Fiksi Mini

GARIS WAKTU-“Cermin-cermin, siapakah wanita paling cantik di dunia?” “Tentunya bukan kau, ratu.” Cermin merefleksikan kerutan di wajahku.

GARIS MERAH-“Mama, lihat. Aku sudah bisa membuat garis!” Si bungsu berlari mendekatiku sambil memperlihatkan pergelangan tangan yang diiris.

GARIS TINGGI-“Segini cukup?” “Oke!” Aku menatap tiang gantunganku dengan rasa puas.

GONDORUWO-Adakah yang lebih nikmat dari darah merah perawan?

VIRGIN-Bercak merah mengagetkanku. Astaga, jariku mengambil keperawananku!

MUKJIZAT-Malam terang. Kubelah bulan dengan sebelah tangan.

MALAM 1 SYURO-Aku bergidik. Tak biasanya kuburan seramai ini.

MALAM BAINAI-Kulukis tanganku dengan pekat darahmu.

BARU LAHIR-Pak, anak kita pantatnya bersinar!

BINTANG JATUH-Sinar terang mengakhiri kisah umat manusia.

TERSEDAK-Kumuntahkan jari manis ibu dari sup yang istriku masak.

BUMBU-Kurang satu! Kucongkel bola matamu.

ASAM PADEH-Kuteteskan darah untuk menambah warna merah.

KEGUGURAN-Dari selangkangannya mengalir detik-detik kenangan yang pernah kutanam.

SALON EDAN-Kenapa rambut kemaluanku kau smoothing juga?

HUKUMAN MATI-Sang Algojo bosan mencabuti satu per satu rambut di tubuh terdakwa.

2 pemikiran pada “Fiksi Mini

Biasakan Berkomentar Setelah Membaca, Ya.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s