My Traveling Style

Kali ini saya akan menceritakan tentang seorang teman yang suka banget traveling. Namanya Yura. Si Yura ini, meskipun dia cewek tapi dia suka banget mendaki gunung. Saya sering disuguhi cerita-cerita menarik, foto-foto cantik, sampai hadiah-hadiah unik buah dari kegilaannya akan traveling. Jangan ditanya berapa kali dia mendaki gunung, melewati lembah, sungai mengalir indah ke samudera. Eh, ini mah theme song-nya Ninja Hattori.

Ninja Hattori-kun

Kegilaan Yura akan traveling tampak dari kegiatan dan tulisan-tulisan di blog-nya. Dia pernah masuk ke pedalaman Jambi untuk berinteraksi dengan suku kubu. Dia juga pernah masuk ke dalam sebuah gua dengan stalaktit dan stalagmit di mana-mana. Menyeberangi lautan menuju Pulau Sikuai. Dan cerita-ceritanya yang lain. Saya sering kali merasa iri dengannya. Dengan banyaknya waktu senggang yang ia punya, ia bisa melanglang buana ke mana saja. Sementara saya, keterikatan saya dengan pekerjaan membuat saya tak bisa terlalu sering minta izin libur.

Namun ada sedikit hal yang mengganjal bagi saya. Saya memang menyukai traveling, tapi saya selalu menolak bila diajak mendaki gunung atau masuk ke hutan. Soalnya saya geli dan jijik dengan lintah ataupun pacet yang pasti bakal saya temui ketika saya traveling ke hutan atau gunung. Terdengar lucu memang, tapi begitulah kenyataannya. Saya benar-benar geli dengan lintah dan pacet yang notabene hewan penghisap darah. Ditambah lagi, saya paling tidak tahan dengan gigitan nyamuk.

Mengingat hal tersebut, saya jadi berpikir. Masih pantaskah saya disebut traveler? Lalu kenapa saya menikmati traveling saya yang biasanya sebatas di Kota Padang saja? Seperti ke Museum, Pasar Raya, Pantai Padang, dan bahkan saya menikmati kesibukan orang-orang pulang kerja yang saya temukan di perjalanan. Kemudian sebuah artikel yang saya baca mencerahkan saya (ceile, bahasanya). Berikut kutipannya.

Mari kita kupas gaya Gemini (21 Mei – 20 Juni) bepergian.

Sifat Dasar 

Gemini adalah orang yang komunikatif. Komunikatif dalam arti luas; bukan cuma pandai bicara, seorang Gemini bisa saja bawaannya pendiam namun dia bisa berkomunikasi lewat media apapun. Sangat informatif dan kebanyakan suka belajar.

Traveling 

Dengan kemampuan komunikasinya, jadikan dia sebagai juru bicara saat ada petugas keamanan yang menginterogasi rombongan perjalanan. Tempatkan dia disebelah sopir jika bepergian dengan trayek yang lumayan jauh atau ke suatu tempat yang belum pernah kita datangi dan minim informasi. Gemini jagonya!

Jika saya seorang Gemini, saya akan jatuh cinta sama kota Jogjakarta dengan segala macam tatanan masyarakatnya yang unik, mungkin saya akan tinggal beberapa lama di sebuah desa di Kaliurang, mencoba jadi penduduk lokal. Blusukan di pasar terapung di sungai Banjarmasin juga sangat menyenangkan. Hm, Pasar Klewer Solo mungkin. Beberapa desa adat di Bali dan Lombok juga akan sangat menarik buat saya.

Luar negeri? Saya sebagai Gemini akan tertarik dengan hiruk pikuk kota Tokyo dan Los Angeles, beberapa kota di Australia seperti Sydney dan Adelaide, juga Tibet dan New Delhi.

(Untuk lebih lengkapnya, sahabat bisa membaca artikelnya di sini. Di blog ini juga diulas gaya bepergian untuk bintang yang lainnya.)

Setelah membaca ulasan tersebut, saya seperti dipukul godam raksasa. Ya, inilah diri saya sesungguhnya. Saya memang lebih menyukai hiruk-pikuk kota besar dibanding menjelajah hutan belantara. Saya lebih memilih masuk ke museum dibanding masuk ke gua. Saya lebih suka mendengar cerita dari orang-orang yang saya temui dibanding kesunyian puncak gunung.

Mungkin itu pula alasan saya lebih suka membaca tulisan blogger yang jalan-jalan ke tempat asing. Seperti blognya Zilko yang suka jalan-jalan di benua Eropa. Memandangi foto-foto perjalanan Mbak Noni Khairani. Atau membaca keseharian blogger di luar negeri. Seperti keseharian Mbak Bebe di Swiss. Mas Arman di Los Angeles. Dan juga blogger-blogger lainnya yang tidak bisa saya sebutkan satu persatu.

Saya pun ingin sekali mengunjungi tempat-tempat seperti Paris, Sydney, Tokyo, Kansai, atau pedesaan di Inggris, Jerman, Jepang. Saya juga selalu tertarik mempelajari budaya atau kebiasaan di suatu kota/desa, suatu hal yang tentunya tidak akan saya temui jika saya mendaki gunung, melewati lembah. Namun tidak menutup kemungkinan suatu saat saya akan mencoba mendaki gunung, memasuki gua, menjelajahi hutan. Sebab saya suka petualangan dan belajar hal-hal baru.

Jadi, seperti apakah gaya traveling sahabat?

Catatan: terima kasih kepada Mas Johanes Jonaz atas tulisannya yang membuka cakrawala berpikir saya.

39 pemikiran pada “My Traveling Style

  1. Teteh mah suka jalan-jalan juga, tapi ngga suka kalau keluar masuk hutan hehehe..

    Kalau jalan melulu juga cape..pernah itu waktu emak2 jalan2 ke Paris tanpa buntut dan pendamping, dan emang jalan dan jalaaaaaaaaaan…..sampe gempor ini kaki😀

      1. Aahhh begitu begitu aja, Paris itu bagusnya ya tempat wisatanya thok, ngga nyaman juga kalau yg sudah terbiasa tinggal di Jerman apalagi di negara bagian Bayern.
        Ngga betah saya di Paris, makanya jd bertanya2 Paris kota cinta, lhaa dimana itu tempatnya hehehe
        Waktu itu teteh ngga sama keluarga cuma bertiga bareng sobat🙂

          1. Nggaaa..ngga sama Emak hehehe
            sobat2 saja bertiga, tapi teteh sama kang mas bukan penyuka kota besar sih, jadi perasaan sumpek gitu.
            eehh subway nya Paris itu teh kotor, bau..trs kaya lorooong..terus jarang Lift..jarang tangga berjalan..aahh kotanya juga ngga bersih hehehe.

            Eh tapi kalau objek wisatanya mah lumayan lah..nah ntar kalau mau hanimun sok atuh ka Paris…:)

  2. Wah, baru pertama kali ini lho aku membaca artikel gaya travelling yang berdasarkan zodiak, hehehe🙂

    Aku setuju Lung, setiap orang memiliki gaya travelling-nya sendiri-sendiri. Dan tentu saja ini termasuk destinasi dan apa yang dilakukan sepanjang travelling itu ya. Makanya tidak ada yang “benar” atau “salah” dalam hal ini.

  3. Weww..lagi2 nama Yura dmasukin dlm tlisan mu lung,aduh berasa jdi seleb aja..#Hueek

    aah..jgn trllu mlebihkan gtu deh lung..Yura anak rmhan kok..haha

    emang seh lung,smua org pnya gaya sndiri dlm trvelling,se nyaman kitanya aja..hehe

    kalau gw gayangnya,yg penting jalan,trsrah kmna aja..:D
    Ywd,klo lu ada waktu kita main k kota tambang di swahlunto,kotanya nyman skli buat gw,apalgi ada bngunan tuanya itu. walaupun sdah bbrpa kli ksana,ttp gk bosan..
    *wah..kyknya lagi promosi ne*hehe

  4. baru tau kalo preferensi travelling bisa tergantung zodiak juga ya…🙂
    gua juga suka ke kota2 besar. tapi kadang suka juga ke kota kecil kayak pegunungan gitu..🙂

  5. Hihi takut lintah Mas? Aku juga tapi dulu klo hiking sama pacar (yang skr udah jadi mantan sih) jadi selalu di jagain.
    Gara2 nonton 5cm aku sekarang jadi pengen ndaki gunung lagi deh.
    Btw meluncur ke blognya mbak Yura aaaah

  6. iya ..kalau baca catatannya Yura kepengen ikutan…, aku sih tak menolak jalan2 ke alam, kepengen malah…, tapi ..dengan kondisi setengah umur berbuntut dua ya nyari yang gampang transportasinya aja

  7. i am proud to be gemini. Toss dulu ah… bener gemini tuh yg nonjol banget adalah komunikasi. tuh contoh pak karno yg jago diplomasi orang gemini kan? pak harto.jugak. dan aku ngerasa ga ada kesulitan ama.urusan expresi or komunikasi
    linta? hiii aku pernah tuh kegigit lama di paha ampe si linta dah gendhuut.

  8. haiah… agak ilfeel pas baca di tengah2 ada ttg zodiaknya, aku berlepas dr zodiak2an, gak percaya…

    aku jd inget pas di pasar terapung banjarmasin, di sana ditraktir sama dokter residen, bsoknya temen2ku seperahu pd sakit perut, untungnya perutku aman2 aja.. oh iya, disana yang seru pas liat orang mandi di sungai.. *nostalgia*

    aku jg pengen bertraveling, tp lbh tertarik menjelajah indonesia dan aku jg kurang tertarik ke gunung, lbh milih ke pantai, gunung = dingin.

  9. Yeaaah.. samak. aku juga city traveller. gak pernah terniang utk berniat kemping atau semacamnya. tapi tetep suka pantai dan gunung selama ada trackingnya yg jelas dan gak perlu persiapan matang.

    soalnya aku buka anak pencinta alam😛

Biasakan Berkomentar Setelah Membaca, Ya.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s