Terkungkung

Bulir-bulir gerimis mencumbu daratan

Waktu itu, cahaya begitu temaram

Jejak langkahku masih tercetak

Saat ratapku bergema di lorong sunyi

 

Dunia sudah terlalu penuh, bukan?

Setiap hari rengekan kecil bergema di sela fajar

Lalu masihkah ada ruang untuk kita?

‘kan kesendirian?

 

Foto-foto suram membayangiku

Mengeja memori, saat kebebasan masih bernama

Lelahku mengorek tanah penghabisan

Mencari sisa jeda yang mungkin masih tercecer

 

Duhai, waktu. Lihatlah.

Topeng-topeng terlalu banyak berserakan

Terbuang bersama denting jam dinding

Mereka butuh topeng baru.