Sepasang Mata yang Menatap dari Selangkangan Istriku 

“Bang, matikan lampunya ya.”

Aku menurut. Dua minggu kunikahi, tak pernah mau lampu dihidupkan tengah kami bercinta. Entah mengapa.

***

“Kenapa harus dimatikan sih, Dik?” Aku meletakkan kepala di perutnya, masih bermandikan peluh.

“Ajaran Nenek, menghemat minyak.”

“Tapi kan kita pakai listrik. Pun, ia sudah tiada. Tewas dalam kebakaran katamu.”

Istriku diam, melebarkan pahanya perlahan. Sinar bulan yang menyusup ke arah cermin menjawab semuanya. 

Dalam keremangan, dari selangkangan istriku, tampak sepasang mata menatap. Mata menguning dengan iris kemerahan. Seperti mengancam, seperti menyimpan dendam.

“Nenek tidak pernah pergi, Bang. Tidak pernah,” bisiknya di telingaku sambil mengikik. Kuku panjangnya memusut leherku, perih.

——-

Flashfiction 100 kata tidak termasuk judul, untuk #HororisCausa