Kopi Pahit Terakhir

a glass of coffe
credit

Sudir termenung di depan kontrakan. Gelas berisi kopi yang sedari tadi dipegang, hanya tinggal ampas. Matanya kosong mengingat percakapan lampau.

“Jangankan beras, beli gula saja uang tak ada. Kalau tetap ingin mengopi, kubuatkan tanpa gula ya?”

“Buatlah. Daripada lidahku sepat.”

“Makanya, cari kerja lain Da. Setia kali dimandori Pak Lambau.”

Tadi pagi, Siti membuatkannya kopi.

“Mungkin, ini kopi tanpa gula terakhir.”

Sudir girang. Dapat pinjaman lagi?

Kini kegembiraannya lesap. Lembaran uang di atas meja hanya dilirik tanpa minat. Ia teguk ampas kopi dalam gelas. Pahit. Seperti suara rintihan istrinya yang ia dengar di kamar, ditimpal suara lain. Suara Pak Lambau.

100 kata

Diikutsertakan dalam #FF100Kata