[K-Movie] Wedding Dress

Hei, hei. Apa kabar sahabat semua? Wah, di hari yang cerah ini kayaknya enak banget kalau minum cendol ya? Ngomong-ngomong soal cendol, saya mau ngucapin makasih nih buat Mas Lambertus yang mereblog tulisan saya yang berjudul Siang Terakhir di Warung Mas Eko di sini. Rasanya seneng aja ada yang suka tulisan saya. Jadi makin semangat. Hehe.

Sebenarnya saya memang suka nulis fiksi, sih. Akan tetapi, kemarin-kemarin banyak ide yang menguap kemana-mana gara-gara saya lebih fokus ke skripsi. Nah, berhubung sekarang udah agak longgar jadwalnya, saya akan mencoba lebih rajin nulis fiksinya.

Oh, ya. Banyak yang bilang kalau Bulan Februari itu bulan kasih sayang. Entah karena ada 14 Februari atau karena pada bulan ini banyak cinta yang bersemi, saya kurang tau juga sih. Karenanya saya ingin menjadikan tulisan-tulisan di Bulan Februari ini tersirat dan tersurat cinta di dalamnya (Uhuk!!). Yup, bulan ini saya sebut Februari Penuh Cinta. Hahahaha (Ketawa setan).

Cinta itu universal. Cinta ga harus berujung pada kisah kasih dua orang anak manusia. Cinta bisa berarti cinta antara ayah dan anak, antara nenek dan cucu, antara hewan peliharaan dengan pemiliknya, dan tentunya cinta antara seorang hamba dengan Sang Pencipta. Selain cinta Sang Pencipta kepada hamba-Nya, menurut saya cinta yang tulus adalah cinta seorang ibu dengan anaknya. Seperti pada film yang akan saya ulas di bawah ini.

Wedding Dress atau Weding Deureseu (2010) adalah sebuah film Korea  yang mengisahkan seorang ibu single parent bernama Ko Woon (Song Yun-Ah) yang bekerja sebagai perancang gaun pengantin. Seorang diri ia berusaha membesarkan anaknya So-ra (Kim Hyang-Gi) yang berumur sembilan tahun. Saking kerasnya bekerja, akhirnya ia sakit-sakitan dan setelah diperiksa ternyata ia mengidap kanker. Mengetahui kenyataan tersebut, ia pun berusaha mempersiapkan So-ra untuk bisa hidup tanpanya. Konflik di antara keluarga serta sikap So-ra yang egois mewarnai usahanya tersebut. Belum lagi sakit yang semakin parah membuat ia tidak bisa senantiasa mendampingi So-ra. Penasaran dengan filmnya? Silakan di tonton sendiri #kedipmesra.

Sebenarnya film ini film dengan tema yang biasa. Tema yang sudah sering diangkat ke layar kaca. Akan tetapi yang membuat film ini berbeda adalah adegan-adegan yang menyentuh dan akting dari si kecil Kim Hyang-Gi yang polos. Di beberapa bagian, air mata saya hampir saja menetes karena tingkah si Sora. Misalnya saat ia dimarahi Ko Woon karena bertengkar dengan sepupunya. Ibunya yang ingin memarahinya habis-habisan terdiam saat mendengar Sora berkata, “Aku tidak ingin orang lain. Aku hanya ingin ibu! Aku tidak ingin ibu meninggalkanku.”

Seolah-olah Sora mengerti kalau ibunya akan meninggalkannya karena penyakitnya. Belum lagi saat ia bertanya dengan polos kepada bibinya. “Bibi, ibu sakit ya? Sakit apa? Apakah ibu akan mati? Kenapa ibu makan obat begitu banyak?”

Wah, hati saya benar-benar memiuh melihat akting anak tersebut. Sora juga berusaha memenuhi permintaan ibunya yang ingin dirinya mengubah tingkah lakunya. Selama ini Sora agak susah bergaul karena Sora agak egois.

Ending film ini lah yang berhasil buat saya mewek. Di bagian akhir, Ko Woon akhirnya meninggal sambil memeluk Sora. Sora yang terjaga berusaha bersikap seolah-olah ibunya masih hidup. Ia pun menangis keras melarang dokter masuk ke dalam kamar memeriksa ibunya. Sora tahu jika ibunya meninggal, maka dokter akan membawa ibunya keluar kamar dengan selimut putih menutup tubuh Ko Woon. Waaaaa, saya nangis di sini saudara-saudara! Saya memang paling tidak bisa melihat keharuan akibat hubungan seorang ibu dengan anaknya.

Yah, pokoknya Wedding Dress ini film drama keluarga yang direkomendasikan untuk ditonton. Setidaknya kita banyak belajar dari Ka Woon susahnya menjadi seorang ibu single. Karenanya, tidak lah pantas kita bertengkar dengan orang tua mengingat jerih payah seorang ibu membesarkan kita. Uwaaa, saya jadi kangen mama!

images source: asianmediawiki.com

51 pemikiran pada “[K-Movie] Wedding Dress

  1. hmmm…sepertinya kita akan punya tema tulisan yg sama Lung di bulan ini, hihihi
    rencananya saya juga mau ngeblog dengan menyisipkan cintacinta di tulisan februari😀

    saya udah nonton filem iniiiii, sediiiiiiiiihhhhhhhhhh, nangisnya sampe sesenggukan, apalagi pas endingnya, ya ampuuunnnn, sedih banget liat Sora yang menghadang dokterdokter di depan pintu kamar😥

  2. Hahaha, yg berbau Korea memang sekarang menjamur banget ya😛 Aku malah nggak pernah mengikuti nih, dulu cuma nonton Full House doang gara-gara lagi rame dan ditayangin di TV, hahaha😛

  3. Dilihat dari cuplikan ceritanya, kayaknya film ini emang recomended banget untuk ditonton nih, selain ada pelajaran dari Koo Won, kisah So Ra sendiri pun sepertinya akan sangat bisa mendidik semua anak dari berbagai kalangan usia.

    Mantap nih🙂

  4. bagus nih film..
    sisi parentingnya dapet🙂
    sebagai single parent, komunikasi antara anak-ibu, gimana sikap si anak ketika tahu bahwa ibunya sakit, juga tentang persahabatan antar anak-anak🙂

  5. kalo Sulung hanya mewek di bagian akhir film, saya bener2 dbuat banjir air mata sjak awal, belum berhenti nangis di satu adegan, udah dsuguhi adegan mgharukan lainnya, huhuu T.T
    yg mnurut saya patut diacungi jempol itu temanya. kl biasanya film jepang-korea ngangkat tema tntg spasang kkasih yg salah satunya sakit trus mninggal, nah ini tntg kisah cinta ibu & anak🙂
    bener2 bagus nih film, recommended bgt lah >.<

Biasakan Berkomentar Setelah Membaca, Ya.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s