) adalah penyandang disabilitas. Satu-satunya yang bisa berbicara dan mendengar seperti orang normal yakni Paula Belier (Louane Emera), si anak pertama. Jadilah si Paula ini layaknya penerjemah di dalam keluarga.

Selain mengurus ladang, keluarga Belier memiliki peternakan sapi yang susunya dibuat menjadi keju. Nah, kelucuan tampak saat mereka menjual keju mereka di pasar. Paulalah menjadi penghubung antara penjual dan pembeli. Di sekolah, Paula kedatangan murid cowok yang ehem-ehem πŸ˜€ Saat mengetahui anak baru itu ikut kelas vokal, Paula ikutan mendaftar. Saat berlatih, barulah diketahui kalau Paula memiliki bakat menyanyi dengan suara yang indah.

la-famille-belier15

Di sisi lain, Rodolphe ingin mencalonkan diri menjadi, eng, semacam bupati, karena tidak suka dengan calon bupati yang baru. Bisa dibayangkan bagaimana Rodolphe yang tunawicara mengandalkan Paula sebagai penerjemah bahasa isyaratnya. Secara mengejutkan, Paula ditawarkan oleh gurunya, Fabien Thomasson (Eric Elmosnino), untuk mengikuti sekolah vokal di Paris. Gurunya ingin Paula mengasah bakat yang ia miliki tersebut.

Konflik mulai terjalin saat Paula begitu ingin masuk sekolah musik di Paris, tapi ia sendiri tak sanggup meninggalkan orang tuanya. “Siapa yang akan mengurus mereka?” Demikian kira-kira yang Paula khawatirkan. Belum lagi orang tua Paula ternyata tak setuju kalau Paula meninggalkan mereka. Lalu, bagaimana akhir kisahnya? Jadikah Paula menggapai mimpinya? Atau justru melepasnya demi mengurus keluarga?

la-famille-belier3

Walaupun The Belier Family dirilis di Perancis sejak tahun lalu, tapi menurut saya tema yang diangkat tak pernah lekang oleh zaman. Menonton film ini, emosi saya seperti diaduk-aduk. Ada keluguan khas orang-orang pedesaan yang membuat penonton terbahak-bahak. Juga kisah cinta monyet ala anak remaja yang membuat saya mesem-mesem sendiri.

Nah, barulah pada bagian paruh terakhir, kita disajkan adegan-adegan yang memancing haru. Bagian paling mengharukan buat saya adalah saat Rodolphe meminta Paula menyanyi. Karena tak bisa mendengar, Rodolphe menempelkan tangannya di leher Paula untuk merasakan getaran nada. Satu lagi momen haru adalah saat Paula menyanyi lagu tentang keluarga di audisi, lalu ia menggunakan gerak isyarat agar orang tuanya yang hadir mengerti apa yang ia ucapkan.

la-famille-belier5

Dari segi akting sendiri, saya acungkan jempol untuk para pemain. Kedua orang tua Paula aktingnya nyaris sempurna sebagai orang bisu. Detail-detail yang diberikan Eric Lartigau, sang sutradara, membuat saya nyaris yakin kalau para aktor tersebut benar-benar bisu dan tuli. Tak heran rasanya film ini menyabet banyak penghargaan pada ajang Cesar Awards 2015, yaitu Most Promising Actress (Louane Emera), Best Actress (Karin Viard), Best Actor (Francois Damiens), Best Supporting Actor (Eric Elmosnino), Best Original Screenplay, serta Best Film.

Menonton film ini, saya seperti diingatkan bahwa tak ada keluarga yang sempurna. Setiap keluarga memiliki masalah yang harus dipecahkan bersama-sama, agar keluarga tersebut tetap bersatu. Awalnya saya sempat kecewa dengan tanggapan orang tua Paula saat ia menyebutkan ingin menggapai cita-citanya. Namun setelah dipikir-pikir, reaksi mereka sesungguhnya wajar. Secara, mereka adalah orang desa yang pasti tak paham dengan hal yang demikian.

la-famille-belier15

Untuk urusan musik, lagu-lagu yang dimainkan di film ini semuanya bagus. Apalagi lagu terakhir saat Paula audisi. Urgh, saya benar-benar menyukai lagu tersebut. Btw, di IMDB sendiri ratingnya cukup bagus yakni 7,3. Terkadang film-film sederhana seperti ini yang justru membuat kita rindu akan keluarga. Kalau mau tahu film-film apa saja yang ditayangkan, kapan, dan di mana, cek di sini ya. Tapi sahabat mesti bersabar. Jadwalnya baru keluar 25 November 2015 nanti. πŸ˜€

Selamat menonton. Salam buat keluarga, sahabat!
//

Foto-foto: IFI//

Iklan

13 pemikiran pada “[Movie] La Famille Belier

  1. EH, mau mampir ke Jogja ya ini? untuk umum nggak sih mas? atau harus diundang? :’

    Ampun, keren banget. paling suka sama film keluarga gini :’ dari penghargaannya, kayaknya film ini layak banget buat ditonton mas πŸ˜€

Biasakan Berkomentar Setelah Membaca, Ya.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s