[Movie] Review Film: Room

image

Menjadi seorang ibu bukanlah perkara mudah. Semua orang pasti setuju dengan kalimat tersebut. Jika membesarkan seorang anak saja tidak gampang, bagaimana rasanya menjadi seorang ibu yang membesarkan seorang anak dalam sebuah ruangan sempit? Room mencoba menjawab hal tersebut. Lanjutkan membaca “[Movie] Review Film: Room”

[Movie] La Famille Belier

POSTER la-famille-belier1

Kira-kira minggu lalu, saya dapat undangan liputan di Institut Francais di’Indonesie alias IFI. Letak gedungnya dekat dengan sarinah. Kebetulan, saya kenal dengan atase pressnya yang juga orang Minang. Berawal dari kenalan di satu acara yang diadakan IFI, sejak itu saya sering diundang acara-acara IFI. Baik yang memang bisa diliput atau cukup menjadi penikmat.

Nah, waktu itu saya diundang untuk meliput Festival Sinema Perancis (FSP) 2015 yang akan berlangsung tanggal 3-6 Desember. Sebagai festival film asing tertua di Indonesia, FSP selalu menyajikan film-film terbaik dari Perancis untuk dinikmati publik Indonesia. Nah, nantinya FSP akan hadir di sembilan kota di Indonesia, yaitu: Jakarta, Bandung, Denpasar, Malang, Surabaya, Yogyakarta, Medan, Makassar, dan Balikpapan

Salah satu film yang akan diputar nanti yakni La Famille Belier (The Belier Family) alias Keluarga Belier. Beruntungnya saya, film tersebut diputar di akhir konferensi pers dan bisa ditonton full. Yup, dari awal sampai habis. Lalu, bagaimana kisah film yang sempat bikin saya mewek ini?

Lanjutkan membaca “[Movie] La Famille Belier”

Hijab Dimana Saja

Reblog dari kakak sepupu saya yg lagi nimba ilmu di Negeri Sakura sana. Hayo2, yg nonmuslim aja tertarik buat nyoba berhijab, knp yg muslim msh mncari2 alasan? 🙂

PendarAkal

 Di fakultas Engineering tempat saya nantinya akan menimba ilmu, disediakan kelas khusus untuk mahasiswa asing baru yang jumlahnya bisa dihitung dengan jari sebelah tangan. Kelas ini diadakan setiap senin dari pukul satu hingga pukul empat. Dua jam pertama kelas biasa yang didalamnya diajarkan tentang kehidupan dan kebudayaan Jepang. Sedangkan satu jam terakhir adalah teatime yang hanya diisi dengan minum teh (dan snack) sambil ngobrol-ngobrol. Berhubung saya ada kelas di KISC (Kobe.Univ International Student Center) hingga jam tiga, jadi setiap minggunya saya ikut tea time-nya saja.

Saat pertemuan pertama Mori-sensei yang mengajar di kelas tersebut berkomentar “Sore wa kirei da ne… itsuka kaburu koto o oshiete kudasai” (itu cantik ya, kapan-kapan ajarin cara pakainya ya..) kata beliau sambil menunjuk kerudung saya.

Lihat pos aslinya 305 kata lagi